Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Menyebarkan Berita Bohong Itu Haram Hukumnya

Menyebarkan berita bohong itu haram hukumnya. Yang menyebarkan berita bohong itu dosa besar.

Apabila mendapatkan informasi di Facebook atau Twitter, jangan langsung disebar. Dicek dulu kebenarannya. Apalagi sampai berdampak ke fitnah. Berbahaya, bisa membahayakan orang lain atau bahkan sampai negara.

Sudah menjadi perintah agama agar, ketika mendapatkan informasi, kita tabayun dulu. Khususnya berita dari kalangan yang tidak jelas. Surat Al-Hujarat ayat 6 menyatakan, jika datang orang fasik dan membawa berita, maka cari dulu kebenarannya. Jangan langsung dipercaya.

KH. Ahmad Shobri Lubis Lc
Ketua Umum DPP FPI

Rabu, 28 Desember 2016

Habib Rizieq Dapat Penghargaan dari Warga Muslim Sumut, Marga Lubis dan Istri Habib Bergelar Boru Nasution

FPI Online, Medan - Tabligh Akbar dan Dzikir yang diselenggarakan di Mesjid Agung Kota Medan yang dipimpin langsung oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab rupanya berbekas di hati umat muslim Kota Medan khususnya dan kota lainnya di Sumatera Utara.

Penghargaanpun akhirnya disematkan gelar kepada Habib Rizieq dengan sebuah marga dari salah satu suku Batak, Lubis dan juga buat istri Habib juga di berikan gelar Boru Nasution oleh warga muslim.

Dalam Tabligh Akbar kali ini, Habib Rizieq yang direncanakan hadir pada pukul 13.00 namun terkendala dengan beberapa hambatan yang ditemui, di jalan seperti hadangan dari beberapa ormas di Bandar Udara Kualanamu International Airport (KNIA) Medan, akhirnya baru bisa mencapai lokasi sekitar pukul 16.35 wit.

Sebelumnya Kapolda Sumatera Utara memberikan sambutan kepada seluruh umat muslim yang hadir diperkirakan mencapai hingga ratusan ribu orang, karena dari informasi dilapangan. [beritaislam24h.net]

Video youtube : https://www.youtube.com/watch?v=dO9VFyhQHNQ

Meski Ada Spanduk Penolakan, Habib Rizieq Justru Disambut Puluhan Ribu Warga Sumut

FPI Online, Medan - Meski muncul spanduk penolakan dari segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat kota Medan, Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Rizieq justru disambut antusias puluhan ribu masyarakat Sumatera Utara dan sekitarnya.
 
Habib Rizieq dan sejumlah tokoh GNPF-MUI hadir dalam Tabligh Akbar di Masjid Agung Medan, Rabu (28/12). Acara tersebut juga dihadiri Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel.
 
Kapolda menjelaskan bahwa Habib Rizieq telah mendapat gelar sebagai imam besar umat Islam dari rakyat Aceh. Tidak hanya itu, Kapolda menambahkan, Habib Rizieq juga telah mendapat penabalan marga Lubis oleh masyarakat Sumatera Utara.
 
"Saya cuma menyampaikan dua hal, yang pertama selamat datang habib dan terima kasih buat jamaah yang benar-benar tertib dari seluruh elemen masyarakat," ujar Rycko.
 
Kapolda menyebut, kendati baru dua bulan menjabat sebagai pimpinan polisi di Sumatera Utara, namun apa yang ditunjukkan oleh umat islam pada Aksi Bela Islam 411 dan 212 di Sumut sangat pantas untuk mendapat apresiasi.
 
Sebab itu, Irjen Pol. Rycko menyebut umat islam di Sumatera Utara sangat cocok mendapat gelar rahmatallilalamin karena telah ikut menjaga ketentraman, ketertiban dan toleransi dalam aksi membela Islam. "Seakan seperti mozaik islam yang indah seperti pelangi," tandasnya.
 
Jendral bintang dua ini optimistis kedatangan Habib Rizieq membawa kedamaian. Kalau terjadi kericuhan, ia menegaskan bahwa pelakunya bukanlah umat Muslim.
 
"Seperti pengalaman kemarin, baik 411 ataupun 212, itu kan kegiatannya berjalan lancar. Tidak mungkinlah ada kerusuhan," tutur Rycko.
 
Ia menegaskan, jika ada pihak-pihak yang berusaha merusak kedamaian apalagi berusaha merusuh saat Habib Rizieq memberikan tausiah, Polri siap menangkap siapa saja pelakunya.
 
Sumber : Suara-Islam.Online

Habib Rizieq: Insyaallah akan Datang Hari Kebangkitan Umat Islam Indonesia

FPI Online, Aceh - Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Muhammad Rizieq Syihab hadir dalam Tabligh Akbar Aksi Bela Islam di halaman Masjid Agung Medan, Rabu (28/12/2016).
 
Dihadapan puluhan ribu jamaah yang hadir, Habib Rizieq mengatakan bahwa berkumpulnya umat Islam saat ini tidak lepas dari energi Al Maidah 51 dan spririt Aksi Bela Islam. 
 
"Kalau Aksi 411 disebut hari anti penistaan agama dan Aksi 212 sebagai hari persaudaraan umat Islam, maka Insyaallah akan datang hari kebangkitan umat Islam Indonesia," ujar Habib Rizieq yang disambut gemuruh takbir.
 
"Dengan izin Allah Alquran telah menyatukan kita semua, apapun kelompoknya, apapun golongannya, Alquran telah menyatukan kita semua sebagai sesama Muslim," tambahnya.
 
Menurut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu, Alquran adalah kitab mulia yang tidak ada keraguan didalamnya, tidak boleh ada satu mukmin pun yang meragukan kebenaran Alquran. "Oleh karena itu saya mau mengajak semua umat Islam untuk menancapkan dalam hati kita, bahwa tidak ada hukum yang lebih baik selain hukum Allah," jelas Habib Rizieq.
 
Hukum Allah diatas segalanya, artinya bahwa ayat suci harus diatas konstitusi. "Kenapa? sebab ayat suci adalah wahyu ilahi yang tidak boleh diganti sehingga menjadi harga mati yang harus diaati. Sementara ayat konstitusi adalah produk akal insani yang tidak boleh bertentangan dengan wahyu ilahi," terang Habib Rizieq.
 
Sehingga, ayat konstitusi tidak boleh bertentangan ayat suci. "Manakala ayat konstitusi sejalan dengan ayat suci kita harus taati sebagai warga negara, namun apabila ayat konstitusi bertentangan dengan ayat suci maka umat Islam wajib berjuang meski kepala jadi kaki atau kaki jadi kepala, bahkan walaupun harus mati bersimpah darah kita harus berjuang menegakkan ayat suci," tegasnya.
 
Ia mencontohkan, ketika Allah dalam ayat sucinya mengharamkan minuman keras (miras) ternyata pemerintah mengeluarkan aturan konstitusi yang membolehkan miras. Disaat itulah masyarakat harus berjuang agar miras dilarang agar aturan konstitusi sejalan dengan ayat suci.
 
"Jadi sekali lagi, tancapkan dalam hati bahwa ayat suci diatas ayat konsitusi," tambahnya.
 
Habib mengaku pernah ditakut-takuti agar jangan mengkritik ayat konstitusi karena bisa terancam masuk penjara. Ia menjelaskan, bukan dirinya melawan konstitusi, tetapi ia tidak ingin ada aturan konstitusi yang melawan hukum Allah dan Rasul-Nya. Karenanya, ia dan para ulama lainnya berusaha untuk meluruskan agar semua selamat di dunia dan akhirat.
 
"Ulama tidak takut dengan penjara, justru kita ulama mau memperingati para pejabat muslim agar tidak masuk neraka," tegasnya. [Suara Islam Online]

Selasa, 27 Desember 2016

Habib Rizieq Dituduh Menista Agama, Imam FPI DKI: PMKRI Jangan Menebar Fitnah

FPI Online, Jakarta - Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya. Mereka menuduh Habib Rizieq telah menistakan agama Kristen dalam ceramahnya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
 
Menanggapi hal tersebut, Imam FPI DKI Jakarta Habib Muchsin Bin Zaid Alattas menegaskan bahwa sikap Habib Rizieq selama ini selalu menghormati semua agama.
 
Habib Rizieq bahkan selalu berkomunikasi dan berdialog dengan tokoh lintas agama tentang toleransi serta bagaimana meningkatkan kerukunan umat beragama demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. (Video: Dialog FPI dengan Berbagai Tokoh Lintas Agama)
 
"Saya pernah dua kali menggelar dialog lintas agama bersama Habib Rizieq dan para pendeta Nasrani baik Katolik mau pun Kristen Protestan, serta pemuka agama lainnya, yang dihadiri Kapolda dan Pangdam serta FKUB Jakarta. Semua tokoh agama puas dan senang, bahkan bertekad untuk terus membangun peradaban dialog," ujar Habib Muchsin, Selasa (27/12/2016).
 
"Habib Rizieq tidak pernah menista agama apa pun. PMKRI jangan menebar Fitnah. Hati-hati Umat Islam bisa murka dan meledak amarahnya...!!!" tegas Habib Muchsin.
[Suara-Islam.Online]

Habib Rizieq: Aceh Lokomotif perjuangan Syariat Islam

FPI Online, Aceh - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab mengatakan, Aceh harus memimpin Indonesia. Menurutnya, Aceh sebagai lokomotif pergerakan dan perjuangan syariat Islam bagi Indonesia.
 
"Makanya saya kurang setuju jika Aceh berpisah dari Indonesia, karena Indonesia akan kehilangan kakak tertua yakni Aceh, sebagai lokomotif perjuangan dan pergerakan syariat Islam," ujarnya dalam ceramah yang dihadiri puluhan ribu jamaah, di Pelabuhan Perikanan Samudera, Lampulo, Banda Aceh, Senin (26/12/2016) malam.
 
Habib berpesan, agar dalam pilkada 2017 mendatang, agar Aceh mendapatkan seorang pemimpin  yang terbaik yang cinta Islam dan berlaku benar. 
 
"Siapapun pemenang pilkada, semoga Allah Swt memberikan seorang gubernur yang cinta Islam, seorang gubernur yang benar dan gubernur yang terbaik," jelasnya.
 
‎Diharapkannya agar Aceh tetap menjadi aman, tenteram, tidak terpecah belah karena partai dan golongan. 
 
"Kita berharap agar Aceh tetap aman, tenteram, tidak terbelah karena partai atau golongan. Kita tidak mau Aceh terpecah belah. Karena Aceh untuk Aceh, Aceh untuk Indonesia, bahkan Aceh untuk seluruh dunia Islam dan orang Aceh harus menguasai setiap jengkal daerah Indonesia,"‎ tambahnya.
 
‎Seperti dilansir GoAceh, acara zikir doa dan ceramah ini dihadiri ribuan jamaah dari kota Banda Aceh yang dikawal ketat ratusan aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP, dengan bantuan relawan RAPI dan Laskar FPI. 
 
Hadir dalam pengajian itu sejumlah pejabat di Banda Aceh seperti Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Jamal, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, Dandim 0101 BS, Kol Inf Mahessa F, dan lainnya.

Sumber : Suara Islam Online

Puluhan Ribu Umat Islam Banda Aceh Hadiri Ceramah Habib Rizieq Syihab

FPI Online, Aceh - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab hadir ke Banda Aceh untuk menyampaikan ceramah PEringatan Maulid Nabi Saw. Puluhan ribu masyarakat Aceh pun antusias dengan memenuhi lapangan di Pelabuhan Perikanan Samudera, Lampulo, Banda Aceh, Senin (26/12/2016) malam.
Saking antusiasnya, seperti dilaporkan GoAceh.co, banyak jamaah yanh harus berdiri demi mendengar ceramah yang disampaikan, karena tidak kebagian tempat duduk.
 
Sementara aparat gabungan TNI, kepolisian dan satpol pp tampak mengawal jalannya acara, termasuk puluhan anggota Brimob Polda Aceh bersenjata lengkap yang berjaga di sejumlah titik lokasi.‎ 
 
Dalam paparan ceramahnya, Habib mengajak masyarakat Aceh untuk berevolusi dan bergerak memperjuangkan penegakan syariat Islam. 
 
"Muslim lebih baik daripada kafir dan muslim tidak bisa dibanding-bandingkan dengan kafir," serunya di sela-sela ceramah yang diberikan, dengan teriakan lafaz Allahu Akbar dari ribuan jamaah.
 
‎Acara ceramah Maulid ini dikawal ketat aparat gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, beserta puluhan anggota Brimob Polda Aceh bersenjata lengkap dan puluhan anggota Laskar FPI serta relawan RAPI. 
 
Ketua Panitia, Tgk Syamsul Mukhtar mengatakan, pihaknya tidak menyangka bahwa acara yang digelar akan dihadiri ribuan orang. "Kami tidak menyangka bahwa acara ceramah ini akan dihadiri ribuan masyarakat kota Banda Aceh," ujarnya saat menyampaikan laporan kegiatan.
 
Ditambahkannya, acara ini dilaksanakan atas kerjasama FPI Kota Banda Aceh dan masyarakat Gampong, beserta pihak terkait lainnya. 
 
"Acara ini dilaksanakan atas kerjasama FPI Kota Banda Aceh dan masyarakat Gampong, bukan fraksi-fraksi. Kami juga berterima kasih kepada unsur Forkopimda Aceh dan Kota Banda Aceh, TNI/Polri beserta pihak lainnya yang telah bertugas dan mendukung jalannya acara ini," tambahnya.

Sumber : Suara Islam Online

Minggu, 25 Desember 2016

Habib Rizieq - Propaganda Ajakan Merayakan Natal Kepada Umat Islam

Di bulan Desember ini, muncul keresahan bagi Umat Islam mana kala ada pihak-pihak yang mengajak atau menyuruh umat Islam menggunakan atribut keagamaan lain seperti Topi Santa maupun sekedar mengucapkan Selamat Natal. Keresahan ini terobati dengan munculnya Fatwa MUI yang mengharamkan Umat Islam menggunakan atribut agama lain.

Sayang sejuta sayang, Ada kelompok tertentu yang kebakaran ubun-ubun ketika FATWA MUI ini dikeluarkan. mereka tidak segan-segan menyerang MUI bahkan ada dari kalangan pejabat yang seenaknya berkata MUI harus berkordinasi dengan pemerintah sebelum mengeluarkan FATWA.

Adapula yang mengatakan bahwa Fatwa MUI ini bukan hukum positif sehingga tidak perlu dijalankan.
Secara Tuntas, pada kesempatan ini Habib Rizieq membahas dan menangkis serangan dari kelompok yang seenaknya menyerang MUI dan mempropagandakan umat Islam untuk ikut serta dalam Hari Raya Natal dalam bentuk memakai atribut, atau mengucapkan selamat Natal.

Taklim di Pesantren Alam & Agrokultural Markaz Syariah Mega Mendung 23 Desember 2016

DONASI UNTUK MEDIA FPI:
Bank Syariah Mandiri
No. 720-161-1045
a/n FPI Rek Media

Jumat, 23 Desember 2016

Nasyid Kisah Rosul menggema di Maulid al-Ahgaff University Tarim, Yaman.

FPI Online, Yaman - Nasyid-nasyid yang didendangkan oleh perwakilan mahasiswa  Indonesia di acara maulid yang berlangsung di Universitas al-Ahgaff, Tarim, Yaman.

Acara ini merupakan ekspresi dan rangkaian menyambut kelahiran baginda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalamyang diungkapkan umat Islam, khususnya mahasiswa Universitas al-Ahgaff, Tarim, Yaman dari berbagai Negara pada hari Kamis (22/12/2016).

Turut dihadiri langsung acara ini,  Dekan Fakultas Syariah dan Hukum,al-Habib DR. Abdullah bin Awadh bin Smith, al-Muhaqqiq wa al-Mudaqqiq al-Faqih Syaikh Muhammad bin Ali al-Khatib (Pembesar Majelis Fatwa di Tarim), al-Habib DR. Abdurrahman Assegaf (Ketua Bagian Ushul dan Fiqh Univ al-Ahgaff ), sejumlah para dosen serta ratusan mahasiswa lintas negara yang turut memadati ruangan itu.

Acara yang dimulai pukul 12.00 siang waktu Yaman dimulai pembacaan maulid Simthu ad-Durar yang dikomandoi oleh grup marawis mahasiswa Indonesia.

Di sela-sela pembacaan maulid juga diselingi dengan nasyid. Menariknya, lagu yang dibawakan tidak hanya berbahasa Arab, namun nasyid-nasyid ala Indonesia Khususnya Nasyid “Kisah Sang Rasul” Karya Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab.

Meskipun tidak paham dengan isinya, namun para hadirin non-Indonesia juga menikmati Nasyid yang diiringi hadhroh dan marawisan itu. Hanya senyum simpul yang terlihat di wajah-wajah mereka.

Berlanjut ke sesi mauidhah hasanah, Sayyid Muhammad Hanif Alathas (Mahasiswa Indonesia) ditunjuk sebagai perwakilan dari mahasiswa untuk menyampaikan ceramah Maulid.

Dengan berbahasa Arab, ia mengajak teman-teman mahasiswa untuk lebih mencintai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam serta mengikuti sunnah-sunnahnya, sebagaimana yang telah diaplikasikan oleh Salaf al-Saleh dalam keseharian mereka.

Sedangkan dari pihak dosen, ceramah disampaikan oleh al-Habib Dr. Musthafa bin Hamid bin Smith. Dalam ceramahnya, Musthafa memaparkan perihal kecintaan kepada Rasulullah.

Rabiul Awal merupakan bulan mulia lagi penuh keberkahan. Juga merupakan bulan mendekatkan diri kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, salah satu caranya yaitu dengan memperbanyak selawat kepadanya. Disamping itu, kecintaan kepada Rasulullah belum sempurna tanpa mempraktekkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Memperbanyak selawat kepada Rasulullah merupakan bukti cinta kepadanya, karena seseorang yang mencintai sesuatu maka ia akan selalu menyebut-nyebut yang dicintainya itu. Juga, kecintaan kepada Rasulullah harus dibarengi dengan mengikuti sunnahnya,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, kita mempunyai hubungan dan ikatan dengan Baginda Rasulullah berupa amanah mengemban ilmu yang diwarisinya melalui para ulama.

Selain belajar dan beramal dengan ilmu yang dituntut, kita juga berkewajiban menyebarnya kepada umat. Oleh karena itu, beliau mengajak mahasiswa untuk lebih giat dalam menimba serta menyebar ilmunya.

Acara yang bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) al-Ahgaff itu diakhiri dengan pembacaan doa oleh Syaikh Muhammad Ali al-Khatib ketika jam menunjukkan pukul 13.50. Wallahu ‘alam

[Hidayatullah.com]

Rabu, 21 Desember 2016

Bertahun - Tahun Habib Rizieq Dibully

HM Aru Syeiff Assadullah
Pemimpin Redaksi Tabloid Suara Islam
 
 
Pasca momentum 212 yakni Shalat Jumat raksasa di Monas dan diyakini dengan jamaah mencapai lima juta orang  lebih, nama  Habib Rizieq pun melambung dengan gelombang pujian tak putus-putus. Habib Rizieq pun disebut sebagai  tokoh Islam tak tertandingi saat ini di Indonesia. 
 
Pengungkapan fakta bahwa Habib Rizieq adalah tokoh yang paling konsisten menegakkan asas kebenaran Islam juga asas keadilan, juga toleransi kepada paham di luar Islam dan secara menyeluruh disebut sebagai penegak demokrasi yang sebenarnya, tapi  dilengkapi sikap yang tegas dalam penyampaian kepada siapapun. 
 
Bahkan tatkala Presiden Joko menyambangi Habib Rizieq usai berkhutbah di Panggung Utama Shalat Jumat Rasasa Monas  (2/12) itu, Habib Rizieq dengan gencar menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Joko agar tidak berpihak dan melindungi Si Penista Agama : Ahok, dan manakala Ahok yang sudah dinyatakan sebagai tersangka itu dibebaskan maka bukan mustahil gelombang protes umat Islam itu akan berubah menjadi revolusi. Entah apa komentar presiden Joko mendengar peringatan keras Habib Rizieq itu, juga khutbah Jumatnya yang runtut melontarkan kejahatan Si Penista Agama, Ahok, dan presiden mendengarkan khutbah itu dari awal hingga akhir.
 
Tak pelak dengan munculnya fakta obyektif citra, profil seorang Habib Rizieq dalam serangkaian Aksi Bela Islam sejak Jumat 14 Oktober 2016 (ABI-I), disusul ABI-II, 4 November 2016 dan puncaknya ABI-III 2 Desember 2016, maka citra Habib Rizieq pun yang semula gelap penuh citra hitam-kelam itu—karena masyarakat dan bangsa Indonesia disesatkan oleh opini media anti Islam bertahun-tahun—mendadak-sontak menjadi ‘terang benderang -- seorang mantan menteri Gus Dur, AS Hikam menulis tentang Habib Rizieq dengan memujinya sebagai tokoh Islam nomor satu hari ini, begitu juga mantan menteri keuangan Fuad Bawazier juga memuji  Habib Rizieq yang sama seraya melecehkan acara-acara tandingan meng-counter  ABI yang tidak berpengaruh apa-apa. 
 
Masyarakat luas pun melalui Medsos banyak menampilkan  sejumlah pribadi yang sejak bertahun-tahun mengaku selalu melecehkan pribadi Habib Rizieq, selalu ikut mem-bully-nya dan jauh dari rasa hormat, tapi kini mereka mengaku baru menyadari semua itu salah besar. Dan kini berganti dengan rasa hormat dan kagum.
 
Tabloid Suara Islam hakikatnya menjadi media yang terdepan sejak awal justru memberikan apresiasi terhadap pemikiran, sikap, pendirian dan perjuangan yang dilancarkan Habib Rizieq. Karena meyakini dari pengenalan jatidiri yang sesungguhnya dari seorang Habib Rizieq justru berlawanan dengan apa yang difitnahkan oleh kalangan Islamophobia. 
 
Bertahun-tahun fitnah melalui penyesatan opini yang luar biasa massif itu akhirnya terkuak dengan berakhirnya ABI Ke-III bahkan luntur bersamaan guyuran hujan berkah menjelang Shalat Jumat Raksasa Monas itu. Bagai hujan yang mengguyur dan menyucikan jutaan jamaah shalat Jumat itu, ikut pula membersihkan fitnah-fitnah yang dilancarkan kepada Habib Rizieq bertahun-tahun belakangan ini. 
 
Jika dikumpulkan untuk didokumentasikan Suara Islam ini pernah memuat headline dengan cover Habib Rizieq mencapai  belasan kali atau lebih. Topik yang selalu digelar niscaya sangat panas dari sudut berita (news), dan mencoba dengan  sangat kontroversial membela pemikiran Habib Rizieq yang selalu berjuang demi keadilan dan kebenaran khususnya Al Islam dengan cara-cara yang sangat berani, lugas, tegas namun berjiwa ksatrya. 
 
Di antara topik-topik dengan mengangkat perjuangan Habib Rizieq oleh Suara Islam antara lain: Habib Rizieq, 2013 Akan Menjadi Bulan-Bulanan; Kristen-Katolik di Belakang Pemerintahan Jokowi;  Habib Rizieq Jihad Melawan Korupsi; Jangan Grogi dengan RUU Ormas, FPI Kena Fitnah Lagi;  Pimpinan FPI Lolos dari Pembunuhan, Palangkaraya Anarkhis FPI Digugat Dibubarkan; Habib Rizieq: Liberal Kesesatan Atas Nama Agama; Ramadhan Bulan Melawan Kezaliman, hingga Habib Rizieq: Ahok Psikopat dan Korup Harus Diturunkan. 
 
 
Tatkala Habib Rizieq bersama Permadi SH sama-sama mencanangkan berdirinya LAKI (Laskar Anti Korupsi) pada September 2011, ia bertekad gerakan melawan korupsi itu sebagai jihad melawan kebatilan yang hakiki. Habib memutuskan hal itu karena sejak berdirinya Front Pembela Islam (FPI) lebih 13 tahun perjuangannya memberantas kemaksiatan melalui pemberantasan Miras, lokalisasi  pelacuran  dan tempat maksiat seperti Rumah Minum, tapi setelah diberantas bersih, aparat keamanan pun disogok olek pemilik dan pengelola tempat maksiat itu. Maka bubarlah perjuangan pembersihan tempat masiat dihancurkan oleh budaya sogok atau korupsi. Maka menurut Habib Rizieq sangat utama harus dilakukan pemberantasan korupsi, maka didirikan LAKI untuk menangkalnya.
 
Karakter asli Habib Rizieq sesungguhnya justru sangat berlawanan dengan karakter negative yang selama ini dilekatkan oleh para penentangnya sebagai berjiwa radikal, anti toleransi dan selalu mengedepankan tindak kekerasan. Padahal karakter dari Habib Rizieq justru menonjol jiwa dan nuraninya amat lembut kepada sesama umat manusia khususnya kepada sesama umat Islam. 
 
Sikap penuh kasih sayangnya ini mencuat setiap kali ia bertemu dan menyambangi puluhan bahkan ratusan ribu jamaahnya yang tersebar di seantero wilayah negeri ini, mulai dari ujung timur negeri ini hingga Aceh wilayah paling barat NKRI. Usai tabligh dan tausiah yang ia sampaikan hingga larut malam, Habib Rizieq dengan sabar menyalami jamaahnya satu persatu. Anak-anak kecil/remaja yang tekun mengikuti pengajiannya hingga larut malam, ia usap-usap kepalanya bahkan ia cium keningnya. Pertanyaan-pertanyaan lugu jamaahnya yang tinggal di puncak-puncak bukit dan pelosok pedesaan itu ia layani denngan sabar. Inilah ciri khas Habib Rizieq yang tak pernah dimengerti golongan sekuler dan anti Islam yang selalu menentangnya.
 
Citra menyesatkan  justru dikabarkan  oleh kalangan elite sekuler dan disebarluaskan oleh pers mainstream yang anti Islam. Bahwa Habib Rizieq tokoh radikal yang mengandalkan otot dan adu jotos alias gemar tindak kekerasan. 
 
Ditambah lagi julukan Preman Berjubah yang diberikan oleh Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah—satu di antara tokoh Islam yang selalu menentangnya termasuk Gus Dur--, atau julukan Kepala Gang Mafia Berkedok Agama yang setiap kali menerima setoran dari arena perjudian dan night-club. 
 
Citra hitam seperti inilah yang semula diakui oleh mantan wartawan senior Tempo Amran Nasution yang kini bergabung di jajaran redaksi Suara Islam. Citra negative itu seketika hapus di benak Amran ketika suatu hari ia diajak berkunjung rumah Habib Rizieq oleh Wakil Ketua DPR-RI  (2004-2009) Zainal Maarif. Semula Amran mengira ia akan menemui rumah seorang Bos Mafia, rumah megah, sebuah singgasana yang dijaga para pengawalnya yang garang dan ketat. Tapi kata Amran bayangan itu lenyap seketiika ketika mobil dinas Wakil Ketua DPR yang ditumpangi tak bisa maju lagi dan harus berhenti di ujung gang kecil di Jalan Petamburan III dan ia dapati dalam kondisi kumuh, dan di sanalah rumah Habib Rizieq berdiri. 
 
Mungkin Amran akan pangling kalau kini berkunjung ke rumah Habib Rizieq telah dibangun Tiga lantai saat ini yang cukup layak. Bangunan rumah Habib Rizieq ini “dibangunkan” oleh simpatisan Habib Rizieq tatkala Habib Rizieq “mondok” di tahanan Polda Metro Jaya dalam kasus kekerasan AKKBB Monas Juni 2006.
 
Sikap menonjol Habib Rizieq yang lain niscaya amat keras tanpa kompromi  begitu berhadapan dengan pribadi yang terang-terangan menentang Islam atau pro kemungkaran dan melawan Al Islam. Itulah sikapnya yang keras kepada aliran sesat Ahmadiyah, Islam Jamaah  dan seterusnya. Ketika karakter  asli Habib Rizieq itu diketahui lebih jauh oleh Amran Nasuition maka salah paham terhadap Habib Rizieq pun terkikis berganti simpati. 
 
Inilah pula yang terjadi pada cucu mantan Ketua Umum MUI KH. Hasan Basri, yakni Fahira Fahmi Idris. Semula ia bersama rekan-rekannya “melabrak” Habib Rizieq hendak memprotesnya atas berbagai tindakan FPI, namun tatkala ia sudah berdialog panjang-lebar,  maka berubah total pendirian Fahira berganti perasaan hormat dan penghargaan. 
 
Hal serupa dialami Permadi SH sejak ia bersama-sama mendirikan LAKI, dan akhir-akhir ini datang Ratna Sarumpaet , dan serenceng tokoh Nasionalis dipimpin Rachmawati Soekarnoputeri yang juga datang ke markas FPI Petamburan Jakarta Pusat. 
 
Yang agak berbeda adalah Jaya Suprana pendiri Rekor MURI, ia sengaja datang menemui Habib Rizieq karena merasa heran tokoh yang begitu dibenci oleh kalangan luas itu tapi ia juga merasa heran pengikutnya justru  bertambah lebih banyak lagi dari penentangnya. Ada misteri apa di balik Habib Rizieq, maka ia pun bertekad menemui sendiri. 
 
Dan benar tatkala ia sudah bertemu dan berbincang beberapa kali yang ia duga sebelumnya benar Habib Rizieq niscaya memiliki kelebihan dan hal itu justru menjadi kelebihan Habib Rizieq yang jauh dari persangkaan dari orang-orang yang salah paham itu.
 
Kesadaran menilai Habib Rizieq secara benar pun  datang secara serentak di Indonesia bersamaan momentum Shalat Jumat Raksasa Monas 212. 
 
 
Seperti ditulis di muka mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengungkapkan perasaan dan kejujuran jiwanya terhadap Habib Rizieq di WhatsApp dan disebarluaskan di tengah masyarakat antara lain : 

“Seorang tokoh Islam senior mengatakan kepada saya suka tidak suka, de facto tokoh umat Islam sekarang adalah Habib Rizieq. Saya jawab itu karena Habib Rizieq konsisten tidak mau disuap dan tidak mau mengejar jabatan untuk peribadinya.
 
Sukses ABI III di mana aman damai tertib bersih bahkan indah membuat banyak pihak mengklaim ikut berjasa. Sukses ABI III ini juga semoga bisa menjadikan instropeksi bagi tokoh-tokoh Islam yang sebelumnya sinis dan bahkan sebagian nyinyir terhadap pribadi Habib Rizieq dan ABI III/Shalat Jumat di jalanan.
 
Doa dan harapan kami di masa yang akan datang insya Allah tokoh-tokoh terpandang seperti Prof Syafii Maarif, Gus Mus, KH Said Aqil Siraj dll lebih sensitive lagi terhadap aspirasi Islam  yang sedang menuntut keadilan atas penistaan agamanya. Dan  ormas-ormas besar Islam juga perlu instrospeksi karena ketika seruannya tidak didengar umat sedangkan para penguasa yang silaturahmi atau “sowan” ke sana kemari ternyata salah alamat (Maksudnya tentu kunjungan presiden ke NU dan Muhammadiyah, red).
 
Yang terbukti efektif berjalan di lapangan adalah kesepakatan Kapolri dengan GNPF-MUI/Habib Rizieq sehingga ABI-III sukses bagi semua pihak dan menakjubkan dunia. Saran penutup saya adalah berhentilah mengadakan “demo2” tandingan sebab tidak “ngefek” apa-apa dan hanya buang-buang duit. Toh tidak akan bisa sebanding dengan ABI yang lahir karena panggilan genuine, bukan panggilan rekayasa atau komersiil. Semoga pandangan ini bermanfaat dan dipahami positif semua pihak sebagai pembelajaran.” 
 
Demikian ungkapan Fuad Bawazier yang jujur memberikan apresiasi dan menobatkan Habib Rizieq sebagai tokoh utama umat Islam sekarang. 
 
Kini bagaimana muara akhir kasus Penistaan Alquran oleh Gubernur DKI Ahok di tengah dalam kunjungan kerjanya di Pulau Seribu (27/9), khususnya setelah melewati peristiwa kolosal 212? 
 
Saat laporan ini ditulis (13/12) baru saja usai Sidang Perdana Ahok dalam kasus Penistaan Alquran di PN Jakarta Utara. Dari jalannya sidang dengan mendengar pembacaan para pembela Ahok, terasa kuat sikap penolakan Ahok melalui pengacaranya yang berjumlah 34 orang itu. Jika pengadilan ini membebaskan Ahok—kendati keputusan hal serupa melalui yurisprudensi, sudah sangat gamblang Ahok harus dijatuhi hukuman dan masuk penjara – maka peringatan Habib Rizieq beberapa menit seusai Presiden Joko memberikan sambutan di Panggung Utama Monas 2/12, yang ia katakan,” Jika Ahok dibebaskan maka akan terjadi revolusi di negeri ini.” 
 
Kiranya peringatan ini harus menjadi perhatian rezim Presiden Joko, khusunya Hakim Pengadilan Ahok. Peringatan itu bukanlah ancaman pribadi Habib Rizieq seperti halnya jamaah shalat Jumat Monas yang datang jutaan orang itu bukanlah atas undangan pribadi Habib Rizieq melainkan—genuine, kata Fuad Bawazier—datang atas kehendak nurani mereka sendiri. Revolusi pun akan datang menerpa dengan sendirinya. Wallahu a’lam bissawab

[Suara-Islam.Online]

Habib Rizieq: Negara Wajib Hormati Fatwa MUI

FPI Online, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab menilai kebijakan Walikota Makassar dan Depok serta Pemkot Bandung sudah benar dengan melarang pemaksaan pegawai Muslim untuk memakai atribut natal sesuai fatwa MUI No 56 tahun 2016.
 
"Para Walikota dan Kapolres tersebut sudah benar secara hukum agama maupun hukum negara," jelas Habib Rizieq, Rabu (21/12/2016).
 
Ia pun mempertanyakan, kenapa Presiden marah? "Lalu kenapa Menko Polhukam dengan sinis dan angkuh menyatakan bahwa MUI tak akan bisa keluarkan fatwa sembarangan lagi? Dan kenapa pula Kapolri nekat menyatakan bahwa fatwa MUI bukan hukum positif?" ujarnya.
 
"Kenapa Presiden dan Menko Polhukam serta Kapolri harus terprovokasi dengan ocehan politisi PDIP dan Komnas HAM serta aktivis LSM komprador Hendardi sehingga salahkan Walikota dan Kapolres serta MUI?" tambah Habib Rizieq.
 
Menurutnya, Presiden harus menghargai Fatwa MUI tentang hukum agama Islam, karena itu domain MUI, bukan domain Presiden. "Dan Menko Polhukam jangan asal tuduh bahwa MUI berfatwa sembarangan, karena itu penghinaan terhadap Ulama! Kapolri juga jangan rendahkan fatwa MUI, karena fatwa MUI selaras dengan konstitusi!" tegas Habib Rizieq.
 
Ia mengingatkan, hukum positif sebagai rujukan negara sementara fatwa MUI rujukan agama. Dan Indonesia adalah negara tauhid berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.
 
"Jadi, Indonesia adalah negara beragama, bukan negara komunis, karenanya negara wajib hormati fatwa MUI," tandas Habib Rizieq. [Suara-Islam.Online]

Selasa, 13 Desember 2016

KH Sobri Lubis : Ada yang Ingin Menghabisi Habib Rizieq


FPI Online, Bandung - Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), KH Sobri Lubis mengungkapkan pihaknya mendapatkan informasi jika ada pihak-pihak yang ingin menghabisi imam besar FPI, Habib Rizieq. Oleh karena itu, saat ini pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap yang bersangkutan, demikian Republika memberitakan 12 Desember.

"Saya mendapat informasi untuk Habib Rizieq agar waspada karena ada yang ingin menghabisi Habib," ujarnya saat memberikan ceramah di mesjid Pusdai Kota Bandung dalam acara Gerakan Shalat Subuh berjamaah, Senin (12/12).

Menurutnya, Habib Rizieq menjadi sasaran dikarenakan yang bersangkutan disebut-sebut menjadi tokoh yang membangkitkan kembali gerakan umat Islam. Sehingga, betul-betul disorot.

Ia menuturkan, saat ini Habib Rizieq tidak bisa mengikuti kegiatan gerakan shalat subuh berjamaah. Sebab masih dalam keadaan sakit. "Beliau lima hari di rumah sakit, sekarang sudah pulang tapi masih demam," katanya.

Ribuan warga hingga pukul 03.00 WIB terus menerus memadati mesjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (12/12). Mereka hendak mengikuti gerakan shalat subuh berjamaah dan shalat malam bersama.

Sumber : rol

Energi Surat Al-Maaidah Ayat 49

1. PERINTAH TERAPKAN HUKUM ALLAH SWT DALAM KEHIDUPAN MANUSIA.

2. TIDAK BOLEH MENGIKUTI HAWA NAFSU MANUSIA.

Al-Maaidah ayat 50

1. YANG MENOLAK HUKUM.ALLAH SWT BERARTI MENGINGINKAN HUKUM JAHILIYYAH.

2. TIDAK ADA HUKUM YANG LEBIH BAIK DARIPADA HUKUM ALLAH SWT.

Al-Maaidah ayat 51

1. TIDAK BOLEH MENJADIKAN ORANG YAHUDI & NASHRANI SEBAGAI PIMPINAN UMAT ISLAM.

2. MUSLIM YANG SENGAJA MENJADIKAN NON MUSLIM SEBAGAI PEMIMPINNYA TERMASUK GOLONGAN SI PEMIMPIN YANG DIPILIH DAN TERMASUK ORANG ZALIM.

http://www.habibrizieq.com/2016/12/energi.html

Minggu, 11 Desember 2016

Siapa Dibalik Kesuksesan Sound System Aksi 212 ... ???

Salah satu Komitmen POLRI dengan GNPF MUI dalam Aksi 212 adalah memfasilitasi Sound System yang bisa menjangkau seluruh peserta Aksi di sudut mana pun mereka berada.

POLRI menepati janji dengan menyewa Sound System ke satu perusahaan di Jakarta, hanya saja fasilitas yang dipersiapkan hanya jangkauan kekuatannya untuk sekitar 200 ribu orang, karena POLRI sejak awal hingga H -1, memperkirakan peserta Aksi 212 hanya sekitar 200 ribuan.

Walau pun GNPF MUI sudah mengingatkan kemungkina bpeserta berlipat dari Aksi 411, tapi POLRI tidak percaya, apalagi setelah sebelumnya sudah digembosi POLRI di berbagai daerah.

Karenanya, GNPF MUI sesuai Amanat Pembina agar tidak serahkan masalah Sound ke pihak lain karena rawan sabotase, atau sekurangnya rawan rendah dan lemahnya jangkauan, maka membentuk Divisi Soun System tersendiri.

Di malam Jum'at sebelum Aksi 212 terbukti, Tim Sound yang disewa POLRI saat pengecekan jangkauan suara hanya mencakup sepertiga Monas, karena memang disiapkan hanya untuk menjangkau 200 ribuan peserta.

Sempat terjadi debat antara Tim Sound yang disewa POLRI dengan Divisi Sound GNPF MUI. Akhirnya saat itu juga diputuskan Sound System diambil alih Diviso Sound GNPF MUI yang memang sudah siap dari jauh-jauh hari dengan Tekhnologi Sound System Tingkat Tinggi.

Perangkat Sound System sewaan dibiarkan terpasang di lokasi Monas, tapi tidak digunakan. Divisi Sound GNPF MUI memasang peralatan canggih yang jangkaunnya tidak hanya seluruh Lokasi Monas, tapi juga mencapai Gambir - Harmoni dan Balai Kota - Senen hingga Patung Kuda - Bunderan HI.

Disini, Divisi Sound GNPF MUI tidak bersedia dibuka identitas mereka dan tidak pula mau merincikan rahasia peralatan canggih yang mereka gunakan, tapi mereka siap turun lagi kapan saja diperlukan untuk perjuangan Islam.

Dengan demikian jelaslah, siapa sebenarnya yang berada di belakang kesuksesan Sound System Aksi 212.

ALHAMDULILLAAH ...,
ALLAH SWT MENGGERAKKAN SEJUMLAH AHLI TEKHNOLOGI SOUND SYSTEM TINGKAT TINGGI MEMBANTU GNPF MUI.

MEREKA BUKAN PEDAGANG

TAPI TIM SOUND YANG IKHLAS & TANGGUH

MEREKA TIDAK MAU DISEBUT IDENTITASNYA KARENA HANYA MENGHARAP RIDHO ALLAH SWT

HASIL KERJA MEREKA
SELURUH PENJURU LOKASI AKSI 212 DAPAT MENDENGAR DZIKIR, SHOLAWAT, DOA, TAUSIYAH, KHUTBAH DAN SHALAT JUM'AT SERTA QUNUT NAZILAHNYA

SEMOGA ALLAH SWT SELALU MEMBERKAHI MEREKA

Sabtu, 10 Desember 2016

Stop Riba ... !!!

STOP RIBA ... !!!


RIBA ITU DOSA BESAR
RIBA ITU SUMBER PETAKA

SEGERA TARIK SEMUA UANGMU DARI BANK RIBA MANA PUN

APALAGI BANK RIBA MILIK ASING & ASENG

AYO ... LAWAN RIBA ... !!!


Khutbah Habib Rizieq Syihab Saat Aksi Bela Islam lll

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, bertindak sebagai khatib shalat Jumat pada aksi super damai  212 (tanggal 2 Desember) yang digelar di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Umat Islam yang diperkirakan berjumlah ratusan ribu orang itu menggelar salat Jumat di tengah hujan.

Dalam khotbahnya, Habib Rizieq menyampaikan kewajiban setiap muslim dalam menjalankan dan mengamalkan Alquran. "Jangan memperolok-olok Alquran. Barang siapa memperolok Alquran, maka dia adalah murtad," ucap Rizieq, Jumat (2/12/2016).

Khotbah Rizieq juga didengarkan oleh Presiden Jokowi yang ikut menunaikan salat Jumat bersama jemaah lainnya. Saat mendengarkan khotbah Rizieq, Jokowi sedang berteduh di dalam tenda bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian ada di atas panggung bersama Rizieq dan para ulama lain yang menjadi pimpinan dalam demo 2 Desember.

"Dia (Alquran) merupakan jantung Islam. Hari ini jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk menghancurkan kebinekaan. Mereka datang untuk membela Alquran, untuk menegakkan hukum," ucap Habib Rizieq.

Suaranya yang tegas menggelegar membuat hati tersentak dan tersadar bahwa hukum Allah-lah yang paling tinggi. Ungkapan tersebut pantas disematkan ke sosok Habib Riziq, dimana dalam Khutbah Jumat pada aksi 212 membuat peserta merinding.

Ketegasannya mengingatkan akan sosok Umar Bin Khattab RA yang tak pernah takut untuk memyuarakan kebenaran. Sungguh sosok Habib Rizieq adalah sosok ulama yang langka.

Meski harus berkhotbah di depan Presiden dan wakil Presiden, tanpa ragu Habib Rizieq meminta keadilan dan penegakan hukum bagi Sang penista agama. Habib juga berkata bahwa umat Islam adalah umat yang cinta damai tetapi lebih cinta pada Al Quran.

"Indonesia akan bisa lebih damai jika tak ada aliran sesat, tak ada liberalisasi. Serta penegakakan hukum yang benar-benar adil," katanya.

Hal yang membuat jamaah terharu, ketika Habib mendoakan keselamatan bagi saudara-saudara muslim di Suriah, Rohingya, Palestina, Thailand, Afrika dan lainnya.

Dan suasana semakin syahdu ketika Imam Salat mendoakan saudara-saudaranya yang tertindas di berbagai belahan bumi. Terasa sekali doa itu sangat menyentuh hati, sang Imam Salat berdoa sambil menangis.

Mirip betul dengan doa-doa yang dipanjatkan Ustaz Arifin Ilham, yang mana massa aksi juga tak bisa menahan tangisnya.

Kesyahduan itu benar-benar menggetarkan jiwa-jiwa yang masih memiliki segenggam iman. Salat Jumat di tengah rintikan hunan semakin meluruhkan seluruh kesombongan. Rintikan hujan itu seakan pertanda bahwa semesta alam turut tertunduk pasrah kepadanya.

"Karena berdoa di kala hujan turun insya Allah makbul. Terlebih lagi ini hari Jumat. Dan doa ini adalah doa dari para mujahid yang ikhlas berjuang membela kitab suci-Nya dari seluruh penjuru negeri. Mereka mujahid dan musafir yang makbul doanya. Ya Allah, berkahilah negeri kami. Berikanlah kami para pemimpin yang takut kepada-Mu. Rekatkanlah ukhuwah ini hingga akhir zaman, selamatkanlah kami dari kezhaliman manusia-manusia sombong," tutur Habib Riziq.

Untuk mendengar langsung KHOTBAH JUMAT HABIB RIZIEQ (AKSI BELA ISLAM 212) DI HADAPAN JOKOWI DAN KAPOLRI silakan putar video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=zJxV_dR-IoY

Gus Sholah Bantah Ikut Yayasan Peduli Pesantren Hary Tanoe

Konferensi pers Gus Sholah tak bersedia jadi pengawas "YAYASAN PEDULI PESANTREN" yang diketuai Harie Tanoesudibjo. Ini sekaligus klarifikasi bahwa Gus Sholah tak pernah jadi pengurus tapi tiba-tiba diumumkan sebagai pengurus.

Kamis, 08 Desember 2016

Sosok Imam Shalat Jum'at 212 di Monas

Tidak Diliput Media, Inilah Sosok Imam Shalat Jum'at 212 di Monas

Salah satu kesan mendalam yang dialami jutaan kaum Muslimin dalam Aksi Super Damai Bela Islam III atau Aksi 212 di Monas Jakarta pada Jum'at (2/12/16) adalah shalat Jum'atnya. Banyak yang mengaku, itulah shalat Jum'at paling berkesan seumur hidup.

Jutaan tetes air dari langit disertai angin tidak membuat kaum Muslimin beranjak dari tempat duduknya. Semuanya setia menanti shalat Jum'at yang disebut sebagai shalat Jum'at paling banyak jamaahnya di seluruh dunia itu.

Semua peserta aksi 212 pasti mengingat momen shalat Jum'at hari itu. Suara merdu sang imam melantunkan surat Al-Maidah ayat 49 sampai 54 sangat bertenaga. Menghunjam nurani.

Jutaan kaum Muslimin shalat dengan begitu tenang, meski air hujan membasahi sekujur badan. Kesan itu semakin mendalam saat imam membaca Qunut Nazilah yang amat panjang, hampir 30 menit.

Siapakah imam dalam shalat Jum'at 212 di Monas kala itu?

"Mengenal beliau saja, dada kami sudah berdegup kencang." tulis Ahmad Taufiq J di akun fesbuknya.

Netizen yang menetap di Kabupaten Tangerang ini kerap mengikuti shalat bersama sang Imam Jum'at 212 di Pesantrennya, daerah Bogor Jawa Barat.

"Jika sedang berada dalam jarak dekat, sangat terasa ruhiyahnya. Di malam-malam saat kami qunut dan doa khatmil Qur'an pada malam 29 atau 30 Ramadhan beberapa tahun yang lalu, senantiasa menyisakan kerinduan membersamai para Hafizh Qur'an di Pesantren yang ia pimpin di Bogor," lanjutnya sampaikan kesaksian.

Sang Imam memang dikenal dengan doa-doanya yang panjang dalam Bahasa Arab. Doa yang menguras deras air mata saat mendoakan perjuangan kaum Muslimin di berbagai belahan dunia.

"Yang khas adalah doa-doanya yang panjang dan mendalam dalam Bahasa Arab. Ada emosional yang berbeda. Dengan sorban hijau nan wangi yang sering ia kenakan," pungkas Taufiq sampaikan kesaksian.

Beliau adalah KH M Nasir Zein, Lc, MA, Pimpinan Pondok Pesantren Rafah Bogor Jawa Barat. [Tarbawia/Om Pir]

Sabtu, 03 Desember 2016

Terimakasih & Penghargaan

TERIMA KASIH & PENGHARGAAN

GNPF MUI dengan penuh rasa mahabbah dalam suasana Haru Biru secara tulus dan ikhlas menyampaikan berjuta Terima Kasih dan Penghargaan yang tinggi kepada segenap Umat Islam yang telah ikut serta mendukung Aksi Bela Islam 1 dan 2 serta 3 dalam bentuk apa pun.

Khususnya Terima Kasih kepada para Habaib dan Ulama serta Tokoh Islam dari berbagai kalangan dan elemen bangsa yang telah ikut membimbing dan menyemangati umat Islam untuk mensukseskan Aksi Bela Islam 3 pada hari Jum'at 2 Desember 2016.

Begitu juga kepada segenap Tim Medis, Hukum, Humas, Logistik, Sound Sistem, Perlengkapan, Pengamanan, Kebersihan, Dokumentasi, Informasi, Komunikasi, Media, dan lain sebagainya yang telah bekerja keras mensukseskan Aksi Bela Islam.

Setiap bentuk dukungan anda, mulai dari Doa hingga Pengorbanan Harta Benda dan Jiwa Raga telah menjadi Energi Kekuatan yang luar biasa mengobarkan semangat juang Umat Islam pada umumnya dan semangat kerja seluruh Divisi GNPF MUI pada khususnya selaku panitia pemegang amanat umat.

Terima Kasih yang besar juga kami sampaikan kepada TNI dan POLRI yang pada akhirnya justru mendukung dan ikut serta dalam Aksi Bela Islam 3 : 212, bahkan turut memfasilitasinya.

Terima Kasih yang tidak kalah besar kami sampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden serta jajaran kabinetnya yang pada akhirnya ikut Shalat Jum'at bersama Umat Islam di Monas, bahkan menyapa dan berterima kasih serta mengapresiasi kedamaian dan ketertiban Umat Islam dalam Aksi Bela Islam 3.

Semoga Allah SWT memberkahi Indonesia dengan tegak Syari'at-Nya sepanjang zaman di NKRI.