Tampilkan postingan dengan label Hisbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hisbah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

FPI Dan Umat Islam Abaikan Provokasi Preman Bayaran Pendukung ahok



FPI Online, Jakarta - Laskar FPI bersama ribuan umat islam dari berbagai ormas mengawal persidangan ahok hari ini di gedung pertanian ragunan jakarta selatan, sejak pagi anggota FPI dan berbagai ormas sudah mengepung area yang menjadi tempat persidangan ahok.

Walau sempat diprovokasi oleh pendukung ahok namun FPI dan sejumlah ormas tetap tidak menghiraukan profokasi yang dilakukan preman bayaran pendukung ahok.

FPI bersama ormas gabungan tetap fokus mengawal jalannya persidangan si penista agama, kalimat kotor dan provokatif yang dilontarkan pendukung ahok tidak dihiraukan.

Andi, salah satu laskar FPI mengatakan "kalau kita lawan provokasi yang dilakukan oleh preman bayaran ahok, pasti mereka akan kocar kacir lari tunggang langgang, mereka cuma sedikit tapi kurang ajar terhadap kita"

Ketika ditanya mengapa mereka berani kurang ajar.? Andi menambahkan. "Mereka sengaja melakukan provokasi agar kita menyerang mereka, begitu kita menyerang mereka maka wartawan bayaran ahok bersiap untuk mengambil gambar dan membully kita melalui media, sehingga berita persidangan ahok berubah menjadi pemberitaan FPI anarkis, itulah opini biadab mereka" jelas andi.

Rabu, 28 Desember 2016

Baru Tiga Hari Berdiri, Agen Miras di Kalimalang digrebek Laskar FPI

FPI Online, Bekasi -Peredaran minuman beralkohol di wilayah Bekasi makin merajalea. Meski sering dirazia oleh FPI dan aparat kepolisian, para pengusaha dan pedagangnyapun tak juga jera.

Sekitar tiga hari yang lalu, kembali berdiri sebuah tempat usaha pensuplai minuman keras ke sejumlah warung pengecer. Agen miras tersebut terletak di pinggir Jalan Raya Kalimalang, tepatnya di sebelah pool PO bus Sinar Jaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Pada siang hingga sore hari tadi, Rabu (28/12), belasan orang Laskar MACAN LPI Cikarang Barat bersama sekitar tujuh personel aparat kepolisian setempat mendatangi gudang penyimpanan miras yang diketahui adalah milik Ericksen Pasaribu (56), pria kelahiran Taput yang berdomisili di Desa Tridaya Sakti, Kabupaten Bekasi.

Deni Pranata, Wakil Qoid (Ketua-red) MACAN LPI Cikarang Barat menuturkan bahwa selama tiga hari sejak gudang tersebut berdiri ,sejumlah laskar telah melakukan pemantauan aktivitas transaksi miras yang dilalukan secara terang-terangan.

" Lokasi baru dibangun sekitar tiga harian dan langsung diintai". Ungkap Deni.

Puncaknya pada siang hari tadi, saat salah seorang laskar tengah melintas mendapati sebuah mobil tengah menurunkan puluhan dus miras di tempat tersebut. Melihat aktivitas transaksi miras yang dilakukan secara terang-terangan itu, laskar kemudian langsung menghubungi aparat melalui telepon agar segera mengambil tindakan.

"Pas tadi laskar lihat lagi nurunin barang. Kita langsung telpon polsek". Tambahnya.

Tak lama kemudian, rombongan personel polisi dari Polsek Cikarang Barat dan laskar FPI mulai berdatangan ke lokasi. Mereka lalu memeriksa seisi gudang tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan, didapati ratusan dus miras dari berbagai jenis dan merk. Stok miras yang sedianya akan disuplai ke sejumlah pengecer itupun diamankan oleh aparat kepolisian.


Minggu, 25 Desember 2016

Lokasi Sidang Ahok Dipindah, FPI: Kemana Saja Kita Kawal

FPI Online, Jakarta - Perubahan lokasi sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ditanggapi santai oleh Front Pembela Islam (FPI).

Dimanapun digelar, FPI mengaku siap untuk terus mengawal jalannya persidangan.

"Prinsipnya, kita akan kawal kemana saja sidang itu digelar," kata Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) DKI jakarta, ustaz Novel Bamukmin dilansir JPNN, Jumat (23/12).

Hanya saja, lanjut ustaz Novel, pihaknya sedikit menyangkan keputusan yang dibuat oleh Mahkamah Agung tersebut. Sebab, terkesan adanya perlakuan istimewa kepada Ahok.

"Kita keberatan atas pengistimewaan. Ya nanti kita lihat prakteknya gimana, pengistimewaan itu untuk pihak siapa," ujarnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) akhirnya resmi memindahkan lokasi persidangan Ahok ke Ruang Auditorium Kementerian Pertanian di Jalan MR Haryono Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kabiro Hukum dan Humas MA, Ridwan Masur mengatakan, pemindahan lokasi persidangan Ahok atas permintaan Kejati DKI dan Polda Metro Jaya.

Alasannya, agar dapat menampung lebih banyak pengunjung sidang dan meminimalisir adanya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas).

"Ya benar lokasi persidangan telah dipindahkan ke Kementerian Pertanian di Pasar Minggu," kata Ridwan.

[Suara-Islam.Online]

Kamis, 15 Desember 2016

FPI Bekasi Raya Kembali "Memburu" Penusaha Intoleran Yang Mengintruksikan Karyawan Kenakan Topi interklas

FPI Online, Bekasi - Sepuluh hari menjelang hari raya Natal, sejumlah pengusaha Nasrani membuat kebijakan yang meresahkan masyarakat khususnya Umat Islam, seperti di wilayah Bekasi. Setelah Rabu kemarin (14/12) perwakilan tim FPI Bekasi Raya menegur manajemen PT Honda Mitra Jatiasih yang memaksa pegawainya memakai topi Sinterklas, hari ini kembali FPI Bekasi mendapat laporan mengenai adanya salah satu restoran kuliner yang melakukan hal serupa.

Restoran "Mie Ayam Simpur" yang beralamat di Jalan Kemang Pratama, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi sudah seminggu terakhir ini para pekerjanya terpantau mengenakan topi Sinterklas. Hal ini berdasarkan laporan salah seorang warga yang bekerja tak jauh dari restoran tersebut.

"Saya pantau pemakaian atribut natal di resto ini sudah diberlakukan selama seminggu lalu. Tempat kerja saya ada di sebelah restoran tersebut (selang 2 ruko). Dan saya sdh bekerja disini selama 5 tahun". Tulis pelapor yang enggan disebut namanya.

Menanggapi laporan tersebut, empat personel FPI dan LPI Bekasi Raya bertindak cepat dengan mendatangi restoran yang dimaksud pada Kamis sore (15/12) sekitar pukul 15.30. Ternyata informasi dari warga bukanlah isapan jempol belaka. Sejumlah karyawan dan karyawati tampak melayani para pelanggan dengan mengenakan topi warna merah ala Sinterklas.

Namun sayangnya saat laskar FPI tiba si pemilik usaha yang diketahui bernama Zulkarnaen Halim sedang tidak berada di restoran miliknya itu. Ia dikabarkan tengah berada di Jakarta.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Timur. Pada siang hari pukul 14.30, Kanit Intel Polsek Bekasi Timur AKP. Triwahyono telah mendatangi restoran tersebut. Polisi mendapati sedikitnya ada tiga orang Karyawati muslimah bernama Pipit, Puput dan Tika tengah mengenakan topi Sinteklas.

AKP. Rikwanto telah memberikan arahan kepada ketiganya untuk melepas atribut Natal yang dikenakannya. Setelah dilepas, para karyawati tersebut dihimbau untuk menolak instruksi pimpinan mereka apabila diminta kembali memakainya dengan cara yang sopan.

Namun arahan dari aparat kepolisian sama sekali tak diindahkan oleh pihak pengusaha. Hal ini dinyatakan oleh Arif, salah seorang anggota LPI setempat, ia menuturkan pada saat laskar FPI datang ke restoran tersebut masih terdapat beberapa pelayan yang memakai topi Sinterklas.
"Iya intinya dia anggap sepele tegoran dari Intel. Begitu FPI yang negor dia pada gerabak-grubuk". Ujar Arif. Kamis (15/12).

Atas saran dari FPI akhirnya seluruh karyawan lantas melepas topi Sinterklas yang mereka kenakan.
Sementara laskar FPI terus menunggu si pemilik usaha yang kabarnya tengah dalam perjalanan dari Jakarta menuju lokasi guna menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi memaksa para pegawai muslim di restoran tersebut mengenakan atribut Natal. Akan tetapi hingga pukul 18.30 pemilik restoran tak juga datang.

Karena terlalu lama menunggu , laskar FPI memutuskan untuk meninggalkan restoran dan bertolak menuju Mapolsek Bekasi Timur. Kepada aparat kepolisian FPI mendesak agar aparat mengambil langkah tegas terhadap pemilik usaha agar tidak sewenang-wenang memaksa pegawainya yang muslim untuk memakai atribut Natal.

Setelah berdialog dengan Kanit Intel Posek Bekasi Timur, akhirnya pihak aparat kepolisian memutuskan untuk mempertemukan pihak FPI dengan managemen restoran. Rencananya besok hari Jumat (16/12) selepas sholat Jumat kepolisian akan memediasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan kasus intoleransi ini.

Sabtu, 10 Desember 2016

Khutbah Habib Rizieq Syihab Saat Aksi Bela Islam lll

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, bertindak sebagai khatib shalat Jumat pada aksi super damai  212 (tanggal 2 Desember) yang digelar di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Umat Islam yang diperkirakan berjumlah ratusan ribu orang itu menggelar salat Jumat di tengah hujan.

Dalam khotbahnya, Habib Rizieq menyampaikan kewajiban setiap muslim dalam menjalankan dan mengamalkan Alquran. "Jangan memperolok-olok Alquran. Barang siapa memperolok Alquran, maka dia adalah murtad," ucap Rizieq, Jumat (2/12/2016).

Khotbah Rizieq juga didengarkan oleh Presiden Jokowi yang ikut menunaikan salat Jumat bersama jemaah lainnya. Saat mendengarkan khotbah Rizieq, Jokowi sedang berteduh di dalam tenda bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Wiranto.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian ada di atas panggung bersama Rizieq dan para ulama lain yang menjadi pimpinan dalam demo 2 Desember.

"Dia (Alquran) merupakan jantung Islam. Hari ini jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk menghancurkan kebinekaan. Mereka datang untuk membela Alquran, untuk menegakkan hukum," ucap Habib Rizieq.

Suaranya yang tegas menggelegar membuat hati tersentak dan tersadar bahwa hukum Allah-lah yang paling tinggi. Ungkapan tersebut pantas disematkan ke sosok Habib Riziq, dimana dalam Khutbah Jumat pada aksi 212 membuat peserta merinding.

Ketegasannya mengingatkan akan sosok Umar Bin Khattab RA yang tak pernah takut untuk memyuarakan kebenaran. Sungguh sosok Habib Rizieq adalah sosok ulama yang langka.

Meski harus berkhotbah di depan Presiden dan wakil Presiden, tanpa ragu Habib Rizieq meminta keadilan dan penegakan hukum bagi Sang penista agama. Habib juga berkata bahwa umat Islam adalah umat yang cinta damai tetapi lebih cinta pada Al Quran.

"Indonesia akan bisa lebih damai jika tak ada aliran sesat, tak ada liberalisasi. Serta penegakakan hukum yang benar-benar adil," katanya.

Hal yang membuat jamaah terharu, ketika Habib mendoakan keselamatan bagi saudara-saudara muslim di Suriah, Rohingya, Palestina, Thailand, Afrika dan lainnya.

Dan suasana semakin syahdu ketika Imam Salat mendoakan saudara-saudaranya yang tertindas di berbagai belahan bumi. Terasa sekali doa itu sangat menyentuh hati, sang Imam Salat berdoa sambil menangis.

Mirip betul dengan doa-doa yang dipanjatkan Ustaz Arifin Ilham, yang mana massa aksi juga tak bisa menahan tangisnya.

Kesyahduan itu benar-benar menggetarkan jiwa-jiwa yang masih memiliki segenggam iman. Salat Jumat di tengah rintikan hunan semakin meluruhkan seluruh kesombongan. Rintikan hujan itu seakan pertanda bahwa semesta alam turut tertunduk pasrah kepadanya.

"Karena berdoa di kala hujan turun insya Allah makbul. Terlebih lagi ini hari Jumat. Dan doa ini adalah doa dari para mujahid yang ikhlas berjuang membela kitab suci-Nya dari seluruh penjuru negeri. Mereka mujahid dan musafir yang makbul doanya. Ya Allah, berkahilah negeri kami. Berikanlah kami para pemimpin yang takut kepada-Mu. Rekatkanlah ukhuwah ini hingga akhir zaman, selamatkanlah kami dari kezhaliman manusia-manusia sombong," tutur Habib Riziq.

Untuk mendengar langsung KHOTBAH JUMAT HABIB RIZIEQ (AKSI BELA ISLAM 212) DI HADAPAN JOKOWI DAN KAPOLRI silakan putar video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=zJxV_dR-IoY