Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Jika Aliran Syiah Kafir, Mengapa Masih Boleh Di izinkan Berhaji?


Jika Paham Syiah Kafir, Mengapa Masih Diizinkan Berhaji?


 syiah haji ke mekkah

Assalamu’alaykum.. Ustadz, apakah masih bolehnya orang syiah berhaji ke mekkah bisa menjadi dasar bahw syiah tidak kafir, krn orang kafir tdk boleh masuk mekkah. Apakah syiah zaidiyyah dan ja’fariyah masih bagian dari islam? Apakah syiah Rafidhah telah kafir secara mutlak? Mhn penjelasan. Syukron.

Dari: Abu Tsuraya

Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertanyaan ini mungkin menjadi tanda tanya besar sebagian orang. Terutama yang pernah membaca berita tentang syiah. Jika memang syiah kafir, mengapa masih diizinkan untuk berhaji? Mengapa masih diizinkan untuk masuk masjidil haram? dst.

Dan mungkin karena alasan inilah, sebagian orang meragukan kekufuran syiah. Benarkah syiah itu kafir? Sebagian mengatakan kafir, sebagian belum tega menyatakan kafir. Namun, dengan munculnya perbedaan ini, setidaknya kita bisa mengambil kesimpulan, sejatinya kaum muslimin telah sepakat bahwa syiah adalah sesat. Hanya saja mereka berbeda pendapat, apakah kesesatan syiah sudah sampai pada tingkat layak dikafirkan ataukah belum. Ini bagian penting yang perlu kita catat.

Kita kembali pada inti pertanyaan, jika syiah kafir, mengapa syiah masih diizinkan untuk berhaji dan mendatangi tanah suci?

Ada beberapa pendekatan untuk menjawab pertanyaan ini,

Pertama, kaum muslimin sepakat bahwa syiah adalah sesat. Kami tidak perlu menyebutkan bukti akan hal ini, karena sudah terlalu banyak. Dan kesesatan syiah bertingkat-tingkat. Karena sekte syiah terpecah berkeping-keping menjadi sekian banyak sekte. Ada yang dianggap mendekati ahlus sunah, ada yang pertengahan, bahkan ada yang memiliki ajaran berbeda dengan berbagai prinsip ajaran islam.

Diantara sekte syiah yang dinyatakan paling dekat dengan ajaran islam dari pada sekte lainnya adalah syiah zaidiyah, yang banyak tersebar di Yaman. Sekte ini tidak mengkafirkan sahabat, dan banyak bersebarangan dengan sekte imamiyah di Iran. Karena itu ada sebagian orang yang menolak ketika zaidiyah disebut syiah. Zaidiyah sangat berbeda dengan syiah. (simak Al-Farq baina Al-Firaq, 1/15).

Disamping itu, tidak semua orang syiah paham tentang islam dan inti ajaran islam. Bahkan bisa jadi, sebagian besar hanyalah korban ideologi sesat. Sebagaimana layaknya PKI masa silam. Kita yakin, tidak semua para petani tebu paham apa itu komunis, tahunya hanya ikut kumpul-kumpul dan dipanasi untuk melawan pemerintah.

Kami menduga kuat, sebagian besar orang syiah hanya korban ideologi. Masyarakat syiah sampang, bisa jadi, mereka sama sekali tidak paham dan tidak tahu menahu apa itu syiah, apa itu aqidah imamiyah. Mereka hanya didoktrin: cinta ahlul bait.. cinta ahlul bait… dan selain kelompok mereka, divonis membenci ahlul bait.

Memahami latar belakang ini, Iran menjadi negara yang sangat eksklusif. Tidak semua chanel TV bisa diakses di Iran. Karena pemerintah sangat khawatir, masyarakatnya terpengaruh dengan dakwah islam yang disiarkan melalui TV satelit. Demikian informasi yang saya dengar dari salah seorang doktor dari Universitas Islam Madinah.

Karena itulah, perlu dirinci antara hukum untuk sekte dan hukum untuk penganut sekte. Para ulama membedakan antara hukum untuk sekte syiah dan hukum untuk penganut sekte syiah. Sekte syiah yang mengajarkan prinsip yang bertentangan dengan inti ajaran islam, seperti mengkafirkan Abu Bakar, Umar, dan beberapa sahabat lainnya. Atau menuduh A’isyah radhiyallahu ‘anha berzina. Sekte semacam ini dihukumi kafir. Karena dengan prinsip ini, menyebabkan orang menjadi murtad, keluar dari islam.

Demikian pula hukum untuk penganut syiah. Pendapat yang tepat dalam hal ini, tidak menyama-ratakan hukum mereka. Bisa jadi ada sebagian diantara mereka yang memahami bahwa ajaran syiah itulah islam. Seperti kesaksian 3 wanita syiah yang taubat di atas. Sejak lahir hingga besar, yang dia tahu bahwa islam adalah apa yang mereka dengar di lingkungannya.

Lebih dari itu, mereka yang datang ke tanah suci, tidak diketahui dengan pasti aqidahnya. Mereka datang dengan passport resmi negara. Dan akan sangat tidak memungkinkan untuk ngecek satu-satu aqidah setiap orang yang datang ke tanah suci. Bisa dipastikan, semacam ini tidak mungkin dilakukan.
Sebagai gambaran yang lebih mendekati, dukun termasuk sosok orang kafir yang gentayangan di manapun. Karena mereka mempraktekkan sihir. Dan di indonesia, dukun yang merangkap kiyai sangat banyak. Bahkan sebagian mereka menjadi pembimbing haji, karena punya banyak pengikut. Secara aturan, mereka terlarang masuk masjidil haram. Tapi bagaimana mereka bisa difilter??

Kedua, mengapa pemerintah Saudi tidak membuat pengumuman besar, syiah dilarang berhaji. Sehingga menjadi peringatan bagi mereka untuk tidak masuk masjidil haram.

Barangkali pertanyaan inilah yang lebih mendekati. Mengapa pemerintah Saudi tidak melarang dengan tegas orang syiah untuk tidak berhaji? Padahal mereka sempat bikin onar di makam Baqi’, dengan mencoba membongkar kuburan A’isyah.

Anak-anak syiah meneriakkan Labbaika ya Husain… (ganti dari labbaik Allahumma labbaik). Mereka mengambili tanah satu kuburan, yang disangka kuburan A’isyah. Mereka ingin membongkarnya, tapi diusir oleh Askar.

Mengapa mereka dibiarkan?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkUt2BRTcr8seCBgdzA9qnryUaYwzflmJC-_-rSjNmJKbD5aNTGeAaaK2qXPnNnTxmPzfvAWBD1EKq15RWFVSEz8_uyco_iaRifOykuFvm07L18aIub3_7aVxWeuV-H8EA9RxITBDNESY/s640/Tragedi+Mina+-+India.jpg

Pembaca yang budiman, anda bisa menilai kebijakan ini.

Pemerintah Saudi memahami bahwa Mekah dan Madinah, bukan semata urusan negara. Tapi urusan kaum muslimin  sedunia. Mereka yang berhaji, yang datang ke tanah suci, tidak hanya muslim ahli tauhid, tapi pembela syirik yang mengaku muslim juga sangat banyak. Karena itulah, banyak situs haji yang disalah gunakan oleh pembela kesyirikan, tetap dibiarkan di Saudi. Pemerintah Saudi menggunakan prinsip toleran. Membongkar situs semacam ini, bisa jadi akan membuat banyak kaum muslimin marah, dan menimbulkan kekacauan. Sungguh aneh, ketika ada orang yang menuduh, pemerintah Saudi ingin menghancurkan kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penjelasan selengkapnya, bisa anda simak di: Fitnah Arab Saudi akan Menggusur Makam Nabi

Kemudian, sejatinya pemerintah Saudi menerapkan politik yang pernah diterapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sekte syiah adalah sekte sesat. Terutama sekte Syiah Iran, yang mengkafirkan seluruh sahabat dan kaum muslimin. Mereka mayakini Al-Quran tidak otentik dan telah diubah. Bahkan salah satu tokohnya: At-Thibrisy, menulis satu buku untuk membuktikan bahwa Al-Quran yang dipegang kaum muslimin tidak otentik. Buku itu berjudul: فصل الخطاب في تحريف كتاب رب الأرباب [Kalimat pemutus tentang adanya penyimpangan dalam kitab Tuhan]. Dia menyebutkan berbagai sumber syiah untuk meyakinkan umat bahwa Al-Quran yang ada di tangan kaum muslimin telah dipalsukan sahabat. (Maha Suci Allah dari tuduhan keji mereka). Sementara itu, mereka memiliki prinsip taqiyah, berbohong untuk mencari aman. Sehingga tidak mungkin bisa ditangkap dengan bukti yang terang.

Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, keadaan yang paling mirip dengan mereka adalah orang munafik. Ketika berkumpul bareng kaum muslimin, mereka sok muslim, ikut shalat jamaah, ikut jihad, menampakkan dirinya sebagaimana layaknya muslim. Begitu mereka kumpul dengan sesama munafik, baru mereka menampakkan kotoran hatinya, dan upayanya untuk menghancurkan islam. Allah berfirman tentang mereka,

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا

Mereka orang-orang munafik mengatakan: “(Kewajiban Kami hanyalah) taat”. tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. cukuplah Allah menjadi Pelindung. (QS. An-Nisa: 81)

Kita tidak boleh berpikiran, bisa jadi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tahu siapa saja orang munafik. Kita tidak boleh berpikir demikian. Karena berarti kita suudzan kepada Allah. Bagian dari penjagaan Allah kepada Nabi-Nya adalah dengan memberikan informasi siapa saja musuh beliau, termasuk musuh dalam selimut, yaitu orang munafik. Allah menurunkan beberapa wahyu dan ayat yang menjelaskan siapa mereka. Ayat semacam ini diisitilah dengan ayat atau surat Fadhihah. (simak Tafsir At-Thabari 14/332, Ibn Katsir 4/171, dan Tafsir Al-Baghawi 4/7)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu siapa saja mereka, dan bahkan ada sahabat yang tahu siapa saja munafik di Madinah. Diantaranya adalah Hudzaifah ibnul Yaman. Beliau diberitahu oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beberapa nama orang munafik di Madinah. Dan karena inilah, Hudzaifah digelari dengan Shohibu sirrin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (pemilik rahasia nabi).

Pertanyaan yang mendasar, mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tidak mengusir orang munafik itu dari Madinah? Mengapa beliau tidak memerangi atau bahkan membiarkan mereka tetap berkeliaran di Madinah?

Umar berkali-kali menawarkan diri untuk membunuh gembong munafik Abdullah bin Ubay bin Salul. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melarang beliau dan mengatakan,

دَعْهُ لَا يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّ مُحَمَّدًا يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ

“Biarkan dia, jangan sampai manusia berkomentar bahwa Muhammad membunuh sahabatnya.” (HR. Bukhari 4905, Muslim 2584, Turmudzi 3315, dan yang lainnya).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membunuh mereka, tidak mengusir mereka, dalam rangka menghindari dampak buruk yang lebih parah. Membiarkan mereka di keliaran di Madinah, dampaknya lebih ringan dari pada membantai mereka.

Anda tidak boleh mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membiarkan mereka keluar masuk masjid nabawi, itu bukti bahwa orang munafik BUKAN orang kafir. Kalau mereka bukan orang muslim, kan seharusnya mereka tidak boleh masuk tanah suci Madinah? Jelas ini adalah kesimpulan 100% salah.
Kebijakan itulah yang ditempuh pemerintah Saudi. Apa yang akan dikatakan muslim seluruh dunia ketika pemerintah Saudi melarang seluruh orang syiah Iran berangkat haji??

Dengan demikian, tidak ada hubungannya antara kehadiran syiah ke tanah suci dan keikut-sertaan mereka dalam ibadah haji, dengan status aqidah mereka yang dinilai kafir oleh para ulama.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

MENGHADAPI KEBANGKITAN PKI | Oleh Alfian Tanjung


MENGHADAPI KEBANGKITAN PKI

Sikap ngeyel dan serius dari Kawan Yasona merupakan indikasi kuat di tingkat kepresidenan sangat akomodatif bahkan sangat wecome untuk mengawal comebacknya PKI.

Sejak tahun 1993 gerakan Mahasiswa Komunis SMID bermetamorfosis menjadi FORKOT, JARKOT, FIM, FAM & FMN juga LMND, gerakan Pelajar Komunis API, AFRA dan BAJAK, Gerakan Buruh Komunis SBSI (zaman PKI S"O"BSI), Jurnalis prokomunis/PKI, Budayawan DEKRA (dulu LEKRA), wiji Thukul dan Hanung Bramnathyo, Gerwani Baru Srikandi Demokrasi Indonesia (bentukan Gerwani Ribka Tjiptaning), Serikat Tani , STN (dulu BTI) dan beragam tampilan lainnya seperti PRD/PKI baru PKI lama sedang menyiapkan kongresnya yang ke 11 pada 2015 ini. Kongres ke 10 didesa Ngabrak Magelang Agustus 2010.

Kelakukan kaum PKI bisa dilihat dari buku harian Dita Indah Sari 1996 "well partai yang telah terkubur 31 tahun yang lalu akan kita dihidupkan kembali", Pembakaran KPUD karawang dan kantor KPU Pusat selepas Pemilu 1999 dan pengepungan kantor Walikota jakarta barat oleh gerombolan gerwani (dengan menggunakan jasa abang becak dari Tangerang), penyerbuan anak HMI dicempaka Putih, oleh kawanan Pemuda Rakyat sambil berteriak Ganyak HMI, pembunuhan seorang ustadz di Cinajur selatan dengan menjerat leher dan membenamkan beliau hidup-hidup 2011, dan serangkaian keganasan watak asli PKI.

Terbitnya buku Aku Bangga Jadi anak PKI (2002), Anak PKI Masuk Parlemen (2005), 50 Tahun anak PKI (2008) dan Pedoman Revolusi Rakyat (2012), bersamaan dengan terbitan dalam dan luar negeri yang "meluruskan" kesadisan dan keganasan PKI seolah-olah gerombolan PKI adalah komuitas orang-orang yang beradab dan sholeh, padahal PKI adalah satuan kaum Atheis yang mengikuti instruksi Lenin dan Stalin ditahun 1965 bergani tuan yang bernama Mao Tse Dong.

Film Lentera merah, Wanita berkalung sorban, biarkan berbeda, tanda Tanya "?" dan senyap adalah sedikit bukti visual kedegilan kaum PKI. Kesimpulan : PKI The Real Come Back !

SEDIKIT DATA AWAL INI BISA MENJADI LANDASAN KERJA KITA MENGHADAPI GEROMBOLAN PKI YANG SEMAKIN BESAR KEPALA, YANG SECEPATNYA KEPALA TERSEBUT HARUS KITA KECILKAN ATAU KITA HANCURKAN DEMI TEGAKNYA PERADABAN YANG BERKETUHANAN DAN BERKEMANUSIAAN.

Sikap Kita : MENYIAPKAN PERLAWANAN DAN WASPADA.

Alfian Tanjung
Ketua Umum GNPI dan Divisi Riset GBN

*dari fb Alfian Tanjung (21/8/2015)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

MASYA ALLAH ! Berikut Rahasia Menakjubkan Di balik Jari jemari



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtR4NVD5cJVGhZNB7j5WSo3GWdcJvrXVpzNsqMkPnkInKRlCsr2P_1U9O4CPxY1hPf2V2sUeHgyVpEMGF64JnSJDgiwcxxj92Dq52pPrWfHkmTnhOPkuKRrbFgLMZILXrcXT3Qs2K0Ik-2/s1600/tangan-kanan.jpg

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin: 65)

Di antara ni’mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaannya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Selain untuk mengambil, meletakkan atau membawa sesuatu bersama telapak tangan jari jemari dapat mengepal, memijit, menggosok, memukul, menonjok, menjitak, memilin, memelintir, meremas, membelai, menusuk, mencengkeram, dan lain-lain.

Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.

Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? (catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb: 

jari kelingking        ==> ada empat ruas
jari manis             ==> ada empat ruas
jari tengah            ==> ada empat ruas
jari telunjuk          ==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari) == > ada tiga  ruas
———————– +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas


Keduanya berfungsi seimbang dan dapat bekerjasama dengan baik untuk kepentingan sang pemilik. Keseluruhan ruas jari ini ini dapat ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga bersama dengan telapak tangan dapat melakukan banyak aktifitas. Bila satu ruas saja bermasalah, pemiliknya pasti akan merasa susah. Jika satu saja jari Anda terkilir, dapat dipastikan Anda akan menjadi repot. Jari jemari yang posisinya seimbang itu dilengkapi dengan kuku-kuku bermanfaat. Dia bisa digunakan untuk mencubit, mengambil barang yang kecil dengan jalan mencabut, jari dan kuku juga berfungsi untuk keindahan.


Kebaikan dan Keburukan Setiap jari – ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking punya aktifitas masing-masing sesuai profesi pemiliknya. Ada yang sering dipakai untuk menjahit, memegang uang, memegang cangkul, mesin, mengetik, dan lain-lain. sesuai dengan jenis kerja pemiliknya. Jari jemari sangat penting bagi para olahragawan yang keahliannya menggunakan tangan dan para seniman yang berkarya dengan jemarinya.. Aktifits jari jemari memang untuk membantu manusia melaksanakan pekerjaan dan merealisasikan keinginannya.

Gerakan-gerakan jari-jemari pun memiliki makna sendiri-sendiri. Acungan jempol misalnya  berarti ungkapan, “bagus” atau “hebat”. Anda tidak mendapat sesuatu yang Anda inginkan atau “kecele” biasanya diistilahkan dengan “gigit jari”. Jari-jemari pun jadi alat isyarat. Ketika kita menyatakan persabatan kita pun berjabat tangan yang merekatkan telapak tangan dan jari jemari kita ke tangan sahabat kita. Jari yang telunjuk yang ditaruh tegak di depan mulut berarti “Hati-hati” atau “Berhentilah bicara”. Jari yang diletakkan melintang di kening menandakan bahwa pelakunya hendak memberi tahu bahwa seseorang itu tidak waras (sinting). Telunjuk yang diarahkan kepada seseorang berarti menuding. Bila kesemua jari dan telapak tangan diangkat ke atas berarti lambaian. Banyak isyarat lain dilakukan dengan jari.

Al Qur-an juga menggambarkan fungsi jari sebagai alat isyarat. Orang munafik yang menolak kebenaran dalam Al Qur-an dilukiskan sebagai orang-orang yang menyumbat kuping dengan jarinya.

Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir . (QS. 2. Al Baqarah:19)

Menyumbat telinga dengan jari dalam ayat di atas adalah kiasan menutup hati dari bimbingan hidayah Allah. Inilah kiasan terhadap orang-orang munafik yang hatinya berpenyakit dan enggan menerima kebenaran.

Para koruptor menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan angka-angka hitungan uang dalam memanipulasi para pemeriksa keuangan di tempatnya bekerja. Jempol dan telunjuk digunakan menulis dengan pulpen atau pinsil di atas kertas. Seorang direktur menandatangani surat-surat penting dengan pulpennya. para pelajar mencatat pelajaran, para pelukis menggambar di atas kanvas, dan lain-lain.

Jari jemari digunakan untuk keburukan misalnya oleh para pengarang yang mengotak-ngatik tulisan sehingga menyesatkan orang lain. Ujung jari-jemarinya digunakan untuk menekan tuts huruf di atas keyboard ketika membuat tulisan yang membangkitkan selera rendah orang lain. Seorang pembunuh yang menggunakan pistol memakai telunjuknya untuk menarik picu pistolnya sehingga pistol itupun memuntahkan peluru. Para penjahat dan pelaku kecurangan menggunakan jari jemari dalam menjalankan aksinya.

Sebaliknya jari jemari juga dilakukan untuk kebaikan dan ibadah kepada Allah. Dengan jari jemari Anda dapat menolong orang lain. Anda yang sedang berzikir kepada Allah juga menggunakan jari jemari untuk menghitung puji-pujian terhadap Allah. Jumlah kalimat thoyyibah : Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar biasanya dihitung masing-masing 33 kali sedangkan istighfar dan Laa ilaha-illallah 100 kali sehingga mudah dilakukan dengan menekan jari jemari yang berjumlah 30 dan ditambah 3. Ketika Anda berdiri dalam sholat jari-jari tangan sebelah kanan di taruh di atas tangan kiri. Jari telunjuk pun diacungkan ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam sholatnya. Karena itu jari jemari ini tahu persis apa yang telah dilakukan pemiliknya.. Apakah jari Anda digunakan berdzikir, bersyahadat ataupun melaksanakan ibadah lainnya. Apakah dia membuat kebaikan ataukah keburukan, semua ada balasannya.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. 9. Az Zalzalah:7-8)

Menjadi Saksi Kendati banyak sekali fungsi dan perannya, jari jemari tidak menentukan segalanya dalam aktifitas hidup manusia. Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika hatinya sehat manusia menjadi baik. Jika harinya berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk. Jari jemari melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada. Dengan sangat indah Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam menggambarkan bahwa hati mukmin berada di antara jemari Ar Rahmaan.

Maksudnya Allah teramat dekat dengan manusia sehingga sewaktu-waktu dapat membolak-balik hatinya dari posisi beriman menjadi kufur atau dari kufur menjadi mukmin. Setiap muslim dituntut memelihara imannya dan berdo’a kepada Allah.


Ya Allah yang mampu membolak-balik hati teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu (Al hadits)
Muslim hendaknya memelihara keteguhan hatinya di dalam agama Allah dan mencegah jari jemarinya dari perbuatan durhaka. Sebab, jari jemari itu akan menjadi saksi atas apa yang diperbuat pemiliknya. Al Qur-an menyatakan tentang kondisi hari kiamat dimana jari jemari manusia yang telah hancur bercampur tanah akan dikembalikan;
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75. Al Qiyamah:4)

Inilah penggambaran yang sempurna tentang kehidupan sesudah mati. Allah akan menyusun kembali tulang belulang manusia yang berserakan. Bahkan setiap ruas jari-jemari akan kembali utuh sebagaimana semula.. Si empunya jari jemari itu pun dituntut pertanggungjawaban terhadap apa yang telah diperbuat nya.

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin:65)

Tidak itu saja, persaksian terhadap sikap, ucapan, dan perilaku bukan hanya disampaikan oleh jari jemari tetapi juga oleh kulit manusia. Karena seperti halnya jari jemari setiap sel kulit akan kembali seperti semula untuk memberikan persaksian terhadap apa yang diperbuat oleh pemiliknya…

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 41. Fushshilat:20)

Mukjizat Allah, tanda 99 (Asmaul Husna) pada telapak tangan anda
Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat attachment), bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !

Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 )
Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.

Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:

jari kelingking                          ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk == > membentuk huruf lam (double)
jari jempol (ibu jari)                   ==> membentuk huruf ha’
Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Perbedaan Pendapatan Per Kapita Umat Muslim, Kristen dan Yahudi

Benarkah umat Islam merupakan umat yang pendapatannya paling kecil alias menjadi kelompok paling miskin di dunia ini? Berikut ini hasil studi Philip M. Parker yang merangkum pendapatan per kapita penduduk dunia berdasarkan agamanya.


  1.     Yahudi 16.100 USD/tahun
  2.     Kristen 8.230 USD/tahun
  3.     Budha 6.740 USD/tahun
  4.     Muslim 1.720 USD/tahun
  5.     Sikh 702 USD/tahun
  6.     Hindu 392 USD/tahun


Dari data yang dikutip buku Tarbiyah Iqtishadiyah di halaman 6 tersebut, tampak bahwa pendapatan per kapita umat muslim masih kalah jauh dibandingkan dengan pendapatan per kapita pemeluk Kristen, apalagi pemeluk Yahudi.

Meskipun tidak menempati peringkat terbawah karena masih ada pemeluk Sikh dan Hindu yang pendapatan per kapita mereka lebih kecil, umat Islam dituntut untuk lebih meningkatkan pendapatannya. Karena bagaimanapun, dengan semakin besar pendapatan, peran dan posisi umat Islam akan lebih kuat.

Bukankah dalam Islam sendiri ada banyak ibadah yang memerlukan harta? Misalnya zakat, infaq, sedekah, dan haji. Dengan pendapatan yang makin besar, maka umat Islam bisa bersedekah lebih banyak, bisa membantu saudara-saudaranya lebih optimal dan sebagainya.

Generasi awal umat Islam telah memberikan contoh betapa besar kemanfaatan harta di tangan orang-orang shalih. Tiga di antara empat khulafaur rasyidin adalah orang kaya. Sembilan di antara 10 sahabat yang dijamin masuk surga adalah orang kaya. Dan mereka luar biasa di dalam bersedekah dan berinfak fi sabilillah.

Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya pada perang Tabuk. Umar bin Khattab menginfakkan separuh hartanya, Utsman bin Affan menginfakkan sepertiga hartanya. Dan masih banyak contoh-contoh luar biasa lainnya. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

*Sumber: Ceramah Tarhib Ramadhan oleh Ustadz Farid Dhofir, Lc, MSi




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Tentang Demo "Today I Am A Muslim Too" di New York City

New York - Meningginya Islamophobia di Amerika Serikat dan terjadinya kasus-kasus kekerasan kepada komunitas Muslim menimbulkan banyak keresahan, kekhawatiran, bahkan ketakutan kepada komunitas Muslim. Sejak memulai kampanye hingga terpilihnya, Presiden AS Donald Trump telah berhasil menebarkan racun ketakutan dan kebencian kepada sebagian masyarakat Amerika, yang memang selama ini sangat salah dalam memahami Islam dan pengikutnya. 






Puncak dari semua itu adalah dikeluarkannya Executive Order atau dikeluarkannya aturan melarang pendatang dari tujuh negara mayoritas Muslim untuk masuk Amerika. Keputusan pelarangan tersebut segera menyulut protes, bahkan kemarahan tidak saja warga Muslim Amerika, tapi juga masyarakat luas non Muslim di Amerika. Demonstrasi terjadi di mana-mana, khususnya di berbagai bandara internasional di berbagai kota Amerika. 

Keputusan itu bahkan memicu drama di kalangan pejabat Amerika sendiri. Acting Attorney General atau Jaksa Agung Amerika menentang untuk melaksanakan keputusan pelarangan itu dan berakhir dengan pengunduran diri, lalu disusul oleh pemecatan oleh Presiden Donald Trump. Pada akhirnya memang keputusan Trump (Executive Order) itu dibatalkan oleh Hakim Tinggi Amerika. Permintaan banding Trump ditolak kembali oleh Hakim Agung untuk kedua kalinya.

Solidaritas Warga Amerika 

Barangkali salah satu hikmah terbesar dari hadirnya Donald Trump di kancah perpolitikan Amerika dengan berbagai konsekuensi buruk itu adalah tumbuhnya empati dan solidaritas tinggi dari masyarakat Amerika secara luas. Dari kalangan pejabat yang secara politik berseberangan dengan Donald Trump, khususnya mereka yang berafiliasi dengan Partai Demokrat, hingga kepada pebisnis seperti pemilik Facebook, pimpinan agama termasuk Yahudi, pengamat dan ahli, masyarakat Hollywood, hingga kepada masyarakat luas. 

Rally dan demonstrasi yang terjadi di mana-mana, mulai dari jalan-jalan, depan Trump Tower, kantor-kantor pemerintahan, bandara-bandara, hingga ke Gedung Putih dan Kongres pada umumnya diinisiasi dan diramaikan oleh teman-teman Amerika non Muslim. Mungkin yang unik disebutkan di sini adalah keterlibatan masyarakat Yahudi membela hak-hak Muslim di berbagai kesempatan. 

Dukungan dan solidaritas teman-teman non Muslim yang masif ini menjadi salah satu faktor pressure yang menjadikan Hakim Agung Amerika membatalkan keputusan Presiden Trump itu. 

Demo "Hari ini Saya Juga adalah Muslim"

Dukungan dan solidaritas teman-teman non Muslim di Amerika tidak saja resistensi terhadap keputusan pelarangan Donald Trump terhadap Muslim dari tujuh negara itu. Tapi memang sejak lama ketika fenomena Islamophobia dan anti Muslim meninggi di Amerika. 

Di tahun 2010 misalnya, ketika Komunitas Muslim New York akan membangun sebuah Islamic Center dekat Ground Zero (WTC) masyarakat Amerika termakan oleh politisasi isu agama ini oleh sebagian politisi Amerika. Salah satu di antaranya adalah Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security) di Kongres Amerika ketika itu, Peter King dari Long Island New York. Dalam kapasitas itu Peter King ingin mengadakan "hearing" (dengar pendapat) dengan tema: radikalisasi Muslim Amerika.

Tema dengar pendapat ini tentu sangat menyinggung bahkan menyakiti masyarakat Amerika. Karena asumsi yang terbangun kemudian adalah bahwa masyarakat Muslim Amerika sedang mengalami proses radikalisasi di Amerika Serikat. Apalagi rencana tersebut dibangun di atas sebuah laporan pihak yang tidak bertanggung jawab bahwa 70% masjid-masjid di Amerika dikuasai oleh kelompok radikal.

Menyikapi ini teman-teman non Muslim sangat terusik, bahkan menganggap isu tersebut bukan lagi isu kelompok tertentu. Melainkan isu nasional karena dinilai bertentangan dengan dasar konstitusi yang menjamin keadilan untuk semua (justice for all) sekaligus menginjak-injak nilai yang dijunjung tinggi Ameerika (American value) dalam toleransi dan kebebasan beragama. 

Merespon terhadap rencana itu saya pribadi didatangi oleh banyak teman-teman pimpinan agama di Kota New York menanyakan jika mereka dapat membantu ketidakadilan (unfairness) sikap dari Ketua Homeland Security itu. Dan mereka mengusulkan jika komunitas Muslim mengadakan rally atau demonstrasi dengan tema: Today I am a Muslim too (hari ini saya juga seorang Muslim). 

Kini dengan keadaan sosial yang cukup tegang, mengkhawatirkan, bahkan menakutkan dan seolah tidak menentu, warga Muslim kembali mendapat dukungan dan solidaritas yang luar biasa dari teman-teman warga Amerika non Muslim. Termasuk mengusulkan agar kembali diadakan rally atau demonstrasi dengan tema yang sama di tahun 2010 itu. 

Tentu sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan segera saya tangkap tawaran itu. Dan dalam waktu sekejap rencana itu diamini oleh berbagai kalangan komunitas antar agama, Yahudi, Kristen, Budha, Hindu, Sikh. Bahkan organisasi-organisasi massa non agama juga menyatakan ingin bergabung membela komunitas Muslim. 

Rencana rally ini akan dilangsungkan pada tgl 19 Februari, dengan mengambil tempat di Time Square, pusat Kota New York. Untuk keperluan logistik dan perizinan kami telah melibatkan teman-teman Muslim di Kepolisian Kota New York (NYPD). 

Sebagaimana di tahun 2010 lalu, selain pimpinan agama-agama besar dan berpengaruh di Amerika, juga akan terlibat langsung bahkan dalam perencanaannya adalah Russell Simmons, hip hop mogul yang sangat terkenal dan berpengaruh di lingkungan Hollywood. 

Rencananya juga rally akan dihadiri oleh para aktifis dan pejabat tinggi seperti walikota dan gubernur negara bagian New York. Insya Allah! 

New York, 7 Februari 2017

*) Shamsi Ali adalah Presiden Nusantara Foundation, cendekiawan muslim, Imam dan Direktur Jamaica Muslim Center Jamaica-Queens-New York dan pernah menjadi Imam di Islamic Cultural Center of New York. 
(nwk/nwk)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

"PARA MANTAN" Yang Mengkritik Rezim Penguasa, Dari Bung Hatta Hingga SBY


Tulisan Dandhy Dwi Laksono tentang "PARA MANTAN (Pejabat)" yang tetap kritis terhadap Penguasa.

[PARA MANTAN]

Tahun 1960, Bung Hatta yang sudah menjadi mantan wakil presiden sejak 1956, menulis artikel yang cukup pedas di majalah Panji Masyarakat. Judulnya: "Demokrasi Kita". Isinya mengugat keras Demokrasi Terpimpin yang dijalankan Sukarno, terutama sejak Dekrit 5 Juli 1959.

Majalah Panji dibredel Sukarno gara-gara artikel ini. Rumah Bung Hatta di Jalan Proklamasi 57, Menteng, Jakarta Pusat, disatroni intel untuk memantau siapa saja tamu-tamu beliau. Terutama para diplomat asing.

Setelah Pemilu 1977, Bung Hatta juga mengkritik Soeharto dengan mengingatkan pelaksanaan UUD 1945 tentang masa jabatan presiden selama lima tahun dan "sesudahnya dapat dipilih kembali". Sebagai proklamator, Bunga Hatta punya tafsir bahwa masa jabatan presiden cukup dua kali, bukan berarti "sesudahnya dapat dipilih kembali" secara terus-menerus. Setelah reformasi, amandemen UUD 1945 barulah membatasi secara tegas masa jabatan presiden.

Kritik Hatta terhadap Soeharto ini melahirkan Yayasan Lembaga Kesadaran Berkonstitusi yang menurut almarhum Siner Key Timu, menjadi cikal bakal Petisi 50.

Apa itu Petisi 50?

Gerakan para mantan yang dibentuk awal 1980. Ada mantan kepala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Sjafruddin Prawiranegara --yang oleh sebagian pihak disebut sebagai "presiden kedua" Republik Indonesia. Ada mantan Kapolri Hoegeng atau mantan Gubernur DKI Ali Sadikin.

Para mantan dan pensiunan ini dicekal dan disabot mata pencahariannya. Universitas Atmajaya ditekan agar memecat Siner Key Timu. Ali Sadikin dicekal dan tak bisa mengantar istrinya yang sakit dan hendak berobat ke Singapura.

Ke mana arah status ini?

Pertama, tidak benar kalau dalam sejarah Indonesia, "para mantan" tidak ada yang mengkritik penerusnya secara terbuka. Bahwa ada yang memilih diam seperti Habibie dan berfoto mesra dengan yang sedang berkuasa, itu hal lain dan soal pilihan. Bahwa mantan seperti SBY berlebihan atau "lebay" itu juga benar dan soal lain.

Kedua, ini yang penting: bila ada rezim yang sudah mulai paranoia dengan "para pensiunan", seperti menjerat kakek-kakek dan nenek-nenek dengan pasal makar atau para aktivisnya lebih suka mendemo bekas pejabat ---sementara di sisi lain mereka duduk manis makan siang dengan kekuasaan sambil membicarakan pembagian beasiswa-- ingatlah, bahwa kita juga pernah punya rezim-rezim yang seperti ini.

Dan semuanya berakhir tragis, diinjak sejarah.

__
Sumber: fb

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Akhwat Bercadar Disuruh Buka Cadarnya Saat Razia Lalin, Dikira Teroris?



 Seorang akhwat bercadar yang bernama Maharani Hasan menceritakan apa yang dialaminya saat terkena razia lalulintas di kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang. Dia disuruh buka cadar. Untung akhwat ini type pemberani.

Berikut penuturannya yang ditulis di akun fb-nya, Selasa (7/2/2017).

Ada razia di BSD,
Dan sayapun kena disuruh minggir.

Setelah memperlihatkan semua kelengkapan surat2 berkendara, masih juga mobil ini kena diperiksa dalamnya.
Padahal kendaraan lain saya lihat hanya diperiksa surat2nya ajah.

Apa sih yg polisi2 ini fikir?
Saya teroris gituh?

Belum Lg rasa kesal ini hilang, tiba2 ada polisi GOBLOG yg bertanya : Bisa dibuka cadarnya Bu, untuk memastikan bahwa SIM ini adalah milik ibu?

KURANG AJAR !!

"Bapak dinas di kesatuan mana? Kita sama2 ke kantor polisi tempat Bpk bertugas saja, saya mau bertemu dng komandan Bpk, mau tanya apakah ada aturannya seperti ini"

Polisinya bisik2 antar mereka, trus balik lagi dan bilang, silahkan jalan Bu....

ASEM !!!


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Saat Ulama Dihina dan Dikriminalisasi, Kemana Suara para "Ustadz Selebriti" ?


post-feature-image

Ustadz selebriti tidak terdengar suaranya bahkan terkesan cuek saat ulama dihina dan dikriminalisasi. 

Ustadz selebriti kalah dengan komedian Kiwil yang secara terus terang menyatakan membela ulama. 

Komedian Jaja Miharja pun menyatakan kekesalannya terhadap seseorang yang menghina ulama, dan Agama Islam. 

“Gue sakit hati kalo kiai gue diginiin, dia yang ngajarin gue ngaji segala macem,” kata Jaja. 

“Bangsa Indonesia tidak boleh hancur karena satu orang, apalagi orang itu tidak memberikan rasa hormat kepada ulama,” ungkapnya. 

Seorang netizen bernama Rita Restiowatie mempertanyakan pembelaan ustadz selebriti terhadap ulama yang dihina dan dikriminalasi. 

Berikut ini pernyataan lengkap Rita Restiowatie: 

DIMANAKAH ULAMA SELEBRITI KITA ?

Saat ulama islam seperti Habib Rizieq diperangkap, dinistakan dengan telepon dan chatting vulgar belum lagi gugatan dari berbagai mahluk yg ingin tenar dan bersedia dibayar dari mulai Sukmawati Sukarno yg bahkan SMA pun tak tamat karena ijazah SMAN 3 Jakarta nya dinyatakan palsu malah menggugat skripsi doktoral sang habib, sampai tingkatan terbawah seperti Eddy Sutono yang mantan anggota Hansip yang menggugat sang habib karena kalimat sang habib yang menyamakan otak Kapolda Jabar seperti otak hansip itu telah sangat menikam perasaannya sebagai hansip bergengsi.

Banyak nian gempuran untuk sang habib, padahal habib hanya menggugat Ahok karena menistakan Islam.

Dalam aksi Bela Islam, ulama2 selain habib muncul menyatukan barisan.

Seperti Arifin Ilham.

Aku sempat tidak simpati karena dia mempunyai istri 2 dua orang yang berwajah mirip. 

Aku bayangkan sakitnya hati karena cinta yang terbagi.

Begitu juga dengan Aa Gymnastiar.

Pernah ada saat2 aku benci melihatnya karena dia menikah lagi dengan janda muda kaya raya keponakannya BJ Habibie.

Bukankah nabi mencontohkan agar menikahi janda terlantar sepertiku, yang tua, miskin dan bukan janda yang cantik jelita kaya raya.

Sebagai janda tua aku merasa tersinggung, karena Aa Gym mempunyai definisi berbeda dengan junjunganku nabi Muhammad SAW tentang definisi " Janda terlantar".

Gara2 keikut sertaan mereka membela islam, aku langsung simpati kembali.

Kupikir biarlah soal poligami itu toh urusan antara mereka, iman dan si Imin dibawahnya.

Tuhan juga membolehkan, kenapa aku keberatan?

Oke, jadilah aku terpaksa ikut2an menyetujui poligami, yah..sepanjang yang poligami itu bukan suamiku !

Ditengah hiruk pikuk pembunuhan karakter orang2 islam oleh kelompok Ahok, Lumutan dan Megawati, dimanakah ustadz2 selebritis kita yang biasa berseliweran di TV ?

Ustadz tersohor baik karena dakwah setiap pagi maupun karena perbuatan tak eloknya.

Dimanakah ustadz Solmed yang kerap wara wiri dengan mobil mewah Lamborghini dan pernah dikeroyok warga Cilegon?

Dimanakah ustadz Zacky Mirzah yang pernah kepergok dengan Regina mantan istri Farhat Abbas di hotel membicarakan dakwah katanya.

Dimanakah ustadzah Mamah Dedeh yang galaknya melebihi ibuku?

Dimanakah ustadz Nur Maulana yang bila ceramah lebih berisi banyolan daripada makna agama itu sendiri.

Dimanakah mereka?

Apakah mereka tak berani muncul kr terbelenggu honor di TV?

Atau karena mereka tak merasa islam perlu dibela?

Perlukah kita mencintai ulama seperti ini? 

Yang bahkan tak kita ketahui apakah mereka mempunyai hati nurani atau tidak.

Dimanakah mereka ?

Catatan : 
Ustadz glamour yang paling menggigit dengan ke riya annya adalah ustadz Riza Muhammad.
Menyandang nama nabi Muhammad tapi tidak meneladani kesederhanaannya.
Aku malu se malu2nya menyaksikan tayangan saat dia dengan bangga memamerkan rumah elektiknya yang bergaya indiahe.

Sumpah, bukan karena iri walaupun rumahku tidak bagus, aku cuma malu, beginikah sikap seorang uatadz yang bagi sebagian orang menjadi tempat mencari ilmu akhirat?
Dimanakah dia bersembunyi saat ulama lain membela islam, membela kitab sucinya yg dinista seorang ahok? [snc]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Senin, 06 Februari 2017

MERINDING ! Hati hati para pemfitnah ! ini MUBAHALAH Habib Rizieq Atas Para Pemfitnahnya



Secara maknawi, menurut Ust. Bachtiar Natsir, MUBAHALAH adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan atas orang yang Dzhalim atau berbohong di antara pihak-pihak yang bertikai. Syariat ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran dan menghancurkan kebatilan bagi mereka yang keras kepala dan tetap bertahan pada kebatilan meskipun sudah jelas bagi mereka kebenaran dan alasan-alasannya.

Syeikh Ibnu al-Qayyim Al Jauziyah pernah menjelaskan dalam kitab Zad Al-Ma'ad bahwa mubahalah disunahkan ketika beragumentasi dan berdebat dengan kelompok batil atau orang-orang sesat. Apabila mereka tetap tidak mau kembali kepada kebenaran dan tetap keras kepala meskipun sudah dijelaskan tentang kebenaran dan hujjah-hujjahnya.

Allah SWT memerintahkan Nabi SAW menantang kaum Nasrani dari Najran untuk ber-mubahalah. Ketika itu, utusan Nasrani dari Najran bersikeras mengatakan kepada Nabi SAW bahwa Isa AS adalah anak Allah SWT. Padahal, Nabi SAW telah menjelaskan kepada mereka bahwa Isa AS itu adalah hamba Allah SWT dan utusan-Nya. Maka, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi SAW agar menantang mereka untuk ber-mubahalah.

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." (QS Ali 'Imran: 61)

Dalam mubahalah tersebut, Nabi SAW menghadirkan anak dan istri masing-masing, kemudian berdoa kepada Allah agar menurunkan azab dan laknat-Nya kepada yang berbohong di antara mereka. Tetapi, karena mereka mengetahui bahwa Nabi SAW berada dalam kebenaran dan mereka berada dalam kebatilan, merekapun tidak berani melakukannya. Akhirnya, mereka berdamai dan membayar jizyah kepada Nabi SAW.

Diriwayatkan bahwa para sahabat Nabi SAW, seperti Ibnu Abbas, pernah menantang orang yang berselisih pendapat dengannya dalam suatu masalah untuk ber-mubahalah. Imam al-Auza'i, Imam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Hajar juga pernah ber-mubahalah.

Alhamdulillah, ulama dan pemimpin kita Habib Muhammad Rizieq Syihab telah ber-mubahalah, menantang orang-orang yang memfitnah beliau. Silahkan bagi kalian yang memfitnah, menuduh beliau dengan skandal esek-esek murahan, siap-siap saja...Jika Habib Rizieq salah, beliau sudah siap dilaknat. Namun bila beliau benar, dan kalian yang salah...maka kalian tau sendiri resikonya. Sungguh ini bukan perkara main-main!!!

Berikut saya tulis ulang Mubahalah beliau:

"Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi atau pun berzina.

Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di Dunia dan Akhirat."

Sudah siapkah kalian menerima laknat Allah duhai para pemfitnah, para pendukung serta kroni-kroninya dan juga aparat yang mencari-cari kesalahan Habib Rizieq???

Pesan saya, segeralah bertaubat sebelum terlambat...

(Oleh : Ust. Hilmi Firdausi)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kumpulan Foto UNIK, Ibadah Haji di Era Khilafah tahun 1880 Tanpa Sekat Nasionalisme



Foto-foto menarik dari tahun 1880 jamaah haji yang berasal dari 10 negara selama ibadah haji. Waktu itu, sebelum munculnya transportasi modern seperti pesawat udara komersial, perjalanan haji jauh lebih sulit dan berbahaya dan waktu perjalanan haji bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mencapai Makkah.

Hal yang menarik dari foto-foto ini adalah pakaian yang berbeda dari para jamaah mencerminkan kebiasaan tempat asal mereka. Namun selama haji, identitas kebangsaan mereka seperti menghilang setiap orang memakai dua potong kain yang tidak dijahit sehingga sulit untuk mengidentifikasi kewarganegaraan mereka. 
Haji membawa semua bangsa dan masyarakat bersama-sama di mana kaum muda, tua, miskin dan kaya berdiri di hadapan Allah dengan keuddukan yang sama.

Foto-foto ini diambil saat kekhilafahan  Utsmani masih ada
dan peziarah dapat melakukan perjalanan tanpa kerumitan tanpa paspor dan visa melalui tanah tanpa batas sekat negara seperti sekarang.

Basra, Iraq

haji  basra

Baghdad, Iraq

haji  baghdad

Aceh, Indonesia

haji aceh

Sumatra, Indonesia

haji sumatera

Zanzibar

zanzibar-hajjis-1880

Bahrain


bahrain-hajjis-1880

Yaman

yemen-hajjis-1880

Maroko

morocco-hajjis-1880

India

india-hajjis-1880

Bukhara, Uzbekistan

bukhara-hajjis-1880

Makkah

makkah-1880

Malaysia

malay-sheikh-hajjis-1880

Photos courtesy of:  Museum of Islamic Art (MIA), Qatar

() hti press/syabab indonesia Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !