Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Dulu Sebelum 'Hijrah', Ratna Galih Tak Percaya Agama

 Tuhan mempunyai cara sendiri memberi hidayah kepada hamba-Nya. Salah satunya artis Ratna Galih yang kini 'hijrah' untuk memutuskan berhijab. Padahal sebelumnya Ratna termasuk orang yang lebih percaya terhadap logika ketimbang hal-hal gaib. Bahkan ia mengaku sudah sampai pada tahap agnostik.

"Saat itu aku berpikir kok berbeda ya kalau agama sama logika. Akhirnya aku menjadi agnostik. Apalagi aku sering ke luar negeri, dan banyak yang atheis. Jadi terpengaruh," ungkap Ratna Galih saat dijumpai di Capre Diem, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu





Kehidupan yang serba berkecukupan pun nyatanya tak membuat Ratna menjadi senang. Diakui ibu dua anak ini, masih ada kekosongan yang dirasa dalam hidupnya. Hingga akhirnya, dia menemukan jawaban tentang arti hidup di dalam kitab suci Al Quran.

"Bahagia tapi merasa enggak lengkap, ada yang kosong. Karena terlalu nyaman sama kehidupan duniawi akhirnya cari sesuatu yang menenangkan hati dengan spiritual. Aku iseng beli Al Quran dan Sience. Di situ terjawab semua pertanyaan aku dalam hidup. Aku temukan jawabannya di Al Quran, enggak ada di buku lain,"
ujar Ratna.





Meski begitu, Ratna Galih mengaku akan tetap menggeluti panggung hiburan yang selama ini sudah melambungkan namanya. Hanya saja ia meminta, pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan penampilannya yang baru.

"Minta petunjuk sama Allah. Aku tetap di dunia entertain tapi yang diambil tetap disaring,"
pungkas Ratna Galih.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

APAKAH AKU SEPERTI INI ?





APAKAH AKU SEPERTI INI ?


Ada seorang gadis menyewa rumah sendirian, disebelahnya ada kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak.

Suatu malam tiba-2 listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-2 ada yang mengetuk pintu....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya!
Anak itu bertanya dengan risau :

" kakak ada lilin tidak....?
gadis itu berfikir....?
Di benaknya sudah tertanam kata
" JANGAN PINJAMKAN " nanti jadi kebiasaan dan terus meminta.

Maka si gadis menjawab :

*" TIDAK ADA " !!!!*

Lalu si anak miskin berkata dengan riang, . ." Saya sudah duga ...... kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin. "

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat2 ..........

Dia telah salah menilai orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU

Sejatinya :🌹
*Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang MEMBUTUHKAN*.

*Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA*.

*Hari ini kita berada diatas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita*

*Jangan kau risaukan NIKMAT yg belum kau miliki...*
*Risaukanlah NIKMAT yang BELUM kau syukuri...*

Selamat merenung utk semua kebaikan & jgn lupa bersyukur... tetap semangat... dan jangan lupa selalu *berbagi...*

Have a nice day ...



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

KISAH IMAM JOBAN : “... mereka pasti langsung lihat indeks. mencari huruf J alias Jesus (Nabi Isa as, red),”

KISAH IMAM JOBAN
-dari Majalah Ummi-

“Kalau saya memberikan Al-Qur'an kepada para napi, mereka pasti langsung lihat indeks. Lalu, mereka mencari huruf J alias Jesus (Nabi Isa as, red),” kata Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington State (WS), Amerika Serikat (AS) Mohamad Awod Joban sembari terkekeh mengawali percakapan bersama Ummi.






Itu tadi sekelumit kisah Joban, pria yang juga berprofesi sebagai imam penjara (Muslim chaplain) di wilayah barat AS. Eits, jangan salah, meski namanya terdengar asing di telinga orang Indonesia, pria yang sudah 20 tahun bermukim di negeri Paman Sam itu asli keturunan Purwakarta, Jawa Barat. Seperti apa pengalamannya berdakwah di AS?

Di tengah sentimen warga dunia terhadap umat Muslim, ternyata perkembangan dakwah Islam di penjara AS terbilang tinggi. Percaya atau tidak, media AS menyatakan Islam adalah agama yang penyebarannya paling pesat di negaranya.

Menurut Joban, ada dua tempat penyebaran Islam tercepat di Amerika, yakni lingkungan penjara dan militer. Bahkan, para imam penjara di AS sering kewalahan memberikan pelayanan. Permintaan Al-Qur'an di balik jeruji pun amat laris. Para imam bahkan tak jarang menjawab, “Oh, sorry, I can't give you today, because I've run out of stock (Oh, maaf, saya tidak dapat memberikannya hari ini karena kehabisan stok).”

The Power of Qur'an

Terkadang, Joban mengaku tak perlu susah payah membuat orang lain jatuh cinta pada Islam. Sebab, hati mereka langsung tersentuh setelah membacanya.Subhanallah!

Apalagi bagi para narapidana. Meski geraknya terbatas, mereka justru berkesempatan memperdalam ilmu agama dan wawasan di dalam penjara. Belum lagi suasana dan lingkungan yang serba nyaman.

Pria kelahiran 2 Juni 1952 itu melukiskan penjara AS layaknya hotel atau asrama. Lengkap dengan dapur, gymnasium, air conditioner, sampai pemanas ruangan. “Bahkan, para napi bisa melanjutkan pendidikan S1 sampai S3 di dalam penjara,” ujarnya.

Nah, jika para napi itu mendapat Al-Qur'an, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari indeks huruf J untuk kata Jesus. Mereka penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan Al-Qur'an tentang Tuhan mereka.

Aura yang tertangkap selanjutnya, ujar Joban, mereka akan terkejut. Sebab Al-Qur’an bukan saja memuji dan menjunjung tinggi Nabi Isa as, Tuhan mereka, tapi juga mengulas lengkap sejarah hidupnya.

Bayangkan saja, lanjut Joban, Al-Qur'an menyebut nama Nabi Isa as hampir 30 kali sedangkan Nabi Muhammad saw hanya lima kali. Bahkan, dalam Al-Qur'an terdapat surat Maryam, perempuan mulia di sisi Allah, ibu dari Nabi Isa as.

“Seorang napi berkesimpulan, kalau Muhammad saw yang mengarang kitab suci ini, pasti perempuan yang paling ia muliakan adalah ibunya, Aminah atau istrinya, Khadijah ra. Bukan Siti Maryam,” papar suami Moeti Amrina itu.

Jadi, tak ada lagi yang mereka ragukan terhadap Islam. Agama yang telah memberikan pencerahan dan solusi atas problem yang mereka hadapi.

Seperti Qur'an Berjalan

Selain narapidana, para militer AS pun ramai-ramai memeluk Islam. Tak sedikit tentara AS yang bertugas di negara Islam seperti Irak, Afghanistan sampai Somalia menjadi mualaf atau mengucapkan kalimat syahadat ketika kembali pulang ke negara mereka.

Pengakuan tentara Muslim AS kepada Joban, buktinya. Tentara yang bertugas di perbatasan Irak dan Kuwait itu mengaku awalnya jengkel dengan tingkah Baduin. Warga kampung setempat yang menjadi guidetentara AS itu selalu berhenti di tengah jalan tanpa izin tiap kali mendengar azan. Setelah itu, mereka melaksanakan shalat.

Ketika tentara itu melihat gerakan shalat, bersujud meletakkan dahi ke tanah, ia berpikir, “Ini pasti Tuhannya sangat besar.”

Setelah itu, tentara tadi mulai mempelajari Islam dan bersyahadat. “Gerakan shalat saja mampu menggetarkan hati orang lain,” kata Joban, takjub.

Menurut pria yang menghabiskan masa kecilnya di Pasar Rebo, Purwakarta ini, mudah mendeteksi mualaf di negara berikon Patung Liberty. “Mereka seperti Qur'anic walking (Qur'an berjalan, red). Islam tercermin pada diri dan tingkah lakunya,” ujar pria yang menamatkan studi masternya di Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir ini.

Bahkan, kita yang terlahir sebagai Muslim pun terkadang malu. Seperti cerita teman Joban, pelajar asal Saudi Arabia. Awalnya, temannya itu mengaku bukan Muslim yang baik dan jarang shalat. Dia justru mendapat hidayah dan merasakan nikmatnya Islam saat berada di AS.
“Masya Allah! Saya bertemu anak muda Amerika, shalatnya rajin, akhlaknya baik, sopan, ramah, dan suka membantu orang lain. Padahal, dia baru enam bulan memeluk Islam!” kata pria yang hobi sepak bola ini menirukan ucapan kawannya.

Berlabuh ke Negeri Paman Sam

Joban lebih banyak menghabiskan masa mudanya di Mesir untuk menyelesaikan S2. Selama menetap di sana, ia bekerja sebagai penyiar dan penerjemah di Radio Cairo. Makanya, tak terlintas di benaknya akan menetap di negeri Paman Sam untuk waktu yang sangat lama.

Semula Joban berangkat ke Amerika untuk meraih gelar Ph.D dalam bidang Islamic Study. Namun, ia menunda niatnya karena tersandung biaya. "Saya baru tahu kalau biaya hidup di Amerika jauh lebih besar jika kita tidak punya greencard (izin tinggal permanen, red)," katanya.

Joban tak berniat cepat pulang. Ia memilih menghabiskan visanya selama setahun di negara itu. Ternyata, nasib berkata lain, seorang kawan lama asal Kamboja memintanya menjadi imam dan pengajar di Masjid An-Nur, Olympia, WS.

Para jama'ah warga Kamboja yang dikenal dengan sebutan Muslim Campa ini menyambut baik kehadiran Joban. Ternyata, pria yang gemar membaca ini mampu mengembalikan keislaman mereka yang telah hilang. “Sebelumnya, mereka sudah lupa mengaji dan membaca ilmu agama Islam. Anak mereka pun dibesarkan dengan cara Amerika," ungkap Joban.

Kesempatan Joban memperpanjang 'kontrak' hidupnya di negara Barrack Obama semakin terbuka. Dua tahun setelah ia aktif menjadi imam Masjid An-Nur, Islamic Center setempat mengumumkan penjara di negara bagian tersebut membutuhkan tenaga chaplain. Apa itu? “Imam atau pembina rohani bagi para narapidana,” jawabnya.

Maka sejak 1992, Joban menjadi da'i yang aktif menebarkan pesona Islam di beberapa penjara di Washington. Selanjutnya, pria yang memiliki motto Life is Opportunity ini diangkat menjadi pegawai negeri.

Awalnya, Joban bertugas di penjara Monroe, WS. Untuk menuju lokasi, ia perlu menempuh perjalanan selama dua jam dari Olympia. Selanjutnya, ia bertugas sebagai pembina rohani di penjara McNeil Island Corrections Center (MICC) dekat Tacoma, WS. Lokasinya terpencil di pulau McNeil.

Menurut Joban, penjara ini terbilang mencekam dan suasananya mirip penjara Alcatraz di California yang kesohor itu. “Penghuninya kelas berat semua,” ujar pria yang pernah bertugas di penjara transit, Shelton Correction Center, ini dengan mata membelalak.

Terinspirasi Sang Ayah

Pendidikan yang ditanamkan orangtua Joban, Ustadz Awod Said Joban dan Fatimah Muhammad membekas hingga saat ini. Keduanya selalu memberi teladan para nabi dan nasihat sesuai Al-Qur'an dan hadits.

Untuk menerapkan disiplin kepada anak-anaknya, mereka memberi sanksi dan penghargaan. Cara tersebut ternyata efektif membentuk anak ketiga dari sembilan bersaudara ini menjadi pribadi tangguh dan kuat.

Sang ayah dikenal keras mendidik anak-anaknya. Joban mengaku ketika anak seusia mereka masih bersembunyi di balik selimut, ia bersama adik dan kakaknya sudah berada di masjid sebelum Subuh.

Selesai shalat Subuh, mereka belajar kitab Azubad (fiqih, red). Setelah Isya, orangtua bercerita tentang kisah sahabat, tabi'in dan orang shalih. Nah, Rabu waktunya belajar fiqih sementara tafsir Al-Qur’an tiap Jum'at. “Shalat lima waktu harus di masjid. Kalau ketinggalan shalat berjamaah akan dapat hukuman,” katanya sambil mengenang.

Ternyata didikan yang ia terima ini bersumber dari pengalaman sang ayah ketika belajar selama 12 tahun di Yaman. “Ayah belajar di Yaman sejak berusia tujuh tahun. Nah, beliau menjadi ahli fiqih dan tafsir di usia 19 tahun,” ungkap pria yang pernah bercita-cita menjadi pemain sepakbola nasional ini.
Ia mengaku kagum terhadap ketaatan ayahnya sebagai Muslim. Joban kecil seakan termotivasi melihat kebiasaan sang ayah tak pernah absen shalat tahajud. Hatinya trenyuh tiap kali menyaksikan ayahnya menangis saat membaca ayat tentang api neraka. “Beliau adalah suri teladan yang baik,” ujar pria yang menyelesaikan S1 di IAIN Jakarta itu.

Ratna Kartika/wawancara: Aini Firdaus.

Siapa hendak menyusul berdakwah di Negeri Trump? 😊



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Filosofi Gula dan Kopi, Agar Kita Menjadi Pribadi Pemaaf dan Ikhlas



Filosofi gula & Kopi ☕
Kasus 1
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?
Gula lah yg di salahkan karena terlalu sedikit hingga “rasa” kopi pahit
Kasus 2
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg di salahkan?
Gula lagi karena terlalu banyak hingga “Rasa” kopi manis
Kasus 3
Jika takaran kopi & gula balance
Siapa yg di puji…?
Tentu semua akan berkata…
Kopinya mantaaap
Kmn gula yg mempunyai andil
Membuat “rasa” kopi menjadi mantaaap
Mari Ikhlas seperti Gula yg larut tak terlihat tapi sangat bermakna.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS… bukan KOPI GULA…
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS… bukan TEH GULA…
ORANG menyebut ROTI MANIS… bukan ROTI GULA…
ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU….
padahal BAHAN DASARnya GULA….
Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS…
akan tetapi apabila berhubungan dgn Penyakit, barulah GULA disebut..PENYAKIT GULA
BEGITUlah HIDUP…. Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah diSEBUT Orang….
Tapi kesalahan akan dibesar-besarkan…
IKHLASlah seperti GULA…
LARUTlah seperti GULA…
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN…!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT…
tapi untuk DIRASAkan… 👍👍👍
Semoga menjadi pelajaran utk semua..””


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Minggu, 05 Februari 2017

Seruan Ulama Dunia: Kalian Harus Utamakan IJTIMAA' (Persatuan) Lalu Lupakan TASMIYAH !


Oleh: Abu Turob Ad-Dammuni
(di Bumi Yaman)

Ketika para ulama ditanya, apa sikap kita jika musuh sudah buat makar bersatu ingin menghancurkan kaum muslimin?

Apakah bicara pebedaan kelompok masih penting ??

Syaikh Abu Abdillah Khodr sholli Al-'Adaniy Hafidzohullah berkata :
"LAAA (Tidaaaak), kalian harus Utamakan IJTIMAA' lalu lupakan TASMIYAH !!"

Akhi fillah, terkadang kita harus termenung secara mendalam, bingung dan heran kenapa kita tidak gunakan akal kita untuk mengambil the good choice (pilihan terbaik), I mean disaat kuatnya fitnah yang melanda kita dan agama kita, kenapa sebahagian kita masih sibuk bicara perbedaan kelompok???

NU Aqidahnya Asyaa-iroh mereka kelompok bid'ah, kelompok Ust Fulan itu jihadiy, Pak Din Syamsuddin dan kawan-kawannya itu Muhammadiyah, tidak boleh bekerja sama dengan ahlul bid'ah, dll.

Subhanallah.. musuh sudah didepan mata lho, menggerogoti harta kekayaan kita, menghinakan kita bahkan menodai agama kita eh ente malah masih sibuk cerita firqoh-firqoh.

Musuh sudah mulai nguasai negara melalui politik dan gerakan terstruktur eh sebahagian kelompok malah cuek bebek, saya mengakui kalau majlis ta'lim sangat bermanfaat, disaat seperti ini majlis ta'lim iya dan itu harus namun jangan lupakan persatuan, bergabung dan bersatu padu tuk pertahankan hak kita sebagai ummat Islam.

Sekarang MUI dan GNPF sedang mati-matian berjuang menghadapi kafir dan munafiq, ayo didukung!!

Tidak mau ikut gabung, kurang mendukung lalu menganggap remeh orang yang sedang mati-matian berjuang adalah perbuatan tercela.
Demi Allah itu perbuatan tercela.
Demi Allah itu perbuatan tercela.
Demi Allah itu perbuatan tercela.

Akhi Fillah, Ulama kita sudah menasehati, disaat seperti ini mereka berpesan:
"Utamakan IJTIMA' (Persatuan) lalu lupakan semua TASMIYAH."

Lupakan masalah perbedaan kelompok, NU, MUHAMMADIYAH, SALAF, JAMA'AH TABLIGH, SALAFIY, HIDAYATULLAH itu semua sama, secara ijmaal semuanya adalah ahlus sunnah waljamaah dan semuanya berada dalam 1 payung yang sama yaitu ISLAM.

Semoga Allah persatukan hati kita, kuatkan pendirian kita, lalu kokohkan langkah kita. Aamiin.

___
Foto: Aksi 212

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

KISAH PENUH MAKNA Sahabat Abdullah bin Rawahah Yang Diutus Rasulullah Kepada Kaum Yahudi


KISAH INI PENUH MAKNA

Bismillah. Setelah benteng Khaibar milik Yahudi jatuh ke tangan Muslimin, diperoleh banyak sekali rampasan perang. Di antaranya berupa kebun kebun korma yang luas. Yahudi Madinah terkenal sebagai petani korma yang handal.

Namun para Shahabat banyak yang kurang paham cara mengelola korma. Terutama yang aslinya pedagang dari Makkah. Selain jarak ke Khaibar juga jauh, sekitar 60-70 km arah utara dari pusat Madinah.

Yahudi Khaibar menawarkan diri kerjasama "garap kebun". Mereka yang kelola, nanti hasil dibagi bersama Muslimin pemilik kebun. Nabi Saw karena manusia LEMBUT HATI, beliau setuju usulan kerjasama itu.

Setelah setahun berlalu, tiba saatnya pembagian hasil KEBUN KHAIBAR dilakukan. Rasul Saw mengirim utusan ke Khaibar untuk mengurusnya. Luar biasa, beliau tunjuk seorang PENYAIR, bukan "The Accountant". Namanya Abdullah bin Rawahah Ra.

Saat tiba di Khaibar, kaum Yahudi sudah "kumat lagi sakitnya". Mereka bermaksud MENYUAP Ibnu Rawahah, agar dia memberikan prosentase ke Yahudi lebih banyak. Tentu saja Sahabat yang mulia itu menolak keras.

"Demi Allah, tidak ada manusia yang paling aku benci, selain kaum kalian (Yahudi) ini. Tapi yakinlah, aku akan bertindak seadil-adilnya," kata Ibnu Rawahah.

Maksudnya, secara pribadi beliau sangat ANTI YAHUDI. Tapi sikap antinya tidak akan membuat dia menzhalimi hak hak Yahudi. Termasuk upaya suap mereka, tidak akan mempengaruhi sikapnya.

Mendengar pernyataan Ibnu Rawahah yang tegas itu, kaum Yahudi berdecak kagum. "Dengan cara seperti inilah, langit dan bumi ditegakkan (oleh Allah)," kata para Yahudi itu.

Benar adanya. Allah telah meletakkan MIZAN KEADILAN di petala langit langit. Seperti disebut dalam Ar Rahman:

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca [keadilan]." (QS Ar-Rahman: 7)

Ibnu Rawahah Ra menyelesaikan tugasnya dengan gemilang. Nantinya beliau gugur sebagai PENYAIR HEROIK, pembawa panji bendera Ummat dalam perang Mu'tah kontra Romawi.

BUTIRAN HIKMAH DI BALIK KISAH: 

1. Rasul Saw tidak melarang muamalah dengan orang kafir; selama saling menguntungkan, adil, jujur.
2. Rasul Saw TIDAK KEBERATAN memilih seorang ahli tertentu untuk mengerjakan urusan di luar bidangnya; selama orang itu mampu dan tangguh.
3. Suap (risywah) adalah penyakit perusak MUAMALAH. Jangan dilakukan. (Mayoritas fenomena KORUPSI di Indonesia, karena suap menyuap).
4. Kebencian kepada suatu kaum tidak membolehkan KEZHALIMAN atas kaum itu. Kalau zhalim, ya ditindak sesuai hukum.
5. Bahwa tatanan kehidupan di mana pun, TERPELIHARA LEWAT PENEGAKAN KEADILAN. Perbuatan tidak adil, akan merusak tatanan.

Demikian, kisah indah Abdullah bin Rawahah Ra. Semoga bermanfaat. Amin amin ya Rabb.

(fb)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kamis, 19 Januari 2017

'Ajaibnya Tangan Seorang Ibu' Baca 2 Menit Saja Dan Bagikan Pada Yang Lain



Ketika makan enak di restoran, apakah ingat bila ibumu dulu pernah menahan perutnya yang sakit akibat lapar ? Karena makanan yang dimilikinya selalu diberikan untukmu.

Ketika berjalan bersama teman-temanmu dan berbelanja menghabiskan uang gajimu. Pernahkah terlintas wajah ibumu ? Yang dulu pernah menyisihkan uang belanjanya untuk membelikanmu pakaian dan mainan baru ?

Ketika dirimu mendapatkan pasangan hidup.
Kau miliki rumah dan kendaraan yang mewah.
Mungkin kau terlalu bahagia dengan keluarga barumu.
Hingga lupa pada ibumu yang selalu mendoakan agar jodohmu dipermudah oleh-Nya.
Berkat doa-doanya, segala usaha yang kau lakukan selalu dimudahkan.
Namun karena bahagiamu kini... Kau lupa mengunjungi ibumu bahkan untuk sekedar meneleponnya saja tak ada waktu !

Betapa banyak pengorbanan yang ia telah berikan untukmu ?
Pernahkah dirimu merasakan susahnya mengandung 9 bulan ?
Membawamu kemana ia pergi, dengan beban yang berat diperutnya, ia tetap kuat bekerja dan ibadah.

Pernahkah dirimu merasakan sakitnya melahirkan ? Yang bertarung antara hidup dan mati ??? Bagaimana ia menahan sakit demi kamu agar hadir kedunia ini ???

Dan pernahkah membayangkan saja lelahnya menjagamu sepanjang hari. Memberimu asupan makanan yang bergizi, memandikan tubuhmu hingga bersih, mengajakmu bermain, menjagamu dari orang asing, mendidikmu, bahkan membela dirimu ketika kau buat masalah dengan orang lain.

Lalu apa balasanmu untuknya ???

Apakah cukup dengan uang setiap bulan ?

Apakah cukup dengan memberangkatkannya berlibur dan membelikannya barang mewah ?

Sungguh yang ia butuhkan hanya dirimu... waktumu yang sedikit saja. Perhatianmu, kasih sayangmu dan doa dari anak yang selalu menjaga Akhlaq dan Agamanya.

________________


Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi, ketika kita haus, tangan ibu yang memberi minuman.. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap air mata.

Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk kita erat dengan deraian air mata bahagia..

Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran..

Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata : "Sabar nak, sabar ya sayang."..

Namun ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang menyuapi.

Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke mulutnya dengan linangan air mata..

Ketika ibu sakit, dimana tangan anak yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit..??

Ketika nyawa ibu terpisah dari jasad.. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan, dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk terakhir kali..??

“Wahai, Rabbku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangiku waktu aku masih kecil”.

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2017/01/ajaibnya-tangan-seorang-ibu-baca-2.html

Meski Kelelahan, Nenek Ini Tetap Berikhtiar Mencari Rezeki



Meski Kelelahan, Nenek Ini Tetap Berikhtiar Mencari Rezeki │ Dalam kehidupan ini kita diwajibkan untuk tetap berikhtiar dalam mencari rezeki maupun beribadah dengan sungguh-sungguh, meskipun Allah telah menentukan kisaran rezeki dan kehidupan kita nanti di akhirat.

Hal ini pula yang nampak pada sosok seorang nenek penjual kacang rebus. Meski kelelahan seiring usianya yang telah lanjut, nenek ini tetap berikhtiar menjajakan jualannya di stasiun Tugu Yogyakarta.

Dalam sebuah foto yang diunggah oleh akun Twitter @_kemas_Akun terlihat si mbah nampak berusaha bersandar dengan dikelilingi oleh motor-motor yang sedang diparkirkan. Ya, memang nenek yang telah renta ini berjualan tepat di sekitar tempat parkir stasiun.

Bersamaan dengan unggahan foto tersebut, pemilik akun yang mengunggah ke Fanpage @Jogja_Uncover tersebut menuliskan status, “Mari yang lagi di Stasiun Tugu Yogyakarta beli kacang rebus si mbah ini. Biasanya ada di pintu selatan.”

Akun Fanpage @Jogja_Uncover pun ikut memberikan menyebarkan foto tersebut dengan menuliskan status, “Tak semua orang seberuntung kamu, monggo dilarisi. Biasanya ada di pintu Stasiun Tugu Jogja.”

Media sosial memang menjadi andalan masyarakat untuk saling berbagi informasi. Terbukti kisah si mbah penjual kacang rebus ini pun diunggah dalam media sosial Facebook oleh akun Ihwanul Hakim.

“Perbanyak bersyukur dengan sedekah, karena sebagian hartamu milik mereka. Monggo para sedulur dilarisi. Si mbah ini biasanya berada di pintu masuk selatan stasiun tugu. Info ini repost dari tweet jogja_uncover,” tulisnya.

Sejumlah netizen yang aktif di Facebook kemudian ikut membagikan, berkomentar dan menyukai postingan tersebut.

Salah satunya seperti akun Santoso Wahyu yang menulis. “Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam bertahan hidup buat nenek ini.. Amin ya Allah.”

Sementara akun dx Tml Juventini menulis, “Mugo2 simbahe diparingi sehat panjang umure jembar rejekine.”

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2016/07/meski-kelelahan-nenek-ini-tetap.html

Meski Lumpuh, Sulami 'Manusia Kayu' Ini Tak Pernah Tinggalkan Shalat 5 Waktu Dan Selalu Baca Qur'an



Bacaan Surat Al-Baqarah terdengar lirih dari sebuah rumah sederhana berdinding tripleks yang dipadu batako di Dusun Selorejo Wetan, RT 31, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, Senin (9/1/2017).

Seorang muslimah berjilbab terlihat terbujur kaku di dipan. Telapak kaki kanannya diperban. Dia terbaring. Pandangan matanya tertuju pada Alquran di kedua tangannya yang disangga bantal di perut. Ia membaca larik demi larik ayat suci. Sehari-hari, waktu Sulami, 35 Tahun, lebih banyak dihabiskan di dipan. Di dipan itu juga, dia menunaikan shalat lima waktu, berzikir, serta membaca Alquran.

Terkadang dia membuang rasa jenuh dengan membuat kerajinan tangan yang terbuat dari manik-manik. Semua aktivitas itu dilakukan Sulami dalam kondisi terbaring di dipan.

Seluruh anggota tubuh Sulami sudah kaku sejak 20 tahun lalu. Untuk bangun dari tidur, dia harus dibantu neneknya, Suginem, 90. Meski pelan, Sulami masih bisa berjalan.

Gerakan tubuh Sulami layaknya robot karena persendian tangan dan kakinya kaku untuk digerakkan, bahkan seperti tak berfungsi. Warga sekitar menyebut Sulami 'manusia kayu' karena hampir seluruh tubuhnya berubah jadi kaku layaknya kayu.

“Saya sudah seperti ini sejak kelas IV SD. Ketika itu, hanya tangan kanan saya yang kaku. Setelah itu menyusul anggota tubuh yang lain. Jadi, semua anggota tubuh saya tidak langsung kaku, tapi satu per satu,” kata Sulami ketika ditemui di rumahnya Senin, (9/1).

Sulami punya saudara kembar. Paniyem, Namun Paniyem sudah lebih dulu dipanggil Allah subhanahu wa Ta'ala tiga tahun yang lalu. Paniyem juga mengalami penyakit yang sama dengan Sulami.

Sulami tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah yang dibangun melalui program TMMD sekitar 10 tahun silam. “Soal ibadah, kakak saya tidak pernah kendur. Dia rajin shalat dan ngaji. Dia bisa berzikir dengan tasbih. Bersama nenek, dia juga masih rutin puasa Senin dan Kamis,” terang adik kandung Sulami, Susilowati, 22.

Kendati bertubuh kaku, jari-jemari Sulami masih bisa berkreasi. Beragam kerajinan dari bahan manik-manik atau mote, flanel, puring, dan lain sebagainya mampu ia bikin dengan penuh kesabaran.

“Keluarga sudah pernah memeriksakan kakak ke Solo, tapi juga tidak membuahkan hasil. Saya tidak tahu jenis penyakit apa yang diderita kakak saya,” terang Susilowati.

Siang itu, rumah Sulami mendadak kebanjiran tamu. Pasalnya, tiga komunitas masing-masing Anteping Kalbu (Tebu), Obrolan Cah Sragen (OCS) dan Komunitas Laskar Bengawan datang untuk memberikan tali asih berupa sejumlah uang dan sembako kepada Sulami.

Penyerahan bantuan disaksikan Ketua RT 031 Tukimin. “Saya sendiri belum tahu jenis penyakit apa yang diderita Sulami. Keluarga sudah pernah membawa ke rumah sakit, tapi juga tidak ada hasil,” terang Tukimin.

Wakil Ketua Komunitas Tebu, Sri Heriyono, berharap para dermawan bersedia membantu meringankan beban yang diderita Sulami. “Awalnya, kegiatan amal ini akan diselenggarakan Komunitas Tebu sendiri. Namun, ternyata ada komunitas lain yang berminat. Kami menyambut baik sebab makin banyak komunitas yang membantu akan makin meringankan beban keluarga Mbah Suginem,” papar Heri.

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2017/01/meski-lumpuh-sulami-manusia-kayu-ini.html

Senin, 16 Januari 2017

Miliki Warung Soto, Anggota Provost Ini Gratiskan Kepada Pelanggannya Setiap Hari Jumat



Di balik sosok polisi yang senantiasa melakukan pungli ataupun kesewenangan dalam tugasnya, ternyata ada polisi yang justru menginspirasi dan patut dijadikan contoh. Salah satunya yakni seorang anggota Provost Polrestabes Semarang Jawa Tengah bernama Aiptu Suprapto.

Diketahui bahwa anggota Provost tersebut memiliki usaha keluarga yakni berjualan soto dan setiap hari Jumat, ia selalu menggratiskan usahanya tersebut kepada para pelanggannya.

“Karena inikan hari berkah,” ucapnya, seperti yang dikutip dari Okezone, Jumat (13/1/2017)

Aiptu Suprapto bersama istrinya Emy Sulistiyati sudah menjalankan usaha yang berada di belakang Gang Lawang Sewu Kota Semarang tersebut selama 10 tahun. Sementara sedekahnya yang dilakukan setiap hari Jumat baru dilakukan setahun belakangan.

Para pelanggannya pun sudah mengetahui hal tersebut lantaran adanya pengumuman tertulis di depan kasir.

“Jadi pembeli cukup bayar minumnya saja,” tambahnya.

Adapun aktivitas mulianya dalam bersedekah sudah ia lakoni sejak dulu. Sebelum usahanya memiliki tempat yang tetap, Aiptu Suprapto bersama istri harus berjualan dengan berkeliling. Ia pun seringkali membagikan nasi kotak ke tukang becak atau tukang angkut saat berkeliling tersebut.

Namun karena tugasnya sebagai seorang polisi terbatas dengan waktu, Aiptu Suprapto kemudian memutuskan berjualan di satu tempat saja dan menggratiskan sotonya setiap hari Jumat.

Aiptu Suprapto beserta istri dibantu oleh empat karyawan setiap harinya yang membagikan hampir 250 porsi secara gratis saat itu.

"Biasanya jam 12 sudah habis, pembelinya para pegawai perkantoran, wisatawan Lawang Sewu, terus yang biasa bekerja di sekitar sini," katanya.

Diakuinya bahwa dengan bersedekah, rezekinya tidak pernah berkurang. Bahkan kini ia mampu menyekolahkan anak pertama ke Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang.

Aiptu Suprapto pun tidak menjadikan usaha sotonya sebagai penghalang dalam melaksanakan tugas karena ia hanya akan membantu saat waktu senggang dan sebelum berangkat dinas.

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2017/01/miliki-warung-soto-anggota-provost-ini.html

Enggan Mengemis, Kakek Renta Ini Pilih Jualan Kaca Cermin Yang Dibuatnya Sendiri



Tidak ada yang ingin jika masa tuanya harus terus disibukkan dengan berbagai aktivitas mengais rezeki. Namun begitulah fakta yang dirasakan oleh masyarakat bawah yang tidak mampu menikmati masa tuanya di rumah dan sibuk menghadapi kerasnya hidup.

Itu juga yang dialami oleh seorang kakek renta yang mengandalkan jualan kaca cermin demi bisa memperoleh sedikit uang. Kakek yang diketahui berjualan di Pasar Lingkar Timur Bengkulu ini membuat cermin jualannya sendiri dalam berbagai ukuran dan menjajakannya di dekat tempat parkir kendaraan.

Tampak dalam foto, kakek tersebut hanya menggunakan alas seadanya untuk berjualan dan berada di tengah keramaian lalu lalang orang-orang.

Foto tersebut diunggah oleh Laman Facebook Selamat Pagi Indonesia pada hari Sabtu, 27 Agustus 2016 dimana sang kakek mengenakan kaos putih yang lusuh dan celana pendek berwarna hitam. Tak lupa ia mengenakan topi untuk sedikit terlindungi dari paparan sinar matahari.

Di tengah teriknya matahari, sang kakek tidak terlihat mengenakan sandal karena digunakan untuk alas duduknya. Sementara kulitnya yang keriput dan hitam legam nampak begitu melekat di tubuhnya yang sudah kurus.

Kakek yang senantiasa membawa keranjang anyaman tersebut diketahui hanya tinggal di sebuah rumah petak yang ia kontrak bersama dengan anaknya. Meski telah lanjut usia, sang kakek yang tidak diketahui namanya tersebut enggan untuk berdiam diri apalagi mengemis. Ia lebih memilih untuk berjualan guna mencari rezeki yang berkah.

Bersama unggahan foto tersebut, pemilik laman Facebook menulis,

“Tidak ada maksud apa-apa dengan postingan ini, hanya ingin berbagi dan membantu siapa tahu ada teman-teman (khususnya yang domisili di Bengkulu) yang ingin membantu beliau dengan cara membeli kacanya atau membantu secara langsung. Lokasi: Pasar Lingkar Timur, Bengkulu,” tulisnya.

Karena postingan tersebut, sejumlah netizen ikut terharu dan berkomentar. Salah satunya adalah Ida Nursanti yang menulis, “Seorang bapak yang sudah renta seharunya dinikmati sisa umur beliau, tapi masih semangat untuk mendapat rezeki yang halal dengan karyanya yang sederhana.”

Sementara itu akun Eko Efendy Ae Wezt berkomentar, “Inilah hidup penuh perjuangan.. dan berjuang untuk hidup. Tak memandang usia tua maupun muda, hanya demi sesuap nasi kakek ini dengan semangat berjuang untuk bisa hidup. Semoga rejekinya lancar kek..”

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2016/08/enggan-mengemis-kakek-renta-ini-pilih.html

Berjualan Seadanya Demi Mencari Rezeki Halal, Nenek Ini Ajarkan Hidup Ikhlas Dan Tabah



Bagi seorang yang beriman, tentu dalam menjalani kehidupan di dunia ini harus senantiasa diisi dengan syukur, ikhlas dan tabah. Karena tidak semua episode kehidupan di dunia akan selalu bahagia dan penuh kesenangan.

Hal ini juga yang diterapkan oleh seorang nenek yang meski telah renta, ia tidak ingin hidup dari meminta-minta. Justru ia ikhlas dan tabah menjalani kehidupannya sembari mencari rezeki dengan jalan yang halal.

Nampak dalam sebuah foto, nenek yang biasa berjualan di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini menjajakan barang-barang yang seadanya dan terlihat sangat sedikit. Ia pun hanya mengalasinya dengan sebuah kain batik agar lebih enak dilihat. Beberapa barang yang dijualnya antara lain mie instant, kacang tanah, bedak, sabun dan yang lainnya.

Meski usahanya bermodal minim dan tentu penghasilan yang tidak seberapa, nenek ini tidak merasa putus asa akan rezeki dari Sang Pencipta. Bahkan dengan keyakinan yang kuat, ia akan senantiasa berpindah tempat berharap ada rezekinya di tempat lain.

Kisah dan fotonya di media sosial pun membuat netizen terharu dan terenyuh. Tak hanya itu saja, mereka pun salut akan semangat juang dan mental sang nenek yang senantiasa berkhusnudzon kepada Allah Ta’ala.

Sebagian dari mereka kemudian ikut menyebarkan foto itu sembari berharap agar netizen yang melewati jalan tersebut bisa membeli dagangannya meski hanya beberapa saja.

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2016/08/berjualan-seadanya-demi-mencari-rezeki.html

Kisah Pilu Kakek Tua Berusia 72 Tahun, Meski Hidup Susah Namun Tetap Dermawan Pada Siapapun



Sebuah kisah yang memilukan datang dari seorang kakek tua asal Bekasi. Kakek berusia 77 tahun ini menggantungkan sisa hidupnya dengan menjadi seorang penambal ban keliling disekitar daerag Cikarang dan Bekasi.Engkong Minggu, demikian ia disapa, sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban keliling di daerah Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Engkong menghabiskan malamnya dengan suara-suara ayam di samping tempat tidurnya karena dia tinggal seatap dengan ayam-ayam tersebut. Tanpa kenal lelah, engkong masih sanggup berkeliling dengan sepeda tua, sebuah pompa ban, dan beberapa perlengkapan tambal ban yang sederhana yang ia masukkan dalam kotak merah bertuliskan samar-samar “TAMBAL BAN”.

Engkong Minggu hanya mendapatkan seribu rupiah untuk setiap ban yang dipompanya bahkan sampai pernah tidak mendapatkan penghasilan sama sekali dalam sehari. Meski begitu, engkong masih mengucap syukur alhamdulillah dan tetap menggunakan kekuatannya dalam menekuni pekerjaannya itu.

Dahulunya, engkong pernah menjadi salah satu montir di perusahaan otomotif swasta besar di Jakarta dan menarik becak. Meskipun sudah sulit berbicara dan mendengar, engkong tetap ramah dan selalu berusaha membantu orang lain.Misalnya meminjamkan uang yang didapatnya kepada orang yang membutuhkannya.

Walaupun engkong pernah ditipu dan mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan, engkong tidak khawatir karena engkong memiliki kemampuan bela diri sejak muda.

Engkong merasa umur bukan menjadi hambatannya dalam mencari nafkah. Semenjak istrinya meninggal, engkong hidup sendiri tanpa mau bergantung pada 5 orang anaknya.

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2017/01/kisah-pilu-kakek-tua-berusia-72-tahun.html

Senin, 18 Januari 2016

Renungan Kisah Nyata

Sebuah renungan kisah nyata dari seorang netter yang banyak di share di medsos. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Diceritakan dengan gaya bertutur. Berikut ini ceritanya :
Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…
Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya… Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an..
Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung… Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung… “Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”... “Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…
Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…
“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah... Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru... Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya.. mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”... Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi… Salam.........
Kiriman dari seorang sahabat Fanspage ini yang bernama @Selvie Lestasi
Silahkan dibagikan semoga memberikan manfaat

Jumat, 08 Oktober 2010

Kiat Menjadi Pribadi Yang Menarik Dan Menyenangkan

Semua orang ingin disebut menarik, menjadi pusat perhatian, terkenal dan dikagumi banyak orang. Menjadi menarik dan menyenangkan merupakan obsesi kebanyakan orang. Menarik dan menyenangkan mencakup aspek fisik (lahiriah) dan non-fisik (meliputi: emosional, personalitas dan integritas pribadi). Banyak orang yang cantik, tampan, pandai dan kaya namun belum dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang menarik dan menyenangkan dikarenakan adanya sesuatu yang kurang dalam diri mereka.

Orang yang menarik dan menyenangkan membuat orang suka padanya dan selalu ingin dekat dan ingin melihatnya serta ingin berinteraksi dengannya. Orang yang memiliki daya tarik dan menyenangkan ibarat memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya.

Berbeda dengan kecantikan dan kepintaran yang pada hakekatnya merupakan sesuatu yang diberikan oleh Tuhan (given), menarik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan distimulasikan dalam setiap aktifitas kehidupan kita sehari-hari (Daily activity).

Untuk itu ada beberapa kiat yang perlu diikuti dan dilakukan bila kita ingin memiliki kepribadian yang menarik dan menyenangkan.Adapun kiat-kiatnya adalah sebagai berikut :

1. POLITENESS (SOPAN SANTUN)

Selalu sopan dan baik terhadap orang lain menyebabkan kita menjadi menarik dan menyenangkan bagi orang lain tersebut. Bila bertemu dengan siapapun kita hendaknya "hangat" dan ramah kepadanya. Tegur sapa yang manis dan hangat, seperti : Halo...apa khabar, Selamat Pagi..., Selamat Siang..., dsb harus selalu kita ucapkan lengkap dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang tulus yang mencerminkan dan mewakili itu semua. Pada orang yang baru pertama kali kita kenal sebaiknya kita ucapkan : "Saya senang sekali bertemu dengan Anda..., Kapan-kapan kita bincang-bincang lagi..., dan sebagainya.

Orang-orang yang ingin tampil menarik, menyenangkan dan diperhatikan orang adalah orang-orang tidak akan pernah menyakitkan dan melukai hati dan perasaan orang lain. Bila hati orang sudah terluka maka akan sulit sekali untuk dapat sembuh dalam waktu yang singkat malah mungkin sekali sakit hatinya berubah menjadi api dendam yang membara yang sewaktu-waktu dapat meledak bagaikan bom neutron yang dahsyat.

2. HOSPITALITY (KERAMAH-TAMAHAN)

Prinsip "Sentuhlah Hatinya", haruslah dipegang dan dipahami betul guna menimbulkan kesan menarik dan menyenangkan pada diri kita.

Beberapa yang perlu dipraktekkan sehubungan dengan sopan santun dan keramah-tamahan :

Sambutlah Tegur Sapa Orang-orang : "Tiada hal yang senyaman kata-kata sambutan yang diberikan oleh orang lain dengan nada yang tulus dan riang".

Senyumlah Kepada Orang-orang : "Ada 72 otot yang diperlukan untuk mengerutkan dahi, namun hanya dibutuhkan 14 buah otot untuk tersenyum".

Panggillah Orang dengan Menyebut Namanya : "Musik yang paling merdu dan syahdu di telinga siapapun adalah bunyi namanya sendiri...".

Bersikaplah Bersahabat : "Bila anda ingin bersahabat, bersikaplah bersahabat..."

THE VALUES OF SMILE :
  • It costs nothing but create much. 
  • It enriches those who receive without impoverishing those who give.
  • It happens in a flash but the memory of it sometimes lasts forever.
  • None are so rich that they can along without it, and none are so poor but are richer for smile.
  • It create happiness at home, foster goodwill in a business and is the countersign of friends.
  • Yet it can not be bought, begged, borrowed or stolen, for it is something that is no earthly good to anybody till it is given away !
  • And if it ever happens that some people should be too tired to give you a smile, why not leave one of yours ?
  • For nobody needs a smile so much as those who have none left to give.
3. RESPECTFULL (RASA HORMAT)

Kalau kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakuakn mungkin akan menimbulkan Ketegangan, sebab orang lain mungkin tidak menyukai cara-cara kita tersebut. Sebaliknya, kalau kita memperlakukan orang lain dengan cara sebagaimana mereka ingin diperlakukan maka hakekatnya kita telah menangkap inti dari fleksibiltas diri kita yang sebenarnya.

Menghormati orang lain, berarti belajar memperlakukan orang lain secara berbeda menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan mereka bukannya menurut kadar kebutuhan dan kepercayaan diri kita sendiri. Hal ini bisa mengarah kepada pengertian Moral dan penerimaan diantara individu-individu dan kelompok-kelompok. Hal ini juga menunjukkan Integritas Pribadi seseorang.

Rasa hormat kepada orang lain, mungkin lebih mudah dipahami sebagai: "usaha mencari kepentingan umum yang dibagi bersama dan kemudian dikerjakan bersama-sama untuk mencapai hasil yang menang-menang (win-win)".

4. ATTENTIVE (PENUH PERHATIAN)

Sikap penuh perhatian berarti menyadari "apa saja yang sedang berlangsung di lingkungan kita". Sikap penuh perhatian berhubungan dengan kemampuan membaca situasi yang tersirat (implicit). Ini bisa dimulai dari sesederhana memperhatikan ketika seseorang merasa bosan dan merasakan bahwa sekarang bukan saatnya untuk menyampaikan gagasan-gagasan kita.

Bersikap penuh perhatian berarti mengosongkan diri dari pemikiran-pemikiran diri kita sendiri secara subyektif (mampu melihat dari kaca mata orang lain) dan membuka wawasan dan pikiran untuk mau melihat segala hal di luar diri kita.

Orang yang penuh perhatian juga tahu kapan ia harus bertindak dan kapan ia tidak boleh bertindak. Orang yang tergolong penuh perhatian akan bermain dalam hal : kecenderungan, pola-pola, variasi dan kesempatan. Orang yang penuh perhatian akan memiliki sikap terbuka baik terhadap informasi yang masuk, gagasan ataupun saran-saran dari orang lain.

Rabu, 27 Mei 2009

Rahasia Orang-Orang Yang Beruntung

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk rekans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?