Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Dulu Sebelum 'Hijrah', Ratna Galih Tak Percaya Agama

 Tuhan mempunyai cara sendiri memberi hidayah kepada hamba-Nya. Salah satunya artis Ratna Galih yang kini 'hijrah' untuk memutuskan berhijab. Padahal sebelumnya Ratna termasuk orang yang lebih percaya terhadap logika ketimbang hal-hal gaib. Bahkan ia mengaku sudah sampai pada tahap agnostik.

"Saat itu aku berpikir kok berbeda ya kalau agama sama logika. Akhirnya aku menjadi agnostik. Apalagi aku sering ke luar negeri, dan banyak yang atheis. Jadi terpengaruh," ungkap Ratna Galih saat dijumpai di Capre Diem, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu





Kehidupan yang serba berkecukupan pun nyatanya tak membuat Ratna menjadi senang. Diakui ibu dua anak ini, masih ada kekosongan yang dirasa dalam hidupnya. Hingga akhirnya, dia menemukan jawaban tentang arti hidup di dalam kitab suci Al Quran.

"Bahagia tapi merasa enggak lengkap, ada yang kosong. Karena terlalu nyaman sama kehidupan duniawi akhirnya cari sesuatu yang menenangkan hati dengan spiritual. Aku iseng beli Al Quran dan Sience. Di situ terjawab semua pertanyaan aku dalam hidup. Aku temukan jawabannya di Al Quran, enggak ada di buku lain,"
ujar Ratna.





Meski begitu, Ratna Galih mengaku akan tetap menggeluti panggung hiburan yang selama ini sudah melambungkan namanya. Hanya saja ia meminta, pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan penampilannya yang baru.

"Minta petunjuk sama Allah. Aku tetap di dunia entertain tapi yang diambil tetap disaring,"
pungkas Ratna Galih.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Sabtu, 04 Februari 2017

KISAH PENUH MAKNA Sahabat Abdullah bin Rawahah Yang Diutus Rasulullah Kepada Kaum Yahudi


KISAH INI PENUH MAKNA

Bismillah. Setelah benteng Khaibar milik Yahudi jatuh ke tangan Muslimin, diperoleh banyak sekali rampasan perang. Di antaranya berupa kebun kebun korma yang luas. Yahudi Madinah terkenal sebagai petani korma yang handal.

Namun para Shahabat banyak yang kurang paham cara mengelola korma. Terutama yang aslinya pedagang dari Makkah. Selain jarak ke Khaibar juga jauh, sekitar 60-70 km arah utara dari pusat Madinah.

Yahudi Khaibar menawarkan diri kerjasama "garap kebun". Mereka yang kelola, nanti hasil dibagi bersama Muslimin pemilik kebun. Nabi Saw karena manusia LEMBUT HATI, beliau setuju usulan kerjasama itu.

Setelah setahun berlalu, tiba saatnya pembagian hasil KEBUN KHAIBAR dilakukan. Rasul Saw mengirim utusan ke Khaibar untuk mengurusnya. Luar biasa, beliau tunjuk seorang PENYAIR, bukan "The Accountant". Namanya Abdullah bin Rawahah Ra.

Saat tiba di Khaibar, kaum Yahudi sudah "kumat lagi sakitnya". Mereka bermaksud MENYUAP Ibnu Rawahah, agar dia memberikan prosentase ke Yahudi lebih banyak. Tentu saja Sahabat yang mulia itu menolak keras.

"Demi Allah, tidak ada manusia yang paling aku benci, selain kaum kalian (Yahudi) ini. Tapi yakinlah, aku akan bertindak seadil-adilnya," kata Ibnu Rawahah.

Maksudnya, secara pribadi beliau sangat ANTI YAHUDI. Tapi sikap antinya tidak akan membuat dia menzhalimi hak hak Yahudi. Termasuk upaya suap mereka, tidak akan mempengaruhi sikapnya.

Mendengar pernyataan Ibnu Rawahah yang tegas itu, kaum Yahudi berdecak kagum. "Dengan cara seperti inilah, langit dan bumi ditegakkan (oleh Allah)," kata para Yahudi itu.

Benar adanya. Allah telah meletakkan MIZAN KEADILAN di petala langit langit. Seperti disebut dalam Ar Rahman:

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca [keadilan]." (QS Ar-Rahman: 7)

Ibnu Rawahah Ra menyelesaikan tugasnya dengan gemilang. Nantinya beliau gugur sebagai PENYAIR HEROIK, pembawa panji bendera Ummat dalam perang Mu'tah kontra Romawi.

BUTIRAN HIKMAH DI BALIK KISAH: 
1. Rasul Saw tidak melarang muamalah dengan orang kafir; selama saling menguntungkan, adil, jujur.
2. Rasul Saw TIDAK KEBERATAN memilih seorang ahli tertentu untuk mengerjakan urusan di luar bidangnya; selama orang itu mampu dan tangguh.
3. Suap (risywah) adalah penyakit perusak MUAMALAH. Jangan dilakukan. (Mayoritas fenomena KORUPSI di Indonesia, karena suap menyuap).
4. Kebencian kepada suatu kaum tidak membolehkan KEZHALIMAN atas kaum itu. Kalau zhalim, ya ditindak sesuai hukum.
5. Bahwa tatanan kehidupan di mana pun, TERPELIHARA LEWAT PENEGAKAN KEADILAN. Perbuatan tidak adil, akan merusak tatanan.

Demikian, kisah indah Abdullah bin Rawahah Ra. Semoga bermanfaat. Amin amin ya Rabb.

(fb)

[PORTAL-ISLAM]  

Jumat, 03 Februari 2017

Bagi Yang Suka Memperolok Agama Allah, Allah SWT Berfirman: "Tidak usah kamu minta ma’af"


[PORTAL-ISLAM] Pernah gak liat netizen yang ngetik 'takebeer' sebagai olok-olok atas kalimat 'Takbir'? Ada dan banyak..

Pernah liat netizen ngata-ngatain muslim dengan istilah "dasar Onta Arab??" Pernah dan banyak..

Pernah liat mereka-mereka yang suka mengubah-ubah Nama Allah ta'ala, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam dengan maksud bercanda? Pernah dan sering..

Hati-hati, serem konsekuensinya, becandanya aja gak boleh apalagi kalo sampe sengaja..

Bahkan saking seremnya hukuman, sampai Allah SWT mengatakan "Tidak usah kamu minta ma’af". Yang artinya sudah Allah tutup pintu bagi mereka. Na'udzubillah... Kalau Allah SWT sudah menutup pintuNya lantas siapa lagi yang bisa menolong? Tak ada. Tsumma na'udzubillah.

Perhatikan ayat-ayat ancaman Allah SWT ini dalam surat At-Taubah ayat 64-68 yang ditujukan bagi mereka yang suka memperolok-olok Allah, Rasulullah, Kitab Al-Quran, ajaran Islam.

64. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu [terhadap Allah dan Rasul-Nya]". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka [tentang apa yang mereka lakukan itu], tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

66. Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan daripada kamu [lantaran mereka taubat], niscaya Kami akan mengazab golongan [yang lain] disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah mela’nati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal.

Ayat-ayat ini, yang turun 14 abad lampau, seperti baru turun saat-saat ini. Persis kita jumpai perilaku memperolok-olok Allah, Rasulullah, Kitab Al-Quran, ajaran Islam. Semoga kita semua terlindung dari murka Allah yang menutup dan menghardik "Tidak usah kamu minta maaf".

MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA.

[Eson Jumarsono]