Tampilkan postingan dengan label Populer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Populer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

( Jangan BUTA Sejarah ) : PKI antara Tahun 1945 sampai 1965 di INDONESIA

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...




A. KRONOLOGIS

1. Tanggal 8 Oktober 1945 : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).

2. Medio Oktober 1945 : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.

3. Tanggal 17 Oktober 1945 : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.

4. Tanggal 18 Oktober 1945 : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.

5. Tanggal 21 Oktober 1945 : PKI dibangun kembali secara terbuka.

6. Tanggal 4 November 1945 : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.

7. Tanggal 9 Desember 1945 : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.

8. Tanggal 12 Desember 1945 : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.

9. Tanggal 12 Februari 1946 : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.

10. Tanggal 14 Februari 1946 : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.

11. Tanggal 3 - 9 Maret 1946 : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.

12. Tahun 1947 : Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.

13. Tanggal 17 Januari 1948 : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.

14. Tanggal 23 Januari 1948 : Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.

15. Bulan Januari 1948 : PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.

16. Tanggal 29 Mei 1948 : M.Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.

17. Bulan Mei 1948 : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.

18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948 : PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.

19. Tanggal 11 Agustus 1948 : Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.

20. Tanggal 13 Agustus 1948 : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.

21. Tanggal 19 Agustus 1948 : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.

22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948 : Konferensi PKI

23. Tanggal 31 Agustus 1948 : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.

24. Tanggal 5 September 1948 : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.

25. Tanggal 10 September 1948 : Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.

26. Medio September 1948 : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.

27. Tanggal 13 September 1948 : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.

28. Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

29. Tanggal 18 September 1948 : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.

30. Tanggal 19 September 1948 : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat

31. Tanggal 19 September 1948 : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.

32. Tanggal 20 September 1948 : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.

33. Tanggal 21 September 1948 : PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.

34. Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :

a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.
b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.
c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.
d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.
g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan
i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.

35. Tanggal 30 September 1948 : Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.

36. Tanggal 4 Oktober 1948 : PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

37. Tanggal 30 Oktober 1948 : Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.

38. Tanggal 31 Oktober 1948 : Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

39. Akhir November 1948 : seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.

40. Tanggal 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

41. Tahun 1949 : PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

42. Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

43. Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

44. Tanggal 6 Agustus 1951 : Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.

45. Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

46. Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

47. Tanggal 8 – 11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.

48. Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI

49. Tanggal 15 Februari 1958 : Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

50. Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

51. Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

52. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

53. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

54. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.

55. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

56. Bulan April 1962 : Kongres PKI.

57. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.

58. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

59. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqin, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.

60. Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

61. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI

62. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

63. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

64. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

65. Bulan Juli 1965 : PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.

66. Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

67. Tanggal 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

68. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :

a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.

b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.

c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.

d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.

e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.

f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :

- Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief

- Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi

- Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono

- Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

69. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.

70. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.

71. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

72. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.

73. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

74. Tanggal 19 Oktober 1965 : Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

75. Tanggal 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

76. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.

77. Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

78. Tanggal 11 Maret 1965 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.

79. Tanggal 12 Maret 1965 : Soeharto melarang secara resmi PKI.

80. Bulan April 1965 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

81. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

82. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

83. Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.

84. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.

85. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.

86. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.

87. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.

88. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Angota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.

B. ANALISA DAN KESIMPULAN

1. Sejak dibentuk kembali pada tanggal 21 Oktober 1945, PKI terus bangkit dan berkembang pesat melalui POLITIK MENGHALALKAN SEGALA CARA, mulai dari pembubaran Partai Islam dan Ormas Islam serta penangkapan para Tokohnya, hingga penculikan dan pembunuhan Ulama dan Umara.

2. Sejak dibentuk kembali PKI tetap selalu mengeksploitasi BURUH dan TANI dalam sepak terjangnya untuk mencapai tujuan-tujuan politik komunismenya.

3. PKI punya pengaruh kuat terhadap Presiden Soekarno hingga berhasil menekan Presiden membubarkan musuh-musuhnya seperti Partai Masyumi, Ormas GPII dan Partai Murba.

4. Kiblat Perjuangan PKI adalah UNI SOVIET, lalu mengembangkan hubungan dengan Komunis JERMAN dan RRT, sehingga PKI sejak lahir hingga dibubarkan tidak pernah memiliki ruh Kebangsaan Nusantara mau pun Nasionalisme Indonesia.

5. Pemberontakan PKI tahun 1948 dan tahun 1965 adalah bukti autentik tentang PENGKHIANATAN PKI terhadap Bangsa dan rakyat serta Negara Indonesia.

6. Sejak awal PKI didirikan lalu dibubarkan, kemudian dibentuk kembali hingga dibubarkan kembali TIDAK ADA sedikit pun Kontribusi PKI dalam perjuangan Kemerdekaan RI.

7. PKI berhasil merekrut PARAPERWIRA TNI yang berhaluan kiri dari berbagai angkatan untuk mengadu-domba mereka, serta membentuk pasukan khusus untuk melakukan teror dan pembunuhan, seperti Pasukan Cakrabirawa saat menculik dan membunuh para Jenderal Pahlawan Revolusi.

8. PKI bersifat KEJAM dan BIADAB sehingga tidak segan-segan membunuh Ulama, Santri, Jenderal hingga anak-anak, bahkan Kader NU yang merupakan Mitra PKI dalam NASAKOM diserang dan dibunuh juga.

9. PKI layak dan patut dilarang dan dibasmi di seluruh wilayah NKRI karena pengkhianatan dan kebiadabannya, sehingga sikap TNI dan NU sudah benar dalam menumpas PKI, begitu juga TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 sudah sangat tepat,

10. Soekarno bukan PKI, tapi sikap dan putusan kebijakannya banyak cenderung Pro PKI.

Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

[Habib Muhammad Rizieq Syihab] : http://www.suara-islam.com/read/index/15164/PKI---Tahun-1945-s-d-1965

NGERI! Jambore Nasional Mahasiswa Dicekoki Materi Yang Menyudutkan Umat Islam dan Aksi Bela Islam


Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia yang digelar di Cibubur, Jakarta Timur, 4-6 Februari 2017, berakhir tidak menyenangkan. Sebagian pihak mahasiswa dari beberapa Universitas diusir dari forum yang dibuka dua Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK Amran Sulaiman (mentan) dan Rudiantara (menkominfo) itu.

Kordinator Aliasi Mahasiswa Indonesia, Zainuddin Arsyad, mengatakan, ada beberapa mahasiswa dari UMY, UIJ, UBK, dan Universitas Ibnu Khaldun Jakarta yang diusir dari forum tersebut. "Alasanya karena mereka mengkritisi kinerja pemerintah saat ini," katanya saat menyampaikan sikap di Kantor MUI, Senin (6/2), seperti dikutip Republika.

Pada Senin (6/2), sebagai hari akhir dari kegiatan tersebut ada ratusan mahasiswa dari Aceh, Sulawesi, Lampung, Padang, dan beberapa kota lainnya terpaksa harus walk out. Mereka melihat kegiatan tersebut banyak kejanggalan dan sarat dengan kepentingan politik tertentu.

Zainuddin pun menjelaskan satu per satu. Kejanggalan pertama, bendera nasional tidak disediakan panitia dan tidak dipasang. Akibatnya, peserta membawa bendera dan naik ke panggung.

(Peserta pasang sendiri bendera Merah Putih)

Kemudian, tidak ada logo Pancasila, pembukaan acara tidak diakhiri pembacaan doa dan kitab suci Alquran. Kejanggalan lain, ada peserta yang tidak membawa undangan resmi, isi materi banyak menyudutkan ormas Islam dan presiden keenam RI, dan pengusiran mahasiswa dari ruangan acara karena kritis terhadap pemerintah dan salah satu pemateri mengatakan komunisme di Indonesia sudah tidak ada.

Zainuddin mengatakan, dalam forum yang dihadiri tersebut telah banyak pengkhianatan yang dilakukan panitia terhadap bendera, agama, dan juga Pancasila.

Kegiatan Jambore Nasional Mahasiswa ini juga dihadiri politisi PDIP Adian Napitupulu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan relawan Jokowi yang kini dapat jatah jabatan BUMN Fadjroel Rahman.

Usai jambore ratusan peserta menggeruduk dan menggelar aksi di depan rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mega Kuningan.

Di media sosial juga beredar slide isi materi yang disampaikan pada Jambore tersebut yang menyudutkan Umat Islam dan mendiskreditkan Aksi Bela Islam.

Berikut beberapa slide isi materi jambore:


(Di Cibubur, mahasiswa di brainwash dengan isu-isu menyudutkan Umat Islam. Termasuk isu politisasi agama yg dikaitkan dengan Cikeas. Ampuun)

(Publik jadi curiga siapa yang bermain dalam kasus esek-esek Fitnah terhadap Habib Rizieq)




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

ALLAHU AKBAR ! Akhirnya, Rakaat ke - 4 juga ! sebarkan !


AKAN TERJADI MOBILISASI TERBESAR UNTUK UNJUK RASA SEPANJANG SEJARAH PERADABAN MANUSIA.


Jutaan Muslim menggunakan Pesawat, Kapal, Bis, Mobil, Motor konvoi hadir di Jakarta 11 Februari 2017, semoga Antum dan Keluarga juga MENJADI BAGIAN dari catatan sejarah Dunia, para Pembela Islam lewat Aksi Damai.

Ribuan Muslim di Aksi 11 Februari akan melepaskan status Bupati, camat, kepala desa, purnawiraan Jendral, direktur, milyader.

“ SIAPA PUN ANTUM, DI MANA PUN ANTUM AYO KITA BERSATU ”
TAKBIR…..

ALLOHU AKBAR.. ALLOHU AKBAR… ALLOHU AKBAR…


mari saudara saudara muslimku, kita penuhi ibukota, kita tunjukkan ke musuh2 Islam, walaupun di hina, di cerca, di fitnah, kita tetap bersatu, menjunjung kalimat tauhid.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. 



GHIRAH 112



[Tulisan mantan jurnalis senior Nanik S. Deyang]


SEMANGAT 112 Bakal mengguncang Jakarta. Saya trenyuh teman-teman yg punya ghirah yg dari luar Jawa sudah pada pesan tiket pesawat jauh-jauh hari. Kemudian yg di Jawa juga sudah pada pesan tiket, dan malah saya dengar akan ada rombongan naik sepeda motor dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ghirah ini rasa yg muncul dalam hati yg kita juga tidak tau bagaimana prosesnya datang. Jadi yg orang Islam dan belum memiliki Ghirah terserah saja Anda untuk tidak bela Islam, tapi mohon jangan menghina yg punya Ghirah, misalnya menghina umat yg suka datang ke tempat persidangan penistaan agama, atau kadang datang ikut demo saat pimpinan umat diperiksa dengan mengatakan yg suka datang-datang di aksi-aksi itu TIDAK PUNYA KERJAAN atau pengangguran.

Asal anda-anda tahu mayoritas orang yg ikut demo baik di sidang penistaan agama dll itu, orang yg sudah punya usaha, dan bahkan para pekerja, namun saking cintanya sama agama, kemudian mereka cuti.

Jangan menghina orang yg datang ikut aksi Bela Islam ya, coba tanya yg ikut berbagai aksi, apakah mereka pengangguran? Waduhhh dari mulai yg punya puluhan perusahaan, dokter-dokter top, dosen (profesor dan doktor banyak yg ikut turun), sampai ibu-ibu rumah tangga, artis dan sosialata (perempuan -perempuan kaya di Indonesia) ikut turun.

Ghirah itu masalah nurani, jadi jangan menghina orang yg punya ghirah dengan menjustifikasi kalau orang yg datang ke sidang penistaan agama, kawal Habib Rizieq dll, dan ikut berbagai aksi, itu orang-orang yg gak ada kerjaan, atau cari nasi bungkus, atau dibayar.

Sekali lagi silahkan Anda yg Islam tapi tidak punya ghirah, atau merasa apa yg dikatakan Ahok itu nggak perlu dibesar-besarka, Anda punya sikap sendiri (tidak seperti kita), namun sebaliknya jangan menghina orang yg turun di berbagai Aksi.

Sejahat-jahatnya orang adalah orang munafik, dan orang yg suka menghina/mencela.

(Nanik S. Deyang)

 

Apa yang disampaikan Bu Nanik tentang Ghiroh itulah yang dulu ditegaskan Buya Hamka.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

TEGAS ! Saksi MUI Hamdan: Anda Muslim, Tapi Ragu pada Alquran. Murtad Dia!


Anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid mengatakan dirinya pernah menonton video sambutan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu yang menjadi awal permasalahan kasus dugaan penistaan agama.

Namun Hamdan menambahkan dirinya tidak mengingat menit berapa Ahok menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

"Saya pernah (nonton). Saya tidak ngitung semuanya berapa (menit) tapi yang disebutkan Ahok saya tahu," ujar Hamdan di gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Hamdan lebih lanjut mengatakan tidak mempermasalahkan video berdurasi apapun yang diperdebatkan, apakah yang sudah dipotong menjadi pendek atau video asli tanpa diedit yang diunggah oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Baginya, Ahok telah jelas menistakan agama.

"Versi manapun enggak ada bedanya, udah ngaku dia. Apa bedanya sih, kan sudah ngaku dia bahwa itu omongan dia bahwa dia menistakan agama. Jangan dibohongi pakai almaidah 51," jelasnya.

"Sama saja saya bilang jangan dipukul pakai kayu, kayu kan alat pukul kan. Kalau begitu Al Maidah alat kebohongan. Kalau anda muslim ragu pada Alquran, murtad dia!," pungkas Hamdan. 
sumber : arah 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Saat Ulama Dihina dan Dikriminalisasi, Kemana Suara para "Ustadz Selebriti" ?


post-feature-image

Ustadz selebriti tidak terdengar suaranya bahkan terkesan cuek saat ulama dihina dan dikriminalisasi. 

Ustadz selebriti kalah dengan komedian Kiwil yang secara terus terang menyatakan membela ulama. 

Komedian Jaja Miharja pun menyatakan kekesalannya terhadap seseorang yang menghina ulama, dan Agama Islam. 

“Gue sakit hati kalo kiai gue diginiin, dia yang ngajarin gue ngaji segala macem,” kata Jaja. 

“Bangsa Indonesia tidak boleh hancur karena satu orang, apalagi orang itu tidak memberikan rasa hormat kepada ulama,” ungkapnya. 

Seorang netizen bernama Rita Restiowatie mempertanyakan pembelaan ustadz selebriti terhadap ulama yang dihina dan dikriminalasi. 

Berikut ini pernyataan lengkap Rita Restiowatie: 

DIMANAKAH ULAMA SELEBRITI KITA ?

Saat ulama islam seperti Habib Rizieq diperangkap, dinistakan dengan telepon dan chatting vulgar belum lagi gugatan dari berbagai mahluk yg ingin tenar dan bersedia dibayar dari mulai Sukmawati Sukarno yg bahkan SMA pun tak tamat karena ijazah SMAN 3 Jakarta nya dinyatakan palsu malah menggugat skripsi doktoral sang habib, sampai tingkatan terbawah seperti Eddy Sutono yang mantan anggota Hansip yang menggugat sang habib karena kalimat sang habib yang menyamakan otak Kapolda Jabar seperti otak hansip itu telah sangat menikam perasaannya sebagai hansip bergengsi.

Banyak nian gempuran untuk sang habib, padahal habib hanya menggugat Ahok karena menistakan Islam.

Dalam aksi Bela Islam, ulama2 selain habib muncul menyatukan barisan.

Seperti Arifin Ilham.

Aku sempat tidak simpati karena dia mempunyai istri 2 dua orang yang berwajah mirip. 

Aku bayangkan sakitnya hati karena cinta yang terbagi.

Begitu juga dengan Aa Gymnastiar.

Pernah ada saat2 aku benci melihatnya karena dia menikah lagi dengan janda muda kaya raya keponakannya BJ Habibie.

Bukankah nabi mencontohkan agar menikahi janda terlantar sepertiku, yang tua, miskin dan bukan janda yang cantik jelita kaya raya.

Sebagai janda tua aku merasa tersinggung, karena Aa Gym mempunyai definisi berbeda dengan junjunganku nabi Muhammad SAW tentang definisi " Janda terlantar".

Gara2 keikut sertaan mereka membela islam, aku langsung simpati kembali.

Kupikir biarlah soal poligami itu toh urusan antara mereka, iman dan si Imin dibawahnya.

Tuhan juga membolehkan, kenapa aku keberatan?

Oke, jadilah aku terpaksa ikut2an menyetujui poligami, yah..sepanjang yang poligami itu bukan suamiku !

Ditengah hiruk pikuk pembunuhan karakter orang2 islam oleh kelompok Ahok, Lumutan dan Megawati, dimanakah ustadz2 selebritis kita yang biasa berseliweran di TV ?

Ustadz tersohor baik karena dakwah setiap pagi maupun karena perbuatan tak eloknya.

Dimanakah ustadz Solmed yang kerap wara wiri dengan mobil mewah Lamborghini dan pernah dikeroyok warga Cilegon?

Dimanakah ustadz Zacky Mirzah yang pernah kepergok dengan Regina mantan istri Farhat Abbas di hotel membicarakan dakwah katanya.

Dimanakah ustadzah Mamah Dedeh yang galaknya melebihi ibuku?

Dimanakah ustadz Nur Maulana yang bila ceramah lebih berisi banyolan daripada makna agama itu sendiri.

Dimanakah mereka?

Apakah mereka tak berani muncul kr terbelenggu honor di TV?

Atau karena mereka tak merasa islam perlu dibela?

Perlukah kita mencintai ulama seperti ini? 

Yang bahkan tak kita ketahui apakah mereka mempunyai hati nurani atau tidak.

Dimanakah mereka ?

Catatan : 
Ustadz glamour yang paling menggigit dengan ke riya annya adalah ustadz Riza Muhammad.
Menyandang nama nabi Muhammad tapi tidak meneladani kesederhanaannya.
Aku malu se malu2nya menyaksikan tayangan saat dia dengan bangga memamerkan rumah elektiknya yang bergaya indiahe.

Sumpah, bukan karena iri walaupun rumahku tidak bagus, aku cuma malu, beginikah sikap seorang uatadz yang bagi sebagian orang menjadi tempat mencari ilmu akhirat?
Dimanakah dia bersembunyi saat ulama lain membela islam, membela kitab sucinya yg dinista seorang ahok? [snc]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kapolda Tegaskan Bakal Bubarkan Massa Aksi 112





Kapolda Metro Jaya Irjen Iriawan menegaskan, akan membubarkan masyarakat yang memaksakan kehendaknya untuk ikut dalam aksi pada 11 Februari mendatang.

"Tentunya apabila unjuk rasa tersebut dilakukan maka unjuk rasa akan dibubarkan berdasarkan pasal 15 perundangan Nomor 9 Tahun 1998," ujar Iriawan saat menggekar jumpa pers bersama KPU di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (7/2)

Menurut Iriawan, massa aksi yang dikerahkan GNPF tersebut rencananya akan berkumpul di Masjid Istiqlal, kemudian menuju Monas, dan akan berjalan ke Bundaran HI. Setelah itu, baru menuju Monas lagi dan bubar.

"Tanggal 12 juga akan melaksanakan khataman, tanggal 15 ada shalat Subuh bersama, dan akan berjalan ke TPS, padahal sudah ada yang mengawasi," kata Iriawan.

Sebagaimana diketahui, menjelang Pilkada DKI 2017 massa GNPF MUI berencana menggelar aksi unjuk rasa yang dikemas dalam bentuk jalan santai dari Jalan Jenderal Sudirman dan Harmono. Iriawan pun mengimbau agar masyarakat mematuhi undang-undang dan mengurungkan niatnya untuk mengikuti aksi tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi perundangan-undangan tentang penyampaian pendapat di muka umum. Bahwa mereka harus menghormati hak-hak orang lain," kata mantan kapolda Jawa Barat tersebut.

"Dari Polda Metro Jaya harap masyarakat untuk mengurungkan niatmya, sehingga Ibu Kota tetap aman dan lancar," katanya.







GNPF-MUI Enggan Tanggapi Larangan Aksi 112


 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI berencana menggelar aksi pada 11 Februari 2017 atau 112 mendatang. Mereka berencana akan berkumpul di Masjid Istiqlal kemudian menuju Monas dan berjalan ke HI kemudian kembali lagi ke Monas untuk membubarkan diri.

Namun, hari ini, Selasa (7/2), Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan, akan membubarkan masyarakat yang memaksakan diri ikut aksi 112. Polisi akan membubarkan aksi tersebut sesuai dengan perundang-undangan Nomor 9 Tahun 1998.

Wakil Ketua Umum GNPF MUI Zaitun Rasmin masih enggan menanggapi respons kepolisian terkait rencana aksi tersebut. Pasalnya, Zaitun mengaku belum mengetahui secara langsung dari kepolisian. “Saya belum tahu apakah melarang itu kan belum ada kejelasan,” ujar Zaitun kepada Republika.co.id, Selasa (7/2).

Zaitun pun tak ingin menjelaskan lebih jauh apakah aksi tersebut tetap akan digelar. Meskipun beberapa ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU tidak akan mengirimkan anggotanya untuk ikut aksi.

Seperti diketahui, beberapa pengurus wilayah baik NU maupun Muhammadiyah menyatakan tak akan mengirimkan anggotanya ke Jakarta guna mengikuti aksi tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Ketua PCNU Solo Helmy Akhmad Sakdilah.


Hal yang sama juga dinyatakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta Subari. Subari mengatakan, tak akan mengimbau kepada warga Muhammadiyah berangkat ke Jakarta, meskipun aksi tersebut guna menyuarakan dukungan kepada MUI.







Soal Aksi 112, Ini Sikap Pemuda Muhammadiyah


 Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tidak akan menginstruksikan kadernya ikut dalam aksi 11 Februari 2017. Dahnil justru berharap Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI selaku inisiator aksi mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

“Agaknya GNPF harus mempertimbangkan dengan matang,” ujar Dahnil kepada Republika.co.id, Selasa (7/2).

Menurut Dahnil, jangan sampai perjuangan yang ikhlas dan murni untuk muruah umat dicederai dan kontradiktif oleh pihak yang tidak senang dan berusaha menyudutkan umat Islam. Terlebih, kata Dahnil, tanggal 11 Februari berdekatan dengan agenda pilkada serentak yang rawan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

Seperti diberitakan, GNPF MUI berencana menggelar aksi pada 11 Februari 2017 atau 112 mendatang. Mereka berencana akan berkumpul di Masjid Istiqlal kemudian menuju Monas dan berjalan ke HI, kemudian kembali lagi ke Monas untuk membubarkan diri.

Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan, akan membubarkan masyarakat yang memaksakan diri ikut aksi 112. Polisi akan membubarkan aksi tersebut sesuai dengan perundang-undangan Nomor 9 Tahun 1998.

Beberapa organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah juga tak akan menginstruksikan warganya untuk ikut aksi. Seperti yang dinyatakan oleh PCNU Solo dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Allahu Akbar ! Tanpa Konser-konseran, Kampanye Anies-Sandi PECAH !


Hari ini, Ahad (5/2/2017), kampanye paslon nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno yang diusung Gerindra-PKS benar-benar pecahhh membludak! Padahal gak pakai konser-konseran.

Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, mengapresiasi puluhan ribu kader partai pengusung dan relawan Anies-Sandi serta warga Jakarta yang memadati lokasi Kampanye Akbar Anies-Sandi, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Ahad (5/2).

Pasalnya, tanpa ada paksaan, mereka bersedia menghadiri kampanye paslon nomor 3 di akhir pekan.

"Kalian bisa tinggal di rumah, karena ini adalah waktu liburan. Seharusnya kalian bisa berekreasi. Tapi kalian justru ke sini," ujarnya saat memberikan orasi politik di Kampanye Akbar Anies-Sandi.

Menurut Prabowo, warga datang ke kampanye akbar itu, semata-mata menginginkan perubahan nyata di


Jakarta.

"Saya memahami kenapa kalian datang ke sini. Kalian ke sini karena menginginkan perubahan. Kalian ke sini karena kalian sudah capek dibohong-bohongi terus," tegasnya yang disambut teriakan meriah.

Sebab, sambung mantan danjen Kopassus ini, hingga kini banyak fenomena dengan pemimpin yang gemar memaki-maki, tidak menghormati ulama, dan guru-guru dihina.

Prabowo mengingatkan, bangsa Indonesia tidak bisa dibeli dengan uang.

"Kalian ke sini karena ingin menyatakan, bahwa rakyat Indonesia tidak ingin dibohongi. Rakyat berhak punya pemimpin yang jujur, berakhlak, rendah hati, tidak menipu rakyat terus menerus," tegasnya. 

Sumber: Indopos
Foto: @PKSJakarta

***

Sementara itu... yg pake konser2an dihadiri JUTAAN rumput hijau.. *LOL

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Senin, 06 Februari 2017

MERINDING ! Hati hati para pemfitnah ! ini MUBAHALAH Habib Rizieq Atas Para Pemfitnahnya



Secara maknawi, menurut Ust. Bachtiar Natsir, MUBAHALAH adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan atas orang yang Dzhalim atau berbohong di antara pihak-pihak yang bertikai. Syariat ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran dan menghancurkan kebatilan bagi mereka yang keras kepala dan tetap bertahan pada kebatilan meskipun sudah jelas bagi mereka kebenaran dan alasan-alasannya.

Syeikh Ibnu al-Qayyim Al Jauziyah pernah menjelaskan dalam kitab Zad Al-Ma'ad bahwa mubahalah disunahkan ketika beragumentasi dan berdebat dengan kelompok batil atau orang-orang sesat. Apabila mereka tetap tidak mau kembali kepada kebenaran dan tetap keras kepala meskipun sudah dijelaskan tentang kebenaran dan hujjah-hujjahnya.

Allah SWT memerintahkan Nabi SAW menantang kaum Nasrani dari Najran untuk ber-mubahalah. Ketika itu, utusan Nasrani dari Najran bersikeras mengatakan kepada Nabi SAW bahwa Isa AS adalah anak Allah SWT. Padahal, Nabi SAW telah menjelaskan kepada mereka bahwa Isa AS itu adalah hamba Allah SWT dan utusan-Nya. Maka, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi SAW agar menantang mereka untuk ber-mubahalah.

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." (QS Ali 'Imran: 61)

Dalam mubahalah tersebut, Nabi SAW menghadirkan anak dan istri masing-masing, kemudian berdoa kepada Allah agar menurunkan azab dan laknat-Nya kepada yang berbohong di antara mereka. Tetapi, karena mereka mengetahui bahwa Nabi SAW berada dalam kebenaran dan mereka berada dalam kebatilan, merekapun tidak berani melakukannya. Akhirnya, mereka berdamai dan membayar jizyah kepada Nabi SAW.

Diriwayatkan bahwa para sahabat Nabi SAW, seperti Ibnu Abbas, pernah menantang orang yang berselisih pendapat dengannya dalam suatu masalah untuk ber-mubahalah. Imam al-Auza'i, Imam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Hajar juga pernah ber-mubahalah.

Alhamdulillah, ulama dan pemimpin kita Habib Muhammad Rizieq Syihab telah ber-mubahalah, menantang orang-orang yang memfitnah beliau. Silahkan bagi kalian yang memfitnah, menuduh beliau dengan skandal esek-esek murahan, siap-siap saja...Jika Habib Rizieq salah, beliau sudah siap dilaknat. Namun bila beliau benar, dan kalian yang salah...maka kalian tau sendiri resikonya. Sungguh ini bukan perkara main-main!!!

Berikut saya tulis ulang Mubahalah beliau:

"Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi atau pun berzina.

Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di Dunia dan Akhirat."

Sudah siapkah kalian menerima laknat Allah duhai para pemfitnah, para pendukung serta kroni-kroninya dan juga aparat yang mencari-cari kesalahan Habib Rizieq???

Pesan saya, segeralah bertaubat sebelum terlambat...

(Oleh : Ust. Hilmi Firdausi)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !