Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Jejak Islam di Negeri Tertutup : Seperti apa Islam di Korea Utara ?

Tetangga yang tak akur


Korea Utara adalah Negara yang begitu tertutup dengan dunia luar sampai sampai begitu sulit mendapatkan informasi tentang perkembangan di Negara tersebut apalagi menyangkut tentang Islam.  Haluan politik Korea Utara hingga kini masih berhaluan komunis, menjadikan Negara tersebut sebagai salah satu dari sedikit Negara komunis di dunia.


Ketertutupan Korea Utara Korea Utara membuat dunia penasaran, ditambah lagi dengan fakta bahwa status Negara tersebut dengan negara tetangga satu etnisnya, Korea Selatan, hingga kini masih berstatus gencatan senjata yang ditandatangani tahun 1955, bukan perdamaian. Dan anda pasti sangat mengerti bahwa gencatan senjata hanyalah penghentian perang sementara yang semestinya dilanjutkan dengan pembicaraan hingga kesepakatan damai. Wajar bila kemudian para pemimpin dunia memandang semenanjung Korea senantiasa dengan hati berdebar. Karena dalam status gencatan senjata, maka perang dapat meletus kapan saja.


Pemberitaan berbagai media internasional tentang Korea Utara lebih di dominasi dengan kekhawatiran akan perkembangan kekuatan bersenjata Negara tersebut, utamanya tentang pengembangan senjata nuklir disana yang dalam perkembangan selanjutnya bahkan telah membuat para petinggi Negara Amerika Serikat memperingatkan bahwa “Roket Korut akan berdampak ke wilayah Indonesia”.

Nyatanya meski dunia internasional begitu mengkhawatirkan perkembangan disana bahkan melakukan pengucilan secara sistematik terhadap Korea Utara, justru perkembangan menarik terjadi dalam kaitannya dengan Indonesia. Merasa Dikucilkan, Korea Utara Pilih Indonesia. Sikap tersebut ditunjukkan dengan kunjungan resmi ke Indonesia oleh Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK),  Kim Jong-Nam, mengadakan kunjungan kenegeraan ke Indonesia.

Selasa 15 Mei 2012, Kim Jong-Nam  selaku orang kedua terkuat di Korea Utara setelah Kim Jong-un, Presiden muda Korea Utara saat ini, bertemu dengan Presiden SBY di Istana Merdeka Jakarta. Dijadwalkan Kim Jong Nam juga akan bertemu pimpinan DPR dan MPR RI serta para pengusaha Indonesia. Kim Jong-Nam datang ke Indonesia atas undangan presiden SBY dalam kunjungan dari tanggal 13 hingga 16 Mei 2012.

Agama Agama di Korea Utara

Di dunia maya, dapat dijumpai satu blog bertajuk “Asosiasi Persahabatan Korea di Indonesia” dengan semboyan “Langkah awal Menghubungkan Kembali 2 Poros yang berpisah”, sepertinya menjadi satu satunya sumber di dunia maya tentang Korea Utara dalam bahasa Indonesia bercampur dengan bahasa Inggris, Meski kami sama sekali tak menemukan informasi apapun tentang Islam di Negara tersebut.

Pada topik “Religion” dalam blog tersebut disebutkan bahwa “semua warga Negara menikmati kebebasan dan memiliki hak untuk beragama. The Korean Federation of Buddhists, the Korean Federation of Christians dan kelompok agama lain dengan bangga menjadi bagian dari partai politik dan institusi publik.”

Disebutkan juga bahwa “selama perang Korea, telah terjadi kehancuran luar biasa terhadap kuil, gereja dan tempat tempat suci di Pyongyang dan bagian Negara lainnya. Namun setelah itu telah dibangun kembali beberapa kuil seperti Kwangbop di Pyongyang, Pyohun di Gunung Kumgang, Kuil Pohyon di Gunung Myohyang dan rehabilitasi kuil kuil Budha lainnya serta pembangunan gereja.”

Di korea utara sebelum perang korea pada tahun 1950 tercatat jumlah pemeluk agama budha mencapai 10.000.000 pemeluk dan untuk nasrani sebanyak 10.000 pemeluk, namun setelah perang korea dan pemerintahan korea utara yang ber ideologi komunis menjadi penguasa pemerintah mewajibkan untuk semua agama berada di bawah organisasi partai pekerja korea, untuk sekarang pemeluk agama budha di korea sekitar 1.000.000 orang, dan pemeluk nasrani hanya berkisar ribuan orang.

Untuk agama lain seperti Islam di korea utara, para pemeluknya hanya berasal dari para staff kedutaan maupun para pekerja organisasi internasional. Rata rata penduduk di Korea utara adalah atheis jadi pemeluk agama agama seperti nasrani maupun islam adalah para staff maupun pekerja organisasi dari luar negri. Semuanya bersatu di bawah federasi agama Korea.

Di jejaring sosial facebook dapat dijumpai sebuah akun bertajuk “Islam In North Korea” namun kami tak menemukan informasi apapun terkait muslim disana. Akun tersebut lebih berfokus pada penyampaian informasi tentang agama Islam, tanpa memberikan informasi tentang hal sebagaimana judulnya.


Islam di Korea Utara

Seperti disebutkan di awal tulisan, sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang Islam di Korea Utara di dunia maya. Satu satunya sumber yang cukup valid mengenai keberadaan muslim di Korea Utara muncul dalam laporan PEW Research center yang menyebutkan dalam daftarnya bahwa di Korea Utara terdapat komunitas muslim sejumlah 2000 jiwa atau kurang dari 0.1% dari total jumlah penduduknya, yang didasarkan pada data tahun 2005. Meski demikian, tak informasi lainnya dari laporan tersebut terkait bagaimana kehidupan muslim disana, sejarah masuknya Islam disana, sebaran komunitasnya dan lain sebagainya.
Masjid di Korea Utara



Pyongyang Mosqu. Inilah foto yang disebut sebagai satu satunya masjid di korea Utara. lokasinya berada di dalam komplek Kedutaan Besar Iran di kota Pyongyang bertetangga dengan Kedubes Rumania.
Beberapa laporan di media massa menyebutkan tentang keberadaan masjid pertama di Korea utara, salah satunya laporan dari nknews.org yang menyebutkan tentang keberadaan masjid yang dibangun di dalam komplek kedutaan besar Iran di Pyongyang. Sejauh ini, Masjid tersebut merupakan satu satunya masjid yang ada di ibukota Negara dan seluruh Korea Utara.


Tak ada penjelasan lanjutan dari situs tersebut, menyangkut aktivitas di masjid satu satunya itu, apalagi ulasan mendetil. Hanya disebutkan bahwa lokasi masjid tersebut berada di dalam komplek kedubes Iran yang berdekatan dengan Kedubes Romania di kota Pyongyang. Dan bangunan masjid ini menjadi tempat ibadah ke lima yang ada di kota Pyongyang.


Referensi

Sumber : http://bujangmasjid.blogspot.com/2013/08/islam-di-korea-utara.html

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Ada Larangan dari Polda Metro, FUI: Aksi 112 Jalan Terus !

 Forum Umat Islam (FUI) selaku penyelenggara aksi 112 tetap akan mengadakan kegiatan itu meski ada larangan dari Polda Metro Jaya. FUI menilai aksi tersebut dijamin undang-undang.





"Insya Allah akan ada aksi 112 karena aksi dijamin Undang-Undang Dasar 1945," kata Sekjen FUI M Al Khaththath ketika dimintai konfirmasi, Rabu (8/2/2017).

Sebelumnya Polda Metro Jaya melarang massa turun ke jalan pada hari itu karena sudah berdekatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI.

Selain itu, Front Pembela Islam (FPI) menyebut aksi yang dilakukan adalah jalan sehat. FPI akan mengikuti instruksi FUI selaku penyelenggara.

"(Aksi 112) itu jalan sehat, itu pelaksananya dan pengundangnya Forum Umat Islam, FUI. Karena FPI bagian dari FUI, maka FPI akan ikut serta dalam kegiatan tersebut," kata juru bicara FPI Slamet Ma'arif, Selasa (7/2) malam.

"Tapi saya percaya FUI jalin komunikasi dengan mereka. Saya yakin itu sedang ada komunikasi intens. Kita tunggu sampai detik-detik terakhir, kalau kata FUI jadi jalan, ya kita jalan," sambungnya.




(kst/dhn)



Polda Metro Jaya Larang Aksi 112, FPI: Itu Jalan Sehat


Polisi mengimbau agar tidak ada massa yang turun ke jalan pada 11 Februari mendatang. Front Pembela Islam (FPI) mengaku akan mengikuti instruksi dari penyelenggara, yaitu Forum Umat Islam (FUI).

"(Aksi 112) itu jalan sehat, itu pelaksananya dan pengundangnya Forum Umat Islam, FUI. Karena FPI bagian dari FUI, maka FPI akan ikut serta dalam kegiatan tersebut," kata juru bicara FPI Slamet Ma'arif, Selasa (7/2/2017) malam.

Sebelumnya Polda Metro Jaya melarang massa turun ke jalan pada hari itu karena sudah berdekatan dengan hari pencoblosan Pilkada DKI. Namun Slamet menyebut hari itu belum termasuk masa tenang.

"Seinget saya, masa tenang itu tanggal 12 (Februari)," tutur Slamet. 

Meski demikian, dia mengaku akan menunggu hasil dari komunikasi yang dibangun antara FUI dan pihak kepolisian. Menurut Slamet, FUI telah menyerahkan surat pemberitahuan kepada polisi. 

"Proses perizinan sudah berjalan. Cuma sejauh mana prosesnya, FUI yang tahu. Jadi kalau kita diundang ya hadir. Kan kita bagian dari FUI," ungkap Slamet. 

"Tapi saya percaya FUI jalin komunikasi dengan mereka, saya yakin itu sedang ada komunikasi intens. Kita tunggu sampai detik-detik terakhir, kalau kata FUI jadi jalan, ya kita jalan," sambungnya.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Tentang Demo "Today I Am A Muslim Too" di New York City

New York - Meningginya Islamophobia di Amerika Serikat dan terjadinya kasus-kasus kekerasan kepada komunitas Muslim menimbulkan banyak keresahan, kekhawatiran, bahkan ketakutan kepada komunitas Muslim. Sejak memulai kampanye hingga terpilihnya, Presiden AS Donald Trump telah berhasil menebarkan racun ketakutan dan kebencian kepada sebagian masyarakat Amerika, yang memang selama ini sangat salah dalam memahami Islam dan pengikutnya. 






Puncak dari semua itu adalah dikeluarkannya Executive Order atau dikeluarkannya aturan melarang pendatang dari tujuh negara mayoritas Muslim untuk masuk Amerika. Keputusan pelarangan tersebut segera menyulut protes, bahkan kemarahan tidak saja warga Muslim Amerika, tapi juga masyarakat luas non Muslim di Amerika. Demonstrasi terjadi di mana-mana, khususnya di berbagai bandara internasional di berbagai kota Amerika. 

Keputusan itu bahkan memicu drama di kalangan pejabat Amerika sendiri. Acting Attorney General atau Jaksa Agung Amerika menentang untuk melaksanakan keputusan pelarangan itu dan berakhir dengan pengunduran diri, lalu disusul oleh pemecatan oleh Presiden Donald Trump. Pada akhirnya memang keputusan Trump (Executive Order) itu dibatalkan oleh Hakim Tinggi Amerika. Permintaan banding Trump ditolak kembali oleh Hakim Agung untuk kedua kalinya.

Solidaritas Warga Amerika 

Barangkali salah satu hikmah terbesar dari hadirnya Donald Trump di kancah perpolitikan Amerika dengan berbagai konsekuensi buruk itu adalah tumbuhnya empati dan solidaritas tinggi dari masyarakat Amerika secara luas. Dari kalangan pejabat yang secara politik berseberangan dengan Donald Trump, khususnya mereka yang berafiliasi dengan Partai Demokrat, hingga kepada pebisnis seperti pemilik Facebook, pimpinan agama termasuk Yahudi, pengamat dan ahli, masyarakat Hollywood, hingga kepada masyarakat luas. 

Rally dan demonstrasi yang terjadi di mana-mana, mulai dari jalan-jalan, depan Trump Tower, kantor-kantor pemerintahan, bandara-bandara, hingga ke Gedung Putih dan Kongres pada umumnya diinisiasi dan diramaikan oleh teman-teman Amerika non Muslim. Mungkin yang unik disebutkan di sini adalah keterlibatan masyarakat Yahudi membela hak-hak Muslim di berbagai kesempatan. 

Dukungan dan solidaritas teman-teman non Muslim yang masif ini menjadi salah satu faktor pressure yang menjadikan Hakim Agung Amerika membatalkan keputusan Presiden Trump itu. 

Demo "Hari ini Saya Juga adalah Muslim"

Dukungan dan solidaritas teman-teman non Muslim di Amerika tidak saja resistensi terhadap keputusan pelarangan Donald Trump terhadap Muslim dari tujuh negara itu. Tapi memang sejak lama ketika fenomena Islamophobia dan anti Muslim meninggi di Amerika. 

Di tahun 2010 misalnya, ketika Komunitas Muslim New York akan membangun sebuah Islamic Center dekat Ground Zero (WTC) masyarakat Amerika termakan oleh politisasi isu agama ini oleh sebagian politisi Amerika. Salah satu di antaranya adalah Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security) di Kongres Amerika ketika itu, Peter King dari Long Island New York. Dalam kapasitas itu Peter King ingin mengadakan "hearing" (dengar pendapat) dengan tema: radikalisasi Muslim Amerika.

Tema dengar pendapat ini tentu sangat menyinggung bahkan menyakiti masyarakat Amerika. Karena asumsi yang terbangun kemudian adalah bahwa masyarakat Muslim Amerika sedang mengalami proses radikalisasi di Amerika Serikat. Apalagi rencana tersebut dibangun di atas sebuah laporan pihak yang tidak bertanggung jawab bahwa 70% masjid-masjid di Amerika dikuasai oleh kelompok radikal.

Menyikapi ini teman-teman non Muslim sangat terusik, bahkan menganggap isu tersebut bukan lagi isu kelompok tertentu. Melainkan isu nasional karena dinilai bertentangan dengan dasar konstitusi yang menjamin keadilan untuk semua (justice for all) sekaligus menginjak-injak nilai yang dijunjung tinggi Ameerika (American value) dalam toleransi dan kebebasan beragama. 

Merespon terhadap rencana itu saya pribadi didatangi oleh banyak teman-teman pimpinan agama di Kota New York menanyakan jika mereka dapat membantu ketidakadilan (unfairness) sikap dari Ketua Homeland Security itu. Dan mereka mengusulkan jika komunitas Muslim mengadakan rally atau demonstrasi dengan tema: Today I am a Muslim too (hari ini saya juga seorang Muslim). 

Kini dengan keadaan sosial yang cukup tegang, mengkhawatirkan, bahkan menakutkan dan seolah tidak menentu, warga Muslim kembali mendapat dukungan dan solidaritas yang luar biasa dari teman-teman warga Amerika non Muslim. Termasuk mengusulkan agar kembali diadakan rally atau demonstrasi dengan tema yang sama di tahun 2010 itu. 

Tentu sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan segera saya tangkap tawaran itu. Dan dalam waktu sekejap rencana itu diamini oleh berbagai kalangan komunitas antar agama, Yahudi, Kristen, Budha, Hindu, Sikh. Bahkan organisasi-organisasi massa non agama juga menyatakan ingin bergabung membela komunitas Muslim. 

Rencana rally ini akan dilangsungkan pada tgl 19 Februari, dengan mengambil tempat di Time Square, pusat Kota New York. Untuk keperluan logistik dan perizinan kami telah melibatkan teman-teman Muslim di Kepolisian Kota New York (NYPD). 

Sebagaimana di tahun 2010 lalu, selain pimpinan agama-agama besar dan berpengaruh di Amerika, juga akan terlibat langsung bahkan dalam perencanaannya adalah Russell Simmons, hip hop mogul yang sangat terkenal dan berpengaruh di lingkungan Hollywood. 

Rencananya juga rally akan dihadiri oleh para aktifis dan pejabat tinggi seperti walikota dan gubernur negara bagian New York. Insya Allah! 

New York, 7 Februari 2017

*) Shamsi Ali adalah Presiden Nusantara Foundation, cendekiawan muslim, Imam dan Direktur Jamaica Muslim Center Jamaica-Queens-New York dan pernah menjadi Imam di Islamic Cultural Center of New York. 
(nwk/nwk)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

"PARA MANTAN" Yang Mengkritik Rezim Penguasa, Dari Bung Hatta Hingga SBY


Tulisan Dandhy Dwi Laksono tentang "PARA MANTAN (Pejabat)" yang tetap kritis terhadap Penguasa.

[PARA MANTAN]

Tahun 1960, Bung Hatta yang sudah menjadi mantan wakil presiden sejak 1956, menulis artikel yang cukup pedas di majalah Panji Masyarakat. Judulnya: "Demokrasi Kita". Isinya mengugat keras Demokrasi Terpimpin yang dijalankan Sukarno, terutama sejak Dekrit 5 Juli 1959.

Majalah Panji dibredel Sukarno gara-gara artikel ini. Rumah Bung Hatta di Jalan Proklamasi 57, Menteng, Jakarta Pusat, disatroni intel untuk memantau siapa saja tamu-tamu beliau. Terutama para diplomat asing.

Setelah Pemilu 1977, Bung Hatta juga mengkritik Soeharto dengan mengingatkan pelaksanaan UUD 1945 tentang masa jabatan presiden selama lima tahun dan "sesudahnya dapat dipilih kembali". Sebagai proklamator, Bunga Hatta punya tafsir bahwa masa jabatan presiden cukup dua kali, bukan berarti "sesudahnya dapat dipilih kembali" secara terus-menerus. Setelah reformasi, amandemen UUD 1945 barulah membatasi secara tegas masa jabatan presiden.

Kritik Hatta terhadap Soeharto ini melahirkan Yayasan Lembaga Kesadaran Berkonstitusi yang menurut almarhum Siner Key Timu, menjadi cikal bakal Petisi 50.

Apa itu Petisi 50?

Gerakan para mantan yang dibentuk awal 1980. Ada mantan kepala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Sjafruddin Prawiranegara --yang oleh sebagian pihak disebut sebagai "presiden kedua" Republik Indonesia. Ada mantan Kapolri Hoegeng atau mantan Gubernur DKI Ali Sadikin.

Para mantan dan pensiunan ini dicekal dan disabot mata pencahariannya. Universitas Atmajaya ditekan agar memecat Siner Key Timu. Ali Sadikin dicekal dan tak bisa mengantar istrinya yang sakit dan hendak berobat ke Singapura.

Ke mana arah status ini?

Pertama, tidak benar kalau dalam sejarah Indonesia, "para mantan" tidak ada yang mengkritik penerusnya secara terbuka. Bahwa ada yang memilih diam seperti Habibie dan berfoto mesra dengan yang sedang berkuasa, itu hal lain dan soal pilihan. Bahwa mantan seperti SBY berlebihan atau "lebay" itu juga benar dan soal lain.

Kedua, ini yang penting: bila ada rezim yang sudah mulai paranoia dengan "para pensiunan", seperti menjerat kakek-kakek dan nenek-nenek dengan pasal makar atau para aktivisnya lebih suka mendemo bekas pejabat ---sementara di sisi lain mereka duduk manis makan siang dengan kekuasaan sambil membicarakan pembagian beasiswa-- ingatlah, bahwa kita juga pernah punya rezim-rezim yang seperti ini.

Dan semuanya berakhir tragis, diinjak sejarah.

__
Sumber: fb

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Akhwat Bercadar Disuruh Buka Cadarnya Saat Razia Lalin, Dikira Teroris?



 Seorang akhwat bercadar yang bernama Maharani Hasan menceritakan apa yang dialaminya saat terkena razia lalulintas di kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang. Dia disuruh buka cadar. Untung akhwat ini type pemberani.

Berikut penuturannya yang ditulis di akun fb-nya, Selasa (7/2/2017).

Ada razia di BSD,
Dan sayapun kena disuruh minggir.

Setelah memperlihatkan semua kelengkapan surat2 berkendara, masih juga mobil ini kena diperiksa dalamnya.
Padahal kendaraan lain saya lihat hanya diperiksa surat2nya ajah.

Apa sih yg polisi2 ini fikir?
Saya teroris gituh?

Belum Lg rasa kesal ini hilang, tiba2 ada polisi GOBLOG yg bertanya : Bisa dibuka cadarnya Bu, untuk memastikan bahwa SIM ini adalah milik ibu?

KURANG AJAR !!

"Bapak dinas di kesatuan mana? Kita sama2 ke kantor polisi tempat Bpk bertugas saja, saya mau bertemu dng komandan Bpk, mau tanya apakah ada aturannya seperti ini"

Polisinya bisik2 antar mereka, trus balik lagi dan bilang, silahkan jalan Bu....

ASEM !!!


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Mantan Staf SBY: KTP Ganda Bukan Hoax, Itu Hasil Penangkapan Bea Cukai dari Kiriman FedEx



Akhir pekan lalu publik heboh dengan KTP ganda yang beredar di sosial media jelang Pilkada DKI Jakarta.

Viral di internet, gambar tiga e-KTP berjajar namun memuat foto wajah dari satu orang yang sama. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan foto ini adalah palsu.

"Berdasarkan hasil pelacakan Tim monitoring Pilkada Dirjen DukCapil, Ketiga foto ini #palsu krn menggunakan data milik orang lain," kata Tjahjo lewat akun Twitter @tjahjo_kumolo, Sabtu (4/2/2017) pukul 20.08 WIB.



Berdasarkan hasil pelacakan Tim monitoring Pilkada Dirjen DukCapil, Ketiga foto ini  krn menggunakan data milik orang lain.
Namun mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief menyatakan KTP ganda yang beredar itu bukan hoax. Tapi nyata hasil penangkapan petugas Bea Cukai dan FedEx. KTP ganda itu dikirim dari Kamboja dengan tujuan alamat Jakarta.

"Ini bukti waktu penangkapan disaksikan Pegawai Fedex dan Bea cukai (lihat kanan bawah)," kata Andi Arief di akun twitternya, Selasa (7/2/2017).

Andi memperlihatkan foto KTP-KTP ganda yang berjejer.



Ini bukti waktu penangkapan disaksikan Pegawai Fedex dan Bea cukai (lihat kanan bawah).
Andi Arief menyatakan informasi terbongkarnya kiriman KTP ganda dari Kamboja diperoleh dari kawannya di FedEx.

Seperti diketahui Andi Arief pernah menjabat Komisari PT Pos Indonesia (2 Januari 2006 - 17 Juni 2009).

"Saya dulu komisaris PT Post. Kawan saya banyak. Mereka menunjukkan bukti kiriman FedEx dari kamboja isinya KTP/NPWP palsu," kata Andi.

Lebih lanjut Andi Arief mengatakan:

"Menurut Pegawai Fedex, kiriman KTP dari kamboja ditangkap petugas Bea cukai Jumat (3/2/2017) dinihari lalu, tujuan pengiriman juga jelas."

"KTP #banyak yang beredar di media itu hasil tangkapan kiriman melalui  FedEx berasal dari kamboja, tujuan pengiriman warga di Jakut."

"Kalau depdagri, bawaslu, KPU tidak  menindaklanjuti KTP #banyak ini, tugas rakyat dalam pilkada nanti Awasi penggunaan E KTP etnis tertentu."

"Saya perjelas, ini bukti pengiriman melalui FedEx KTP #banyak

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

NGERI! Jambore Nasional Mahasiswa Dicekoki Materi Yang Menyudutkan Umat Islam dan Aksi Bela Islam


Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia yang digelar di Cibubur, Jakarta Timur, 4-6 Februari 2017, berakhir tidak menyenangkan. Sebagian pihak mahasiswa dari beberapa Universitas diusir dari forum yang dibuka dua Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK Amran Sulaiman (mentan) dan Rudiantara (menkominfo) itu.

Kordinator Aliasi Mahasiswa Indonesia, Zainuddin Arsyad, mengatakan, ada beberapa mahasiswa dari UMY, UIJ, UBK, dan Universitas Ibnu Khaldun Jakarta yang diusir dari forum tersebut. "Alasanya karena mereka mengkritisi kinerja pemerintah saat ini," katanya saat menyampaikan sikap di Kantor MUI, Senin (6/2), seperti dikutip Republika.

Pada Senin (6/2), sebagai hari akhir dari kegiatan tersebut ada ratusan mahasiswa dari Aceh, Sulawesi, Lampung, Padang, dan beberapa kota lainnya terpaksa harus walk out. Mereka melihat kegiatan tersebut banyak kejanggalan dan sarat dengan kepentingan politik tertentu.

Zainuddin pun menjelaskan satu per satu. Kejanggalan pertama, bendera nasional tidak disediakan panitia dan tidak dipasang. Akibatnya, peserta membawa bendera dan naik ke panggung.

(Peserta pasang sendiri bendera Merah Putih)

Kemudian, tidak ada logo Pancasila, pembukaan acara tidak diakhiri pembacaan doa dan kitab suci Alquran. Kejanggalan lain, ada peserta yang tidak membawa undangan resmi, isi materi banyak menyudutkan ormas Islam dan presiden keenam RI, dan pengusiran mahasiswa dari ruangan acara karena kritis terhadap pemerintah dan salah satu pemateri mengatakan komunisme di Indonesia sudah tidak ada.

Zainuddin mengatakan, dalam forum yang dihadiri tersebut telah banyak pengkhianatan yang dilakukan panitia terhadap bendera, agama, dan juga Pancasila.

Kegiatan Jambore Nasional Mahasiswa ini juga dihadiri politisi PDIP Adian Napitupulu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan relawan Jokowi yang kini dapat jatah jabatan BUMN Fadjroel Rahman.

Usai jambore ratusan peserta menggeruduk dan menggelar aksi di depan rumah mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mega Kuningan.

Di media sosial juga beredar slide isi materi yang disampaikan pada Jambore tersebut yang menyudutkan Umat Islam dan mendiskreditkan Aksi Bela Islam.

Berikut beberapa slide isi materi jambore:


(Di Cibubur, mahasiswa di brainwash dengan isu-isu menyudutkan Umat Islam. Termasuk isu politisasi agama yg dikaitkan dengan Cikeas. Ampuun)

(Publik jadi curiga siapa yang bermain dalam kasus esek-esek Fitnah terhadap Habib Rizieq)




Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !