Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2017

Setelah Menolak Islam Selama 23 Tahun, Akhirnya Bersyahadat di Saat Menjelang Ajal

Green adalah bekas Komisaris  Barclays Bank di Kaherah, dan puteranya Abdur Rahim Green mencari dan memeluk Islam lebih dari 20 tahun yang lalu, dan saat ini ia menjadi tokoh terkenal di kalangan sarjana Muslim di Inggeris.

Sebelumnya Abdur Rahim berfikir bahwa ayahnya tidak akan memeluk islam, namun kehendak Allah, ayahnya Green akhirnya masuk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal.

Mengutip sebuah hadis Nabi yang berbunyi:

“Semoga wajahnya digosok dalam debu (semoga dia menjadi terhina) serta masuk neraka orang yang salah satu orang tuanya sudah mencapai usia tua namun dia tidak melayani mereka.”

Abdul Rahim Green kemudian mengatakan “Itulah sebabnya mengapa saya memutuskan untuk meluangkan waktu saya di sini untuk berbakti dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.





Kematian ayah saya adalah sesuatu yang membuat saya sangat bahagia, dan merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberkati untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.

Allah SWT hanya menyuruh kita untuk berdakwah dan kita tidak boleh mengubah siapa pun untuk berubah menjadi Islam kecuali dengan izin Allah. Tugas kita adalah untuk menyampaikan dakwah, untuk menjelaskan kepada orang dengan cara terbaik yang kita boleh, hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.

Saya tidak pernah berfikir bahawa ayah saya mengucapkan kalimat Syahadah. Ayah saya adalah seorang ayah yang luar biasa, dia mempunyai personaliti yang luar biasa dan tidak ada yang  menggambarkan dia sebagai orang yang buruk.

Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengajak ayah saya untuk masuk Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya yang mungkin bisa menggambarkan Islam sebenarnya, tentang bagaimana Islam memandang hidup, tentang bagaimana Islam mengajar saya untuk menghormati dia sebagai orang tua.

Tapi saya berfikir bahawa ayah saya berfikiran sangat tertutup terhadap Islam, jadi saya tidak pernah berharap penuh bahawa ia akan menjadi seorang Muslim.

Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya berfikir bahawa ia tidak akan sembuh dari sakitnya. Sebagaimana yang terjadi, beberapa minggu ketika saya kembali dari Inggeris, saya tiba di RS dan terus pergi menemui ayah saya.

Saya menatapnya dan saya berfikir bahawa ia mungkin meninggal malam ini. Jadi, saya berfikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu tentang Islam, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.

Saya tahu bahawa saya coba mengajaknya masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berfikir bahawa saya perlu membuat usaha yang terakhir.

Saya telah menghabiskan waktu yang lama memikirkan apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya boleh mengatakannya? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah terlalu penat, jadi saya tidak mahu membuat dia kesusahan, saya tidak mahu membuat dia menjadi lebih marah.

Sejujurnya saya takut bahawa ia mungkin mengatakan “Tidak,” dan menolak ajakan saya. Dan saya bahkan bimbang bahawa jika ia memang mengatakan Syahadah tetapi tidak masuk ke dalam Islam, kemudian ia sembuh dan pulang ke rumah dan menjadi lebih angkuh tentang Islam, hal itu lebih menakutkan saya.

Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap mualaf yang mempunyai orang tua yang belum muslim, mereka pasti mengalami dilema ini seperti yang saya alami.

Namun janganlah meremehkan kekuatan dari doa, karena itu maka ketika saya merasa buntu, saya meminta Allah untuk membantu saya mencari sesuatu untuk dikatakan kepada ayah saya.

Saat ia berbaring di tempat tidur, saya berkata kepadanya:

“Ayah! Saya ada sesuatu yang sangat penting untuk saya beritahu kepada ayah, apakah ayah mau mendengarkannya?”

Ayah saya tidak bisa berbicara dengan baik, jadi dia mengangguk. Lalu saya berkata:

“saya ada sesuatu untuk dikatakan, jika saya tidak mengatakannya, saya akan menyesalinya”

Dan kemudian saya mengatakan kepadanya bahawa “di hari kiamat, seorang lelaki akan datang di depan Allah dengan banyak perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan Allah akan berkata kepadanya, anda mempunyai sesuatu yang melampaui semua itu.” Dan orang itu akan berkata, “Apa itu Tuhanku ? ” Allah berfirman:

“Ucapkan : Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. “

Saya berkata, “Jadi ayah, ini adalah kunci syurga, ini adalah kunci kejayaan dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?”

Dan ia menganggukkan kepalanya.

Saya berkata “Apakah itu berarti ayah ingin mengatakan kata-kata tersebut?”

Dan ayah saya berkata “Ya.”

Dia menginkuti kata-kata yang saya ucapkan,“Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasulullah.”

Saya harus meninggalkan RS pada hari itu, karena RS mempunyai beberapa peraturan ketat. Saya mengunjunginya pada hari berikutnya, dan dia sudah tidak ingat apa-apa. Dia tidak mampu mengingat satu hal dari sehari ke hari yang lain, bahkan dari jam ke jam yang lain, tapi itu bukan akhir semua itu.

Tiga atau empat hari sebelum ia meninggal, ayah saya berkata: Tolong, tolong bantu saya.

Saya berkata, “Ayah apa yang kau ingin saya lakukan?”

Dia mengatakan “Saya tidak tahu!”

Lalu ia berkata, “Berikan saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan.”

Saya teringat hadis Nabi:“Ada sesuatu yang ringan di lidah, namun berat di sisi timbangan”Jadi, saya berkata“Ayah jika saya adalah ayah, saya akan terus mengulangi kalimat syahadah berulang-ulang.”

Dan dia berkata, “Ya, itulah sebenarnya yang ingin saya lakukan.”

Dan kami menghabiskan setengah jam mengulang-ulang kalimat Syahadah itu.

Tidak beberapa lama kemudian, saya berangkat ke Inggeris, dan di sana saya mendengar ayah saya telah meninggal dunia. Subhanallah. Hadiah hidayah yang luar biasa dari Allah kepada ayahku dan kami sekeluarga…. Allahu Akbar !

Sumber : -Dunia Maklumat-


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Akhwat Bercadar Disuruh Buka Cadarnya Saat Razia Lalin, Dikira Teroris?



 Seorang akhwat bercadar yang bernama Maharani Hasan menceritakan apa yang dialaminya saat terkena razia lalulintas di kawasan BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang. Dia disuruh buka cadar. Untung akhwat ini type pemberani.

Berikut penuturannya yang ditulis di akun fb-nya, Selasa (7/2/2017).

Ada razia di BSD,
Dan sayapun kena disuruh minggir.

Setelah memperlihatkan semua kelengkapan surat2 berkendara, masih juga mobil ini kena diperiksa dalamnya.
Padahal kendaraan lain saya lihat hanya diperiksa surat2nya ajah.

Apa sih yg polisi2 ini fikir?
Saya teroris gituh?

Belum Lg rasa kesal ini hilang, tiba2 ada polisi GOBLOG yg bertanya : Bisa dibuka cadarnya Bu, untuk memastikan bahwa SIM ini adalah milik ibu?

KURANG AJAR !!

"Bapak dinas di kesatuan mana? Kita sama2 ke kantor polisi tempat Bpk bertugas saja, saya mau bertemu dng komandan Bpk, mau tanya apakah ada aturannya seperti ini"

Polisinya bisik2 antar mereka, trus balik lagi dan bilang, silahkan jalan Bu....

ASEM !!!


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Senin, 06 Februari 2017

SISI LAIN Anies Baswedan Yang Tertangkap Kamera


Ditengah kerumunan orang diatas panggung tiba-tiba Bapak ini melipir ke belakang, jongkok dan ternyata.....beliau kehausan juga, setelah orasi dan keliling lapangan banteng, pada Kampanye Akbar, Ahad (5/2/2017).

Padahal bisa aja beliau minta diambilkan minum, toh Timsesnya banyak dan standby disekitarnya.

Ini kelihatannya remeh temeh, tapi menurut ane sih beliau anti mainstream,

Hausnya saat itu jadi keperluan pribadinya bukan publik, so... ga perlu timses.

Tenang rasanya hati kalo punya pemimpin yang kayak gini, bisa bedain mana urusan pribadi, mana urusan publik.

Beliau juga sadar syariat. Tidak minum sambil berdiri karena itu dilarang.

Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا

“Janganlah salah seorang dari kamu minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim)

(Wizta Fani)

***

"Adab minum aja dijaga, apalagi adab berbicara dgn rakyat. Kun fayakun, semoga diberi kesempatan utk memimpin ibukota negeri ini," komen netizen, Budi.

"Jadi inget ustadz Anis Matta saat orasi (di GBK), berlaku hal y sama. Minum sembari jongkok dipinggir panggung," ujar Kompyuti Uthe.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

APAKAH AKU SEPERTI INI ?





APAKAH AKU SEPERTI INI ?


Ada seorang gadis menyewa rumah sendirian, disebelahnya ada kontrakan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak.

Suatu malam tiba-2 listrik padam, dengan bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-2 ada yang mengetuk pintu....

Ternyata seorang anak miskin yang di sebelah rumahnya!
Anak itu bertanya dengan risau :

" kakak ada lilin tidak....?
gadis itu berfikir....?
Di benaknya sudah tertanam kata
" JANGAN PINJAMKAN " nanti jadi kebiasaan dan terus meminta.

Maka si gadis menjawab :

*" TIDAK ADA " !!!!*

Lalu si anak miskin berkata dengan riang, . ." Saya sudah duga ...... kakak tidak ada lilin, ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak, kami khawatir karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin. "

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat2 ..........

Dia telah salah menilai orang lain hanya karena mereka kelihatan MISKIN/TIDAK MAMPU

Sejatinya :🌹
*Kekayaan tidak bergantung seberapa banyak yang kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang MEMBUTUHKAN*.

*Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA APA dan KAYA bukan berarti PUNYA SEGALANYA*.

*Hari ini kita berada diatas tanah, tapi esok lusa tanah pasti di atas kita*

*Jangan kau risaukan NIKMAT yg belum kau miliki...*
*Risaukanlah NIKMAT yang BELUM kau syukuri...*

Selamat merenung utk semua kebaikan & jgn lupa bersyukur... tetap semangat... dan jangan lupa selalu *berbagi...*

Have a nice day ...



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Inilah profil leluhur KH Ma'ruf Amin yang dihardik Ahok dan para pengacaranya,Syaikh Nawawi Al Bantani


Inilah Kisah Syaikh Nawawi Al Bantani


Syaikh Nawawi Al Bantani, nama yang sedikit dikenal oleh kalangan awam namun sangat harum di lingkungan ulama Indonesia.

Dialah salah seorang tokoh yang sangat penting bagi dunia pesantren dan perumusan kitab kuning di Indonesia. Syaikh Nawawi Al Bantani merupakan Ulama kelahiran Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten, Jawa Barat.





Mendapat kehormatan sebagai ulama yang karyanya menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di tanah air, bahkan di luar negeri. Bernama lengkap Abu Abdullah al-Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar al-Tanari al-Bantani al-Jawi, Syekh Nawawi sejak kecil telah diarahkan ayahnya, KH. Umar bin Arabi menjadi seorang ulama. Setelah mendidik langsung putranya, KH. Umar yang sehari-harinya menjadi penghulu Kecamatan Tanara menyerahkan Nawawi kepada KH. Sahal, ulama terkenal di Banten. Usai dari Banten, Nawawi melanjutkan pendidikannya kepada ulama besar Purwakarta Kyai Yusuf.

Ibadah Haji Dan Menuntut Ilmu Di Mekkah

Pada usia 15 tahun, Syaikh Nawawi bersama dua saudaranya beranjak ke Kota Suci Mekkah, untuk melaksanakan rukun islam kelima yaitu pergi Haji. Namun setelah selesai melaksanakan rukun dan ibadah haji, Syaikh Nawawi tidak pulang ke tanah air. Syaikh Nawawi menetap di Mekkah untuk menuntut ilmu, disana ia bertemu dengan para ulama-ulama besar asal Indonesia dan dari negara lain.

Setelah menempuh pendidikan bersama dengan para ulama seperti Imam Masjidil Haram Syekh Ahmad Khatib Sambas, Abdul Ghani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Syekh Nahrawi, Syekh Ahmad Dimyati, Ahmad Zaini Dahlan, Muhammad Khatib Hambali, dan Syekh Abdul Hamid Daghestani, yang tak terasa sudah dilalui selama tiga tahun. Akhirnya beliau merasa bekal ilmunya sudah cukup, lalntas ia segera kembali ke Nusantara.

Nawawi mengajar di sebuah pesantren milik orangtuanya, namun tak lama berada di tanah air, kondisi tanah air agaknya tidak menguntungkan pengembangan ilmunya. Saat itu, hampir semua ulama Islam mendapat tekanan dari penjajah Belanda. Keadaan itu tidak menyenangkan hati Nawawi. Lagi pula, keinginannya menuntut ilmu di negeri yang telah menarik hatinya, begitu berkobar. 

Hal ini membuat Syaikh Nawawi akhirnya memutuskan untuk kembali ke tanah suci, Mekkah. Kecerdasan dan ketekunannya mengantarkan ia menjadi salah satu murid yang terpandang di Masjidil Haram. Ketika Syekh Ahmad Khatib Sambas uzur menjadi Imam Masjidil Haram, Nawawi ditunjuk menggantikannya. Sejak saat itulah ia menjadi Imam Masjidil Haram dengan panggilan Syekh Nawawi al-Jawi. Selain menjadi Imam Masjid, ia juga mengajar dan menyelenggarakan halaqah (diskusi ilmiah) bagi murid-muridnya yang datang dari berbagai belahan dunia.

Snouck Hurgronje, seorang orientalis yang pernah mengunjungi Kota Mekkah pada  1884-1885 menyebut, Syekh Nawawi setiap harinya sejak pukul 07.30 hingga 12.00 memberikan tiga perkuliahan sesuai dengan kebutuhan jumlah muridnya. Di antara muridnya yang berasal dari Indonesia adalah KH. Kholil Madura, K.H. Asnawi Kudus, K.H. Tubagus Bakri, KH. Arsyad Thawil dari Banten dan KH. Hasyim Asy’ari dari Jombang. 

15 tahun sebelum kewafatannya, Syekh Nawawi sangat giat dalam menulis buku. Akibatnya, ia tidak memiliki waktu lagi untuk mengajar. Ia termasuk penulis yang produktif dalam melahirkan kitab-kitab mengenai berbagai persoalan agama. Paling tidak 34 karya Syekh Nawawi tercatat dalam Dictionary of Arabic Printed Books karya Yusuf Alias Sarkis.

Beberapa kalangan mengatakan sebenarnya jumlah karya dari Syaikh Nawawi ini mencapai angka 100 judul lebih, diantaranya disiplin ilmu, seperti tauhid, ilmu kalam, sejarah, syari’ah, tafsir, dan lainnya. Di antara buku yang ditulisnya dan mu’tabar (diakui secara luas–Red) seperti Tafsir Marah Labid, Atsimar al-Yaniah fi Ar-Riyadah al-Badiah, Nurazh Sullam, al-Futuhat al-Madaniyah, Tafsir Al-Munir, Tanqih Al-Qoul, Fath Majid, Sullam Munajah, Nihayah Zein, Salalim Al-Fudhala, Bidayah Al-Hidayah, Al-Ibriz Al-Daani, Bugyah Al-Awwam, Futuhus Samad, dan al-Aqdhu Tsamin.

Sayyid Ulama Hijaz



Dengan konsisten dan karya-karyanya, Syaikh Nawawi Al Bantani juga mendapat gelar sebagai Sayyid Ulama Hijaz hingga sekarang. Dikenal sebagai ulama dan pemikir yang memiliki pandangan dan pendirian yang khas, Syekh Nawawi amat konsisten dan berkomitmen kuat bagi perjuangan umat Islam. Namun demikian, dalam menghadapi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, ia memiliki caranya tersendiri. 

Syekh Nawawi misalnya, tidak agresif dan reaksioner dalam menghadapi kaum penjajah. Tapi, itu tak berarti ia kooperatif dengan mereka. Syekh Nawawi tetap menentang keras kerjasama dengan kolonial dalam bentuk apapun. Ia lebih suka memberikan perhatian kepada dunia ilmu dan para anak didiknya serta aktivitas dalam rangka menegakkan kebenaran dan agama Allah SWT.

4 Mahdzab

Dalam bidang syari’at Islamiyah, Syekh Nawawi mendasarkan pandangannya pada dua sumber inti Islam, Alquran dan Al-Hadis, selain juga ijma’ dan qiyas. Empat pijakan ini seperti yang dipakai pendiri Mazhab Syafi’iyyah, yakni Imam Syafi’i. Mengenai ijtihad dan taklid (mengikuti salah satu ajaran), Syekh Nawawi berpendapat, bahwa yang termasuk mujtahid (ahli ijtihad) mutlak adalah Imam Syafi’i, Hanafi, Hanbali, dan Maliki. Bagi keempat ulama itu, katanya, haram bertaklid, sementara selain mereka wajib bertaklid kepada salah satu keempat imam mazhab tersebut. Pandangannya ini mungkin agak berbeda dengan kebanyakan ulama yang menilai pintu ijtihad tetaplah terbuka lebar sepanjang masa. Barangkali, bila dalam soal mazhab fikih, memang keempat ulama itulah yang patut diikuti umat Islam kini. Apapun, umat Islam patut bersyukur pernah memiliki ulama dan guru besar keagamaan seperti Syekh Nawawi Al-Bantani.


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

KISAH IMAM JOBAN : “... mereka pasti langsung lihat indeks. mencari huruf J alias Jesus (Nabi Isa as, red),”

KISAH IMAM JOBAN
-dari Majalah Ummi-

“Kalau saya memberikan Al-Qur'an kepada para napi, mereka pasti langsung lihat indeks. Lalu, mereka mencari huruf J alias Jesus (Nabi Isa as, red),” kata Imam Masjid Ar-Rahmah, Washington State (WS), Amerika Serikat (AS) Mohamad Awod Joban sembari terkekeh mengawali percakapan bersama Ummi.






Itu tadi sekelumit kisah Joban, pria yang juga berprofesi sebagai imam penjara (Muslim chaplain) di wilayah barat AS. Eits, jangan salah, meski namanya terdengar asing di telinga orang Indonesia, pria yang sudah 20 tahun bermukim di negeri Paman Sam itu asli keturunan Purwakarta, Jawa Barat. Seperti apa pengalamannya berdakwah di AS?

Di tengah sentimen warga dunia terhadap umat Muslim, ternyata perkembangan dakwah Islam di penjara AS terbilang tinggi. Percaya atau tidak, media AS menyatakan Islam adalah agama yang penyebarannya paling pesat di negaranya.

Menurut Joban, ada dua tempat penyebaran Islam tercepat di Amerika, yakni lingkungan penjara dan militer. Bahkan, para imam penjara di AS sering kewalahan memberikan pelayanan. Permintaan Al-Qur'an di balik jeruji pun amat laris. Para imam bahkan tak jarang menjawab, “Oh, sorry, I can't give you today, because I've run out of stock (Oh, maaf, saya tidak dapat memberikannya hari ini karena kehabisan stok).”

The Power of Qur'an

Terkadang, Joban mengaku tak perlu susah payah membuat orang lain jatuh cinta pada Islam. Sebab, hati mereka langsung tersentuh setelah membacanya.Subhanallah!

Apalagi bagi para narapidana. Meski geraknya terbatas, mereka justru berkesempatan memperdalam ilmu agama dan wawasan di dalam penjara. Belum lagi suasana dan lingkungan yang serba nyaman.

Pria kelahiran 2 Juni 1952 itu melukiskan penjara AS layaknya hotel atau asrama. Lengkap dengan dapur, gymnasium, air conditioner, sampai pemanas ruangan. “Bahkan, para napi bisa melanjutkan pendidikan S1 sampai S3 di dalam penjara,” ujarnya.

Nah, jika para napi itu mendapat Al-Qur'an, hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari indeks huruf J untuk kata Jesus. Mereka penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan Al-Qur'an tentang Tuhan mereka.

Aura yang tertangkap selanjutnya, ujar Joban, mereka akan terkejut. Sebab Al-Qur’an bukan saja memuji dan menjunjung tinggi Nabi Isa as, Tuhan mereka, tapi juga mengulas lengkap sejarah hidupnya.

Bayangkan saja, lanjut Joban, Al-Qur'an menyebut nama Nabi Isa as hampir 30 kali sedangkan Nabi Muhammad saw hanya lima kali. Bahkan, dalam Al-Qur'an terdapat surat Maryam, perempuan mulia di sisi Allah, ibu dari Nabi Isa as.

“Seorang napi berkesimpulan, kalau Muhammad saw yang mengarang kitab suci ini, pasti perempuan yang paling ia muliakan adalah ibunya, Aminah atau istrinya, Khadijah ra. Bukan Siti Maryam,” papar suami Moeti Amrina itu.

Jadi, tak ada lagi yang mereka ragukan terhadap Islam. Agama yang telah memberikan pencerahan dan solusi atas problem yang mereka hadapi.

Seperti Qur'an Berjalan

Selain narapidana, para militer AS pun ramai-ramai memeluk Islam. Tak sedikit tentara AS yang bertugas di negara Islam seperti Irak, Afghanistan sampai Somalia menjadi mualaf atau mengucapkan kalimat syahadat ketika kembali pulang ke negara mereka.

Pengakuan tentara Muslim AS kepada Joban, buktinya. Tentara yang bertugas di perbatasan Irak dan Kuwait itu mengaku awalnya jengkel dengan tingkah Baduin. Warga kampung setempat yang menjadi guidetentara AS itu selalu berhenti di tengah jalan tanpa izin tiap kali mendengar azan. Setelah itu, mereka melaksanakan shalat.

Ketika tentara itu melihat gerakan shalat, bersujud meletakkan dahi ke tanah, ia berpikir, “Ini pasti Tuhannya sangat besar.”

Setelah itu, tentara tadi mulai mempelajari Islam dan bersyahadat. “Gerakan shalat saja mampu menggetarkan hati orang lain,” kata Joban, takjub.

Menurut pria yang menghabiskan masa kecilnya di Pasar Rebo, Purwakarta ini, mudah mendeteksi mualaf di negara berikon Patung Liberty. “Mereka seperti Qur'anic walking (Qur'an berjalan, red). Islam tercermin pada diri dan tingkah lakunya,” ujar pria yang menamatkan studi masternya di Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir ini.

Bahkan, kita yang terlahir sebagai Muslim pun terkadang malu. Seperti cerita teman Joban, pelajar asal Saudi Arabia. Awalnya, temannya itu mengaku bukan Muslim yang baik dan jarang shalat. Dia justru mendapat hidayah dan merasakan nikmatnya Islam saat berada di AS.
“Masya Allah! Saya bertemu anak muda Amerika, shalatnya rajin, akhlaknya baik, sopan, ramah, dan suka membantu orang lain. Padahal, dia baru enam bulan memeluk Islam!” kata pria yang hobi sepak bola ini menirukan ucapan kawannya.

Berlabuh ke Negeri Paman Sam

Joban lebih banyak menghabiskan masa mudanya di Mesir untuk menyelesaikan S2. Selama menetap di sana, ia bekerja sebagai penyiar dan penerjemah di Radio Cairo. Makanya, tak terlintas di benaknya akan menetap di negeri Paman Sam untuk waktu yang sangat lama.

Semula Joban berangkat ke Amerika untuk meraih gelar Ph.D dalam bidang Islamic Study. Namun, ia menunda niatnya karena tersandung biaya. "Saya baru tahu kalau biaya hidup di Amerika jauh lebih besar jika kita tidak punya greencard (izin tinggal permanen, red)," katanya.

Joban tak berniat cepat pulang. Ia memilih menghabiskan visanya selama setahun di negara itu. Ternyata, nasib berkata lain, seorang kawan lama asal Kamboja memintanya menjadi imam dan pengajar di Masjid An-Nur, Olympia, WS.

Para jama'ah warga Kamboja yang dikenal dengan sebutan Muslim Campa ini menyambut baik kehadiran Joban. Ternyata, pria yang gemar membaca ini mampu mengembalikan keislaman mereka yang telah hilang. “Sebelumnya, mereka sudah lupa mengaji dan membaca ilmu agama Islam. Anak mereka pun dibesarkan dengan cara Amerika," ungkap Joban.

Kesempatan Joban memperpanjang 'kontrak' hidupnya di negara Barrack Obama semakin terbuka. Dua tahun setelah ia aktif menjadi imam Masjid An-Nur, Islamic Center setempat mengumumkan penjara di negara bagian tersebut membutuhkan tenaga chaplain. Apa itu? “Imam atau pembina rohani bagi para narapidana,” jawabnya.

Maka sejak 1992, Joban menjadi da'i yang aktif menebarkan pesona Islam di beberapa penjara di Washington. Selanjutnya, pria yang memiliki motto Life is Opportunity ini diangkat menjadi pegawai negeri.

Awalnya, Joban bertugas di penjara Monroe, WS. Untuk menuju lokasi, ia perlu menempuh perjalanan selama dua jam dari Olympia. Selanjutnya, ia bertugas sebagai pembina rohani di penjara McNeil Island Corrections Center (MICC) dekat Tacoma, WS. Lokasinya terpencil di pulau McNeil.

Menurut Joban, penjara ini terbilang mencekam dan suasananya mirip penjara Alcatraz di California yang kesohor itu. “Penghuninya kelas berat semua,” ujar pria yang pernah bertugas di penjara transit, Shelton Correction Center, ini dengan mata membelalak.

Terinspirasi Sang Ayah

Pendidikan yang ditanamkan orangtua Joban, Ustadz Awod Said Joban dan Fatimah Muhammad membekas hingga saat ini. Keduanya selalu memberi teladan para nabi dan nasihat sesuai Al-Qur'an dan hadits.

Untuk menerapkan disiplin kepada anak-anaknya, mereka memberi sanksi dan penghargaan. Cara tersebut ternyata efektif membentuk anak ketiga dari sembilan bersaudara ini menjadi pribadi tangguh dan kuat.

Sang ayah dikenal keras mendidik anak-anaknya. Joban mengaku ketika anak seusia mereka masih bersembunyi di balik selimut, ia bersama adik dan kakaknya sudah berada di masjid sebelum Subuh.

Selesai shalat Subuh, mereka belajar kitab Azubad (fiqih, red). Setelah Isya, orangtua bercerita tentang kisah sahabat, tabi'in dan orang shalih. Nah, Rabu waktunya belajar fiqih sementara tafsir Al-Qur’an tiap Jum'at. “Shalat lima waktu harus di masjid. Kalau ketinggalan shalat berjamaah akan dapat hukuman,” katanya sambil mengenang.

Ternyata didikan yang ia terima ini bersumber dari pengalaman sang ayah ketika belajar selama 12 tahun di Yaman. “Ayah belajar di Yaman sejak berusia tujuh tahun. Nah, beliau menjadi ahli fiqih dan tafsir di usia 19 tahun,” ungkap pria yang pernah bercita-cita menjadi pemain sepakbola nasional ini.
Ia mengaku kagum terhadap ketaatan ayahnya sebagai Muslim. Joban kecil seakan termotivasi melihat kebiasaan sang ayah tak pernah absen shalat tahajud. Hatinya trenyuh tiap kali menyaksikan ayahnya menangis saat membaca ayat tentang api neraka. “Beliau adalah suri teladan yang baik,” ujar pria yang menyelesaikan S1 di IAIN Jakarta itu.

Ratna Kartika/wawancara: Aini Firdaus.

Siapa hendak menyusul berdakwah di Negeri Trump? 😊



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kisah NYATA, Mencitai Ayahnya Melebihi Kecintaan Pada Dirinya Sendiri


Ini adalah foto kak Hudzaifah... dia adalah anak pertama dari Almarhum ust. Muhammad Taufiq Ridlo.... usia 24th tinggal di Jerman.....

Semalam dia dioperasi transplantasi hati untuk ayahanda tercinta yang terbaring sejak 21 Januari karena sakit liver... namun, sebelum hati itu berpindah, ayahanda diketahui mengalami infeksi usus... sehingga dada yang sudah terbuka harus dijahit kembali...

Taqdir menentukan bahwa ayahanda tercinta harus berpulang ke rahmatuLLAH pada pukul 01.05 dini hari di RSCM tgl 6 Februari 2017... jenazah dimakamkan di Karawang di lingkungan sekolah Lampu Iman...

Ternyata.... setelah kak Hudzaifah mengetahui kabar ttg ayahanda, maka dia ingin melihat ayahnya untuk yg terakhir kalinya...

Dengan luka jahitan di dada yg masih basah, tidak menyurutkan keinginannya untuk melihat ayahanda tercinta....

Yaa... beginilah sesungguhnya ikatan hati dan kasih sayang yg kuat terbina antara seorang anak dan ayahnya... inilah contoh yg tidak semua orang tua beruntung mendapatkannya... anak yg berbakti..... anak yg menyayangi orang tuanya melebihi rasa sayang akan dirinya sendiri...

Tidak mudah untuk mendapatkan anak sholih seperti kak Hudzaifah... seringnya anak abai akan orang tua, memperebutkan harta, dan membuat masalah.... Anak yg sholih krn dididik oleh orang tua yg sholih..... dan ustadz Muhammad Taufik Ridlo telah membuktikannya... mendapatkan bakti dari putra sholihnya....

Barakallah yaa ustadz... yaa kak Hudzaifah...

Semoga Allah menerima amal ibadah almarhum, mengampuni dosa beliau, menempatkan beliau bersama orang-orang sholih di surgaNya....

Kak Hudzaifah, semoga Allah mencintaimu krn cintamu kpd kedua orang tuamu... tetaplah menjadi anak yg sholih, kuat dan tegar....menjadi teladan semua orang

#birrulwalidain



Anis Matta: Taufik Ridlo Dai yang tak Berhenti Berjuang




Presiden PKS 2013-2015 Anis Matta menjadi salah satu pihak yang kehilangan sosok Taufik Ridlo. Taufik mendapat amanah sebagai sekretaris jenderal DPP PKS saat Anis Matta dipiliih menjadi presiden PKS 2013 silam.

Anis Matta yang datang menyalatkan jenazah di Masjid Al-Amin, Kompleks DPR Kalibata Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017) mengaku dirinya selalu mendampingi Taufik saat terbaring sakit. "Setiap hari saya menemaninya hingga menghembuskan nafas terakhir," ujar Anis.

Anis mengenang Taufik sebagai dai yang tidak pernah berhenti berjuang. "Dia sebelum meninggal sempat menjenguk anaknya di Istanbul lalu mengisi ceramah di Malaysia," ujar Anis mengenang.

Anis mengakui kedekatannya dengan Taufik membuat dirinya selalu menyebut almarhum dalam doanya. "Allah, aku mencintainya karena dia. Dia adalah mujahid, dia dai yang tak berhenti berjuang. Nama dia yang salah satu saya sebut dalam doa," ungkap Anis.

Mantan wakil ketua DPR RI ini melihat sosok Taufik begitu bersemangat kala menghadapi ujian sakit. "Dia sempat menyatakan bahwa dia bersemangat menjalani transplantasi hati. Karena banyak cita-cita yang belum terwujudkan maka ia sangat semangat. Allah lebih mencintainya," tutup Anis.




Kenangan Bersama Murobbi Kami, Ustadz Taufik Ridlo

 Saya tak akan bercerita banyak, tapi yang sedikit ini semoga berarti banyak. Tahun 2001-an, kami adalah mutarabbi atau binaan dari guru kami, Ustad Taufik Ridlo allah yarham.

Liqa bersama beliau adalah hari-hari penuh diskusi. Kesibukannya yang padat membuat Liqa kami seperti Liqa jalanan. Beliau selalu pulang-pergi Jakarta-Bandung kadang bisa tiap hari. Saya yang ditugaskan kawan-kawan memonitor jadwal beliau. Saya kadang harus menunggu beliau dekat pintu tol Cileunyi pagi-pagi sekali memastikan beliau sudah tiba di Bandung. Untuk selanjutnya kami Liqa kadang di rumah, kadang di pinggir jalan dalam mobil. Saat itu mobilnya Livina, selesai Liqa kami keluar dan dalam Livinanya beliau lanjut ke acara lain.

Padat, padat sekali. Tapi beliau selalu menyempatkan diri mengajari kami mengaji, itu yang paling berkesan dalam hati. Semoga kami bisa meneladaninya.

Selamat jalan guru, jasamu tak terkira, semoga kita bertemu di surga-Nya kelak. Amin.

(Rudi Wahyudi)


smg beliau husnul khotimah...

amal ibadahnya diterima Allah...

dilapangkan kuburnya... 

diampuni dosa2-nya..

dan dimasukkan ke dalam syurga..amin..



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Minggu, 05 Februari 2017

ketika Kekuasaan Allah TERLIHAT Di Tanah Gaza - PALESTINA !!!


Allah SWT kembali menampakkan kekuasan-Nya (ayaturrahman) melalui sebuah karamah kejadian ajaib. Perkara di luar nalar manusia. Setiap muslim hendaknya mencermati, mengambil pelajaran. Sebagai bekal menguatkan langkah dalam menjalani kehidupan.

Perang di Gaza juga demikian. Banyak ayat-ayat Allah terbukti. Karamah Allah turun untuk meolong orang yang membela agamanya. Itu yang dialami oleh mujahidin Palestina, para syuhada Gaza. berikut data-datanya:

Kita awali dari Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat dan Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan:

"Syuhada yang meninggal berhari-hari, bahkan berminggu-minggu masih meneteskan darah segar dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat terkejut?"

Subhanallah?.

Syahid 'Iyan berkata: "Saya menyaksikan orang yang gugur syahid tersenyum, meskipun kondisi tubuhnya hancur, darahnya masih segar."



Photobucket

Beberapa dokter Yordan yang menjadi relawan di Gaza memberi kesaksian:

Dr Hisam Az Zighah memberi kesaksian itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang lalu. Kepada wartawan Hisam menunjukkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul Muslim.

Saat itu datang seorang mujahidin yang menderita luka di rumah sakit As Syifa'. Dokter dokter tersebut melakukan pemeriksaan. Dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan bersarang di saku pejuang tersebut.

Ada lagi pengakuan Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan Hamas di wilayah Timur Az Zaitun, Kota Gaza:

"Saya dan beberapa mujahidin mengintai tank-tank Israel. Kami berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari langit membantu kami. Mendadak turunlah awan tebal menyelimuti wilayah kami. Kami menyelinap di antara puluhan tank-tank itu tanpa diketahui oleh musuh. Anehnya tidak terlacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang lalu-lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki tank-tank itu, akibatnya 5 tentara Israel tewas dan puluhan luka-luka."

Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di salah satu kota Gaza, turunlah hujan lebat di wilayah itu saja. Pesawat-pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam dan tidak bisa melanjutkan pembombardirannya..

Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas di Gaza sedang bercakap dengan sekelompok mujahidin:

"Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel dari lantai dua, mereka ingin masuk ke dalam. Karena salah seorang mujahidin dari kami telah memasang ranjau di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu bersamaan tewasnya tentara Israel. Mendengar serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami, terjadilah pertempuran sengit sampai jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran sampai jam lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata tentara Israel telah hengkang."



Photobucket

Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah menuturkan:

"Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka bahkan hidup, tapi kamu tidak mengetahui." Al Baqarah:154. Mereka para syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang yang benar imannya dan  sebelum orang-orang shaleh di dalam Al Qur'an. Allah swt. berfirman:

"Barangsiapa menta'ati Allah, dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman." An Nisa':69-70.

Beliau menambahkan bahwa "Jasad para syuhada masih segar, karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini juga yang menyebabkan semerbaknya bau wangi misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh tahun bahkan beradab-abad tidak rusak jasadnya dan tidak dimakan oleh mikroba dan cacing tanah."



Photobucket

Wangi semerbak serasa minyak kesturi juga keluar dari jasad prajurit Al Qassam, Muhammad Abu Sya'r. Dia termasuk bagian korban serangan bom pesawat Israel. Bau harum itu tercium oleh orang yang menemukannya. Kabar kesyahidannya tersebar ke pelosok masjid.

Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka bertahmid, bertahlil dan bertakbir mengangungkan Asma Allah atas keajaiban para syuhada.

Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk menolong orang yang luka-luka di sebelah Utara Gaza, ketika itu tentara Israel menembaki sekeliling kaki kami. Kami katakan:

"Kenapa kalian melakukan ini, kami bukan tentara, kami tidak bawa senjata apalagi bom."

Salah seorang tentara Israel berteriak: "Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih, kalian malaikat, kalian berperang bersama Hamas."

Ada juga tentara Israel sedang diwawancarai oleh media Israel, ia mengatakan kehilangan penglihatan karena seorang pemuda, melemparinya dengan segenggam debu. Pemuda itu berbaju putih. Seketika itu buta.

Tentara Israel lainnya menceritakan, bahwa mujahidin memberikan perlawanan memancing mereka dalam banyak pertempuran laksana memancing ayam dan itik.

Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat tentara Israel terluka dan ditembaki dari arah kanan dan kiri. Bingung, tidak ditemukan dan tidak diketahui dari mana tembakan itu berasal.

Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza menceritakan, kami bersembunyi dari bombardir. Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang yang keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan sembari membawa roket, ia salah satu mujahidin pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir, menyerang danmenghilang, laksana ditelan bumi.

Demikian, Allah SWT telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang yang ikhlas dan taat. Allah pasti selalu memberi perindungan kepada hamba-hamba- Nya yang membela agamanya. Janji Allah datang bersama kesabaran. Allah tak akan mengingkari janjinya.



Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

KISAH PENUH MAKNA Sahabat Abdullah bin Rawahah Yang Diutus Rasulullah Kepada Kaum Yahudi


KISAH INI PENUH MAKNA

Bismillah. Setelah benteng Khaibar milik Yahudi jatuh ke tangan Muslimin, diperoleh banyak sekali rampasan perang. Di antaranya berupa kebun kebun korma yang luas. Yahudi Madinah terkenal sebagai petani korma yang handal.

Namun para Shahabat banyak yang kurang paham cara mengelola korma. Terutama yang aslinya pedagang dari Makkah. Selain jarak ke Khaibar juga jauh, sekitar 60-70 km arah utara dari pusat Madinah.

Yahudi Khaibar menawarkan diri kerjasama "garap kebun". Mereka yang kelola, nanti hasil dibagi bersama Muslimin pemilik kebun. Nabi Saw karena manusia LEMBUT HATI, beliau setuju usulan kerjasama itu.

Setelah setahun berlalu, tiba saatnya pembagian hasil KEBUN KHAIBAR dilakukan. Rasul Saw mengirim utusan ke Khaibar untuk mengurusnya. Luar biasa, beliau tunjuk seorang PENYAIR, bukan "The Accountant". Namanya Abdullah bin Rawahah Ra.

Saat tiba di Khaibar, kaum Yahudi sudah "kumat lagi sakitnya". Mereka bermaksud MENYUAP Ibnu Rawahah, agar dia memberikan prosentase ke Yahudi lebih banyak. Tentu saja Sahabat yang mulia itu menolak keras.

"Demi Allah, tidak ada manusia yang paling aku benci, selain kaum kalian (Yahudi) ini. Tapi yakinlah, aku akan bertindak seadil-adilnya," kata Ibnu Rawahah.

Maksudnya, secara pribadi beliau sangat ANTI YAHUDI. Tapi sikap antinya tidak akan membuat dia menzhalimi hak hak Yahudi. Termasuk upaya suap mereka, tidak akan mempengaruhi sikapnya.

Mendengar pernyataan Ibnu Rawahah yang tegas itu, kaum Yahudi berdecak kagum. "Dengan cara seperti inilah, langit dan bumi ditegakkan (oleh Allah)," kata para Yahudi itu.

Benar adanya. Allah telah meletakkan MIZAN KEADILAN di petala langit langit. Seperti disebut dalam Ar Rahman:

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca [keadilan]." (QS Ar-Rahman: 7)

Ibnu Rawahah Ra menyelesaikan tugasnya dengan gemilang. Nantinya beliau gugur sebagai PENYAIR HEROIK, pembawa panji bendera Ummat dalam perang Mu'tah kontra Romawi.

BUTIRAN HIKMAH DI BALIK KISAH: 

1. Rasul Saw tidak melarang muamalah dengan orang kafir; selama saling menguntungkan, adil, jujur.
2. Rasul Saw TIDAK KEBERATAN memilih seorang ahli tertentu untuk mengerjakan urusan di luar bidangnya; selama orang itu mampu dan tangguh.
3. Suap (risywah) adalah penyakit perusak MUAMALAH. Jangan dilakukan. (Mayoritas fenomena KORUPSI di Indonesia, karena suap menyuap).
4. Kebencian kepada suatu kaum tidak membolehkan KEZHALIMAN atas kaum itu. Kalau zhalim, ya ditindak sesuai hukum.
5. Bahwa tatanan kehidupan di mana pun, TERPELIHARA LEWAT PENEGAKAN KEADILAN. Perbuatan tidak adil, akan merusak tatanan.

Demikian, kisah indah Abdullah bin Rawahah Ra. Semoga bermanfaat. Amin amin ya Rabb.

(fb)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Sabtu, 04 Februari 2017

Kisah Nyata : DO’A MUSTAJAB SEORANG IBU PADA ANAKNYA

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah.

Belum lagi datang para tamu menyantap makanan,tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu.Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.

Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya,sontak beliau marah dan berkata,”idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,”Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”

Dan SubhanAllah,kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!! Tahukah kalian,siapa anak kecil yang di do’akan ibunya saat marah itu…??

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais,Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.



Ini adalah teladan bagi para ibu,calon ibu,ataupun orang tua… hendaklah selalu mendo’akan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah.

Karena salah satu do’a yang tak terhalang adalah do’a orang tua untuk anak-anaknya.

Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendo’akan keburukan bagi anak-anaknya.Meski dalam kondisi marah sekalipun.

“Janganlah kalian mendo’akan (keburukan) untuk dirimu sendiri,begitupun untuk anak-anakmu,pembantumu,juga hartamu.

Jangan pula mendo’akan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana ALLAH mengabulkan do’a kalian…”

(HR.Abu Dawud)






Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !