Tampilkan postingan dengan label KABAR UMAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABAR UMAT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Giliran Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir Dibidik dengan Kasus Pencucian Uang


[PORTAL-ISLAM] Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir mendapat surat panggilan dari Bareskrim Polri untuk diperiksa hari ini, Rabu (8/22017), terkait TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).

Dalam surat panggilan bernomor S. PGK/368/ISI/2017/Dit Tipideksus yang ditandatangani oleh Kepala Subdirektorat III TPPU Komisarus Besar Roma Hutajulu disebutkan:

"Hadir menemui penyidik…. Untuk didengar keterangannya sebagai Saksi dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan kekayaan Yayasan kepada pembina, pengurus dan pengawas baik dalam bentuk gaji, upah, maupun honorarium, atau bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 70 Undang-Undang Nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan…."

Ustadz Bachtiar mewakilkan kepada Tim kuasa hukum GNPF-MUI hari ini Rabu, 8 Februari 2017, mendatangi gedung Bareskrim Mabes Polri. Mereka menanyakan seputar pemanggilan Ketua Umum GNPF MUI Bachtiar Nasir.

Menurut Kapitra Ampera, kuasa hukum GNPF MUI, Tim kuasa hukum belum tahu kasus itu secara jelas. Apalagi pemanggilan itu terkait dengan kasus dugaan pencucian uang.

Sementara itu Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, belum bisa menyebutkan nama yayasan yang pernah dipimpin oleh Bachtiar Nasir terkait kasus ini.


Setelah Habib Rizieq Shihab dijadikan tersangka kasus penghinaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat, menyusul kemudian Sekjen FPI Munarman telah ditetapkan sebagai tersangka penghinaan pengawal hukum adat Bali (pecalang) oleh Polda Bali, kini giliran Ketua GNPF-MUI ustadzuna Bachtiar Nasir.

ADA APAKAH SEMUA INI???

Hasbunallah wani'mal wakil... cukuplah Allah sebagai pelindung. Gusti Allah mboten sare.


SERUAN Kepada MUSLIM DKI Untuk MERAYAKAN HARI RAYA AL-MAIDAH 51 pada 15 FEBRUARI 2017


[PORTAL-ISLAM] Masya Allah... seruan yang luar biasa dari musisi Ahmad Dhani (Abu Al-Ghazali) kepada muslim DKI Jakarta untuk merayakan HARI RAYA AL-MAIDAH 51 tepat pada saat pencoblosan Pilkada DKI yang akan digelar pada Rabu 15 Februari 2017.

SERUAN ABU AL GHAZALI KEPADA MUSLIM DKI UNTUK MERAYAKAN HARI RAYA AL MAIDAH 51 PADA TANGGAL 15 FEBRUARI 2017

1. Sholat Subuh berjamaah di masjid

2. Berbusana layaknya Hari Raya Idul Fitri dengan busana putih putih.

3. Kumandangkan berbagai macam Sholawat di Masjid Masjid seluruh DKI.

4. Bagi yang mampu, membuat tenda di depan rumah untuk Hajatan Makan Pagi dan Makan Siang bagi anak anak Yatim Piatu.

5. Sholat Duha untuk Kemenangan ISLAM di DKI

6. Saling bersilaturahmi kepada Saudara Handai Tolan

7. Saling mengajak muslim untuk ke TPS dan coblos Gubernur Muslim

8. Sholat Dzuhur berjamaah

9. Berikan nasehat kepada Handai Tolan yang masih belum mendapat Hidayah Al Maidah 51

10. Jadikan Hari Tobat se DKI untuk Muslim yang masih Munafik

Ahmad Dhani, 8 Februari 2017

***

AYO UMAT ISLAM DKI, SAMBUT SERUAN MULIA INI.

ALLAHU KABAR!!!

(Sumber: fb)

SERUAN ABU AL GHAZALI KEPADA MUSLIM DKI UNTUK MERAYAKAN HARI RAYA AL MAIDAH 51 PADA TANGGAL 15 FEBRUARI 2017 1.Sholat...
Dikirim oleh Ahmad Dhani Prasetyo pada 7 Februari 2017

Gara-gara Dukung AHY, Puluhan SANTRI Demo Sekjen PBNU DICOPOT dari Jabatannya


[PORTAL-ISLAM] Belum genap seminggu sejak demonstrasi aneh di depan rumah Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, rupanya kejadian itu harus terulang lagi, namun kali ini dengan sasaran dan tujuan yang berbeda.

Siang tadi, Rabu 8 Februari 2017, puluhan orang yang mengaku berasal dari Aliansi Santri Indonesia berunjuk rasa di depan Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Senen, Jakarta Pusat.

Dalam aksi yang digelar pukul 11.00 WIB, massa meminta PBNU memecat Helmy Faishal Zaini dari jabatan sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Permintaan itu disuarakan pendemo, karena menilai mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu telah mencederai nama baik PBNU, dengan terang-terangan mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni di Pilkada DKI 2017.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Isfah Abidal Azis menilai, massa yang berunjuk rasa di depan kantor PBNU adalah massa bayaran, karena mereka tidak bisa menjawab ketika ditanya berasal dari pesantren mana.

"Saya kira seperti itu (massa bayaran). Saya rasa mereka bukan santri dan tidak pernah di pesantren. Karena tidak bisa menyebutkan mereka dari pesantren mana, kami tanyakan beberapa prinsip terkait santri tidak bisa menjawab, akhirnya kami simpulkan mereka bukan santri. Yang putri juga begitu. Berkerudung, waktu kita tanya hal-hal yang sifarnya mendasar, mereka gak bisa jawab," ujarnya.

Karena itulah, sejumlah massa akhirnya diamankan petugas Kepolisian ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan seputar aksi itu.

"Ditanya dari santri mana? Enggak tahu mereka, jadi kita amankan ke Polres untuk dilakukan pendataan. Ada lima orang," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur.

Jauh Sebelum Kasus di Kepulauan Seribu, Ahok Sudah Jadikan Surat Al-Maidah 51 Sebagai Lelucon


[PORTAL-ISLAM] Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah sampai sidang kesembilan pada Selasa (7/2/2017) kemarin.

Saksi ahli dari Komisi Fatwa MUI Dr. KH M Hamdan Rasyid menegaskan bahwa apa yang diucapkan Ahok terkait surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 itu sudah jelas menistakan Al-Quran.

Dan ternyata jauh jauh sebelum kasus Kepulauan Seribu, surat Al-Maidah 51 sudah dijadikan bahan tertawaan oleh Ahok saat Rapat Pimpinan Pemprov DKI Jakarta pada 12 Oktober 2015.

Kita pasang WIFI: Surat Al Maidah 51, Passwordnya: KAFIR

Semua kemudian tertawa.

Allah SWT mengecam perilaku menjadikan agama sebagai bahan tertawaan.

وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَہُمۡ لَعِبً۬ا وَلَهۡوً۬ا وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا‌ۚ وَذَڪِّرۡ بِهِۦۤ أَن تُبۡسَلَ نَفۡسُۢ بِمَا كَسَبَتۡ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِىٌّ۬ وَلَا شَفِيعٌ۬ وَإِن تَعۡدِلۡ ڪُلَّ عَدۡلٍ۬ لَّا يُؤۡخَذۡ مِنۡہَآ‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ أُبۡسِلُواْ بِمَا كَسَبُواْ‌ۖ لَهُمۡ شَرَابٌ۬ مِّنۡ حَمِيمٍ۬ وَعَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ

"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Alquran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan adzab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu." (QS al-An’am: 70).

Berikut videonya:

Selasa, 07 Februari 2017

MANTAP! Dukung Pemimpin Muslim, Masjid Jogokariyan Gratiskan Tiket Mudik ke Jakarta


[PORTAL-ISLAM]  Setelah khutbah Jum'at di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur yang menganjurkan para santri agar pulang ke Jakarta untuk menggunakan hak pilih pada Pilkada DKI Jakarta 15 Februari 2017 mendatang, seruan serupa digaungkan dari Jogokariyan DI Yogyakarta.

Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta mengedarkan imbauan agar kaum Muslimin Jakarta yang tinggal di Jogokariyan segera mudik untuk menggunakan hak pilihnya

"Bagi masyarakat yang ber-KTP Jakarta dan saat ini tinggal di kampung Jogokariyan, pulanglah" ujar Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustadz Muhamad Jazir ASP sebagaimana dimuat dalam fans page resmi Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Selasa, 7 Februari 2017.

Seruan ini merupakan bukti nyata kepedulian kaum Muslimin terhadap nasib bangsa Indonesia. Sekaligus komitmen nyata persatuan umat Islam Indonesia dalam Pilkada serentak 15 Februari 2017 mendatang.

"Gunakan hak pilih anda pada 15 Februari 2017. Pastikan hadir di tempat pemungutan suara (TPS) terdaftar dan pilih pemimpin Muslim." lanjut Ustadz Jazir.

Bukan hanya menyampaikan imbauan dan seruan, pihak Masjid Jogokariyan juga akan memberikan biaya transportasi kepada kaum Muslimin Jakarta yang hendak mudik untuk menggunakan haknya memilih pemimpin Muslim.

"Kami akan subsidi biaya transportasi," tutup Ustadz Jazir dalam seruan menggetarkan hati tersebut.

Masya Allah, Pernyataan Tegas Komisi Fatwa MUI di Sidang ke-9: Ahok Sudah Jelas Menistakan Al-Quran


[PORTAL-ISLAM] JAKARTA - Sidang ke-9 kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar hari ini, Selasa (7/2/2017), di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.

Salah satu saksi yang hadir dalam sidang adalah Dr. KH M Hamdan Rasyid sebagai saksi ahli yang merupakan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebelum masuk ruang sidang saat diwawancarai TvOne, Dr. KH M Hamdan Rasyid menegaskan bahwa apa yang diucapkan Ahok di Kepulauan Seribu itu sudah jelas menistakan Al-Quran.

Asli saya merinding melihat KH Hamdan Rasyid mengeluarkan pernyataan yang begitu tegas.

Bahkan KH Hamdan menegaskan: "Orang Islam berani mati bela Al-Quran."

KH Hamdhan juga tidak gentar andaikan nanti kuasa hukum Ahok akan "membantainya" selama berjam-jam seperti kejadian yang menimpa KH. Ma'ruf Amin. KH Hamdhan dengan tegas berkata,"Saya hasbunalloh wa ni'mal wakil. Ada Alloh yang akan kasih kekuatan."

Masya Alloh....saya bener-bener speechless melihat ketegasan prinsip beliau. Bersyukur sekali Komisi Fatwa MUI beranggotakan orang-orang yang tegas berprinsip seperti Pak Hamdhan.
Terharu melihat perjuangan MUI yang membersamai ummat.

Berikut rekaman video pernyataan Dr. KH M Hamdan Rasyid di TvOne:

Masya Allah! Sambangi PWNU DKI, KH. Ma'ruf Amin Disambut Salawat


[PORTAL-ISLAM]  Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Ma'ruf Amin mendatangi kantor Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Jalan Utan Kayu Raya no 112,  Jakarta Timur, Selasa 7 Februari 2017.

Kedatangan Ma'ruf adalah dalam rangka silaturahim dengan pengurus PWNU DKI. Sedianya, Ma'ruf dijadwalkan hadir pukul 14.00 WIB. Namun, dia baru hadir di PWNU DKI pada pukul 16.45 WIB.

Saat tiba di lokasi, Ma'ruf belum mau berkomentar apapun, meskipun awak media memberondong dengan berbagai pertanyaan.

Kedatangan Ma'ruf disambut dengan lantunan shalawat oleh pengurus yang sejak siang telah menunggunya.

Selanjutnya, dilakukan pertemuan tertutup dengan tokoh ulama dan habaib se-Jakarta.

Muhammadiyah: Ulama Jasanya Besar Untuk Negara Ini, Dibanding Pendatang Tak Punya Prestasi Tapi Bikin Gaduh


[PORTAL-ISLAM] Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir bersilaturrahim menemui Rais Aam PBNU KH. Ma'ruf Amin.

Kedatangan rombongan pimpinan Muhammadiyah ini guna memberikan dukungan kepada Kyai Ma'ruf Amin, usai mendapat hinaan pelecehan dan tuduhan bohong serta saksi palsu yang dilontarkan Ahok dan pengacaranya pada KH Ma'ruf Amin saat menjadi saksi di sidang ke-8 kasus penistaan agama.

Dalam wawancaranya dengan media, Haedar menegaskan:

"Kami Muhammadiyah memberi dukungan pada peran Kyai Ma'ruf dan para ulama di Indonesia ini yang jasanya besar untuk bangsa dan negara ini, tidak seberapa dibanding para pendatang baru belum punya prestasi apa-apa sudah membikin gaduh di republik ini," kata Haedar.

"Umat Islam sebagai mayoritas maupun bangsa kita harus mulai menatap kedepan untuk membangun bangsa dan negara ini dengan semangat kebersamaan, dan jangan diganggu oleh perangai satu dua orang yang bikin gaduh negeri ini," tegasnya.

Berikut video pernyataan Ketua Umum Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir:

Senin, 06 Februari 2017

MUBAHALAH Habib Rizieq Atas Para Pemfitnahnya


[PORTAL-ISLAM] Secara maknawi, menurut Ust. Bachtiar Natsir, MUBAHALAH adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan atas orang yang Dzhalim atau berbohong di antara pihak-pihak yang bertikai. Syariat ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran dan menghancurkan kebatilan bagi mereka yang keras kepala dan tetap bertahan pada kebatilan meskipun sudah jelas bagi mereka kebenaran dan alasan-alasannya.

Syeikh Ibnu al-Qayyim Al Jauziyah pernah menjelaskan dalam kitab Zad Al-Ma'ad bahwa mubahalah disunahkan ketika beragumentasi dan berdebat dengan kelompok batil atau orang-orang sesat. Apabila mereka tetap tidak mau kembali kepada kebenaran dan tetap keras kepala meskipun sudah dijelaskan tentang kebenaran dan hujjah-hujjahnya.

Allah SWT memerintahkan Nabi SAW menantang kaum Nasrani dari Najran untuk ber-mubahalah. Ketika itu, utusan Nasrani dari Najran bersikeras mengatakan kepada Nabi SAW bahwa Isa AS adalah anak Allah SWT. Padahal, Nabi SAW telah menjelaskan kepada mereka bahwa Isa AS itu adalah hamba Allah SWT dan utusan-Nya. Maka, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi SAW agar menantang mereka untuk ber-mubahalah.

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta." (QS Ali 'Imran: 61)

Dalam mubahalah tersebut, Nabi SAW menghadirkan anak dan istri masing-masing, kemudian berdoa kepada Allah agar menurunkan azab dan laknat-Nya kepada yang berbohong di antara mereka. Tetapi, karena mereka mengetahui bahwa Nabi SAW berada dalam kebenaran dan mereka berada dalam kebatilan, merekapun tidak berani melakukannya. Akhirnya, mereka berdamai dan membayar jizyah kepada Nabi SAW.

Diriwayatkan bahwa para sahabat Nabi SAW, seperti Ibnu Abbas, pernah menantang orang yang berselisih pendapat dengannya dalam suatu masalah untuk ber-mubahalah. Imam al-Auza'i, Imam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Hajar juga pernah ber-mubahalah.

Alhamdulillah, ulama dan pemimpin kita Habib Muhammad Rizieq Syihab telah ber-mubahalah, menantang orang-orang yang memfitnah beliau. Silahkan bagi kalian yang memfitnah, menuduh beliau dengan skandal esek-esek murahan, siap-siap saja...Jika Habib Rizieq salah, beliau sudah siap dilaknat. Namun bila beliau benar, dan kalian yang salah...maka kalian tau sendiri resikonya. Sungguh ini bukan perkara main-main!!!

Berikut saya tulis ulang Mubahalah beliau:

"Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi atau pun berzina.

Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di Dunia dan Akhirat."

Sudah siapkah kalian menerima laknat Allah duhai para pemfitnah, para pendukung serta kroni-kroninya dan juga aparat yang mencari-cari kesalahan Habib Rizieq???

Pesan saya, segeralah bertaubat sebelum terlambat...

(Oleh : Ust. Hilmi Firdausi)


PARAH! Rumah SBY Diserbu Demonstran, Pesanan Siapa?


[PORTAL-ISLAM]  Sore ini, Senin 6 Februari 2017, lini massa Twitter kembali dihebohkan dengan cuitan dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melalui akun twitternya @SBYudhoyono, ia menuliskan tentang aksi demo yang dilakukan ratusan orang di depan rumahnya di Kuningan, Jakarta Selatan.

"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," tulisnya
Tak hanya hari ini, pada Ahad, 5 Februari 2017 kemarin, SBY juga mengaku mendengar ada provokasi terhadap mahasiswa untuk menangkap dirinya. Hal itu dilakukan di Kompleks Pramuka Cibubur.

"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya. Saya bertanya kepada Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak untuk tinggal di negeri sendiri, dengan hak asasi yang saya miliki?" tulis SBY lagi.

SBY mengatakan, dirinya hanya meminta keadilan.

"Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kepada Allah Swt," tulisnya lagi.
Jika benar ada skenario besar untuk menghasut mahasiswa berdemo menuntut penangkapan SBY, apa tujuannya? Atas pesanan siapa sebenarnya demo tersebut?

BANTAH Klarifikasi Tim Kuasa Hukum Ahok, Inilah 6 Butir Isi Testimoni ACTA


[PORTAL-ISLAM]  Advocat Cinta Tanah Air mengelurkan testimoni di kantor Sekretaris MUI Jakarta Pusat.  Testimoni ini sebagai bentuk dukungan terhadap KH Ma'aruf Amin, sekaligus membantah klarifikasi kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama yang tidak sesuai di dengan fakta persidangan.

"Saat ini tim pengacara saudara Basuki TJ Purnama atau bapak Ahok itu membuat opini publik yang tidak sesuai dengan fakta di persidangan," kata Sekretariat Jendral ACTA, Yustian Dewi Widiastuti kepada wartawan di lantai 4 Gedung Sekretariat MUI, Jl Proklamasi,  Jakarta Pusat, Senin, 6 Februari 2017.

Yustian mengatakan, usaha yang dilakukan tim kuasa hukum Ahok dalam mencari kebenaran materiil lewat bertanya terhadap saksi KH Ma'ruf Amin di persidangan lanjutan Ahok sangat dihormati.

"Akan tetapi ada hal-hal yang seharusnya atau sewajarnya tidak boleh dilakukan oleh seorang pengacara dalam suatu persidangan," ujarnya.

Jadi, kata Yustian, apa bila kuasa hukum Ahok ingin menyampaikan suatu kebenaran materiil dalam suatu  peristiawa hukum tidak selayaknya melanggar peraturan hukum yang berlaku.

"Untuk itu kami sampaikan bahwa kami akan mealakukan testimonin kepada teman kami yang ada dalam persidangan," katanya.

Berikut testmoni ACTA yang disampaikan di hadapan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin:

Pertama, bahwa pada saat kesaksian KH. Ma’ruf Amin benar Penasehat Hukum Terdakwa Ahok, Humprey Djemat menyampaikan kalimat yang menurut kami menyudutkan KH Ma‘ruf Amin (Ketua Umum MUI) terkait adanya telepon dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Kamis tanggal 6 Oktober 2016 pukul 10.16. Djemat bertanya sampai tiga kali yang dijawab oleh saksi “tidak ada". Dan selanjutnya, Sdr Humprey Djemat mengatakan “kami mau menyatakan bahwa saksi ini memberikan keterangan palsu", dan meminta kepada majelis hakim agar saksi diproses sebagaimana mestinya.

Yang kedua, pada saat memberikan tanggapan atas keterangan saksi KH Ma'ruf Amin, terdakwa Ahok menyampaikan kalimat yang bernada ancaman dengan kalimat “kami akan proses secara hukum saudara saksi". Karena kalimat tersebut disampaikan pada sesi keberatan terdakwa terhadap kesaksian KH Ma'ruf Amin, maka jelas kalimat bernada ancaman tersebut ditujukan kepada KH Ma’ruf Amin, dan bukan pada saksi-saksi sebelumnya. Fakta ini berbeda dengan klarilikasi Ahok tangal 1 Februari 2017 (point 1) yang menyatakan tidak akan dan tidak mungkin melaporkan KH Ma’ruf Amin.

Ketiga, ada sekelompok pengunjung berbaju kotak-kotak yang bertepuk tangan setelah Penasehat Hukum Ahok menyampaikan kalimat yang bernada ancaman terhadap KH Ma’ruf Amin tersebut. Kesan yang kami tangkap, mereka bergembira atas kejadian yang menimpa KH Ma'ruf Amin.

Kempat, hampir semua Penasehat Hukum Ahok menanyakan pertanyaan yang hampir sama dan berulang-ulang serta sudah dijawab dengan tegas oleh KH Ma’ruf Amin sampai dua kali. Ada indikasi dan diduga merencanakan untuk mengulur waktu sehingga sidang berjalan sangat lama dan sangat menguras energi KH Ma'ruf Amin sebagai saksi.

Yang Kelima, para Penasehat Hukum dan Terdakwa Ahok mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara tidak santun dan tidak menghormati KH. Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI, ulama besar yang juga sebagai orang tua dan sangat disegani oleh kalangan umat Islam di republik ini.

Keenam, kami meminta kepada Komisi Yudisial (KY), Mahkamah Agung (MA), dan Organsisasi Advokat untuk dapat menjalankan fungsi pengawasan mereka pada persidangan yang akan datang, agar kejadian yang menimpa KH Maruf Amin tidak terulang lagi pada saksi-saksi yang lain.

Penghinaan Atas KH Ma'ruf Amin dan Dugaan Penyadapan Ilegal, Ahok Akhirnya Dipolisikan


[PORTAL-ISLAM] JAKARTA - Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dilaporkan Ketua Umum Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano ke Bareskrim Polri. Ahok dilaporkan terkait penghinaan terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin ketika bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sam Aliano juga melaporkan Ahok atas tuduhan telah melakukan penyadapan ilegal kepada Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya bawa barang bukti, saya didampingi pengacara saya Egi Sudjana," kata Sam kepada wartawan, Senin (6/2/2017).

Sam belum mau membeberkan bukti yang dibawa, sebelum laporannya diterima. Sam berjanji akan mempublikasikan buktinya usai laporan di terima.

Sam menuturkan, perbuatan Ahok itu telah membuat resah dan gaduh masyarakat antarumat beragama di Indonesia. Dia juga merasa dugaan penyadapan yang telah dilakukan pihak Ahok sudah sangat melawan negara.

Menurut Sam, hak-hak masyarakat telah sangat dilanggar dengan adanya dugaan penyadapan terhadap SBY yang dilakukan pihak Ahok itu. "Penyadapan jadi bahaya bagi kita semua, banyak pihak. Yang kita pikirkan harus perlu hak angket, jadi masalah besar dalam negeri," ucapnya.

Sebelumnya Ketua Umum Pengusaha Indonesia Muda, Sam Aliano juga pernah melaporkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin 21 November 2016 lalu. Saat itu, Sam melaporkan Ahok karena tersinggung atas ucapan Ahok yang menyebut bahwa peserta aksi 411 mendapat bayaran Rp500.000 dalam aksi 411.

Sam yang mengaku juga ikut dalam aksi itu pun tersinggung atas ucapan Ahok yang dimuat pada laman portal berita asing ABC News, sehingga Sam  pun melaporkan Ahok karena merasa difitnah atas ucapan Ahok di media asing itu. (Sindonews)


Minggu, 05 Februari 2017

RILIS PWNU DKI Bantahan Terhadap Acara Istighosah Kebangsaan Warga Nahdliyin Bersama Ahok


[PORTAL-ISLAM] Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta membantah keras acara Istigosah Kebangsaan Warga Nahdiyin DKI Jakarta yang dihadiri calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di rumah Djan Faridz di Jalan Talang Nomor.3, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu malam, 5 Februari 2017.

PWNU DKI menyatakan acara istighosah tanpa sepengetahuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus PWNU DKI.

Berikut selengkapnya pernyataan dari PWNU DKI Jakarta.

RILIS
PWNU DKI JAKARTA

Berkaitan diadakannya Istighosah kebangsaan warga Nahdliyin Jakarta bersama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) di Jl. Talang no.3 Menteng Jakarta Pusat, dengan ini pengurus PWNU DKI menegaskan:

1. Bahwa acara ini tanpa sepengetahuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus PWNU DKI.

2. PWNU DKI tersinggung dan tetap mengecam keras perlakuan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan pengacaranya terhadap Rois Am PBNU KH. Ma’ruf Amin.

3. PWNU DKI mendukung pernyataan tegas Ketua Tanfidziah PBNU Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, bahwa saudara Ahok bersalah dan masyarakat NU DKI tidak akan memilih Ahok.

4. Akan menindak tegas jika ada pengurus yang berperan aktif di acara Istighosah bersama Ahok sesuai dengan ketentuan organisasi.

Ttd

Rois Syuriah
KH. MAHFUDZ ASIRUN

Wakil Ketua Tanfidziah
KH. Munahar Mukhtar  

__
NB: Sebarkan


Keputusan Muktamar NU: Haram Memilih Pemimpin Non-Muslim


[PORTAL-ISLAM] Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin menyerukan segenap warga Nahdliyin dan umat Islam memilih pemimpin Muslim di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hal ini sesuai dengan hasil keputusan Muktamar XXX NU di PP Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tertanggal 21-27 Nopember 1999.

KEPUTUSAN BAHTSUL MASA’IL AL-DINIYAH AL-WAQI’IYYAH
MUKTAMAR XXX NU
DI PP. LIRBOYO KEDIRI JAWA TIMUR
TANGGAL 21 S/D 27 NOPEMBER 1999

A. Pertanyaan
Bagaimana hukum orang Islam menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam?

B. Jawaban
Orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam kecuali dalam keadaan darurat.

KH. Ma'ruf Amin menegaskan pengecualian kondisi darurat seperti yang tertuang pada keputusan tersebut tidak berlaku di Pilkada DKI 2017 karena adanya calon gubernur yang muslim.

“Sepanjang ada calon yang Muslim dan insya Allah adil wajib hukumnya memilih calon pemimpin Muslim tersebut,” katanya kepada Republika di Jakarta.

Penegasan KH. Ma'ruf Amin ini terkait larangan/haram memilih pemimpin non-muslim sebagaimana keputusan Muktamar XXX NU dikuatkan lagi oleh tokoh NU KH Salahuddin Wahis (Gus Solah).

Berikut video pernyataan Gus Solah:

Kelar deh Hok! MetroTV "Kebobolan", Wawancara Ketua Umum PBNU Said Aqil Tegaskan: Yang Akan Rugi Ahok Sendiri


[PORTAL-ISLAM] Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menegaskan perlakuan Ahok terhadap KH Ma'ruf Amin saat di persidangan membuat ketersinggungan warga NU terutama di DKI.

"Yang akan rugi Pak Ahok sendiri... orang-orang DKI yang tadinya barangkali ada kecenderungan akan memilihnya sekarang bisa jadi antipati..," kata KH Said Aqil saat wawancara di MetroTV.

"Ini pelajaran yang berharga bagi semua pihak, jangan sampai ngomong seenaknya, jangan sampai mengumbar lisannya untuk bicara seenaknya...," sambungnya.

Pembawa acara MetroTV sepertinya kaget dengan pernyataan Ketua Umum PBNU ini sehingga berusaha untuk menyelanya, tapi KH Said Aqil tak berhenti.

Ini pukulan telak bagi Ahok dan pendukungnya, apalagi ini di kandang sendiri, di MetroTV, sudah dekat jelang coblosan malah dapat "pukulan telak".

Ya kelar deh hok.

Sungguh... Allah Maha Mengatur.

Berikut videonya:

Polri Sebut Tak Ada Kata Penyadapan di Sidang Ahok, Ini Komentar MENOHOK Prof. Mahfud MD

 

[PORTAL-ISLAM]  Polri menyatakan tidak ada kata-kata penyadapan yang bergulir di dalam sidang dugaan penistaan agama yang menjerat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa,  31 Januari 2017 lalu. Kata-kata dugaan penyadapan justru keluar dari bibir mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Soal dugaan penyadapan, dalam persidangan pun kami tidak melihat ada kata-kata sadap," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Februari 2017.

Menurut dia, informasi yang bergulir justru berakhir pada dugaan adanya penyadapan. Dalam konferensi pers, SBY menyebutkan, jika benar ada penyadapan maka hal tersebut ilegal dan meminta Polri untuk dapat menegakkan hukum sesuai UU ITE.

"Terkait informasi yang disampaikan oleh Bapak SBY mantan Presiden Republik Indonesia ke-6 tentu kami menyikapi apa yang disampaikan oleh beliau, sikap kami tentu kami akan mencermati informasi tersebut," kata dia.

Menanggapi pernyataan polri tersebut seorang netizen pengguna twitter bernama Zaim Ahmad bertanya pendapatnya Prof Mahfud:
Prof Mahfud MD pun menanggapi pertanyaan tersebut dengan ngetwit sebagai berikut:

"Untuk menyimpulkan bhw Anda makan, Anda tak perlu berkata makan. Anda nyuap nasi ke mulut itu artinya makan meski anda tak berkata makan."

BANGKIT! Laskar Santri Nusantara Deklarasi Dukung Ulama


[PORTAL-ISLAM]  Laskar Santri Nusantara (LSN) menggelar deklarasi "Laskar Santri Nusantara Siap Membentengi Kiai" di Ponpes Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu, 4 Februari 2017 malam. Para santri siap menjadi pelindung para kiai dan ulama dari tindakan pelecehan, kezaliman, dan kesewenangan pihak manapun.

Deklarasi pernyataan sikap para santri itu dipimpin langsung Ketua Dewan Koordinator Nasional (DKN) LSN, Didik Setiawan usai pembukaan rakorwil Dewan Koordinator Wilayah (DKW) LSN Jatim di aula Ponpes Amanatu Ummah. Deklarasi ini diikuti 54 koordinator LSN dari berbagai daerah di Jatim. Di antaranya dari Bondowoso, Pamekasan, Sampang, Surabaya, Sumenep, Kediri, Tuban, Bangkalan, Siodarjo, Jombang, Lamongan, Banyuwangi, Gresik, Malang, dan Mojokerto.

"Kami memiliki komitmen bersama, kami akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa. Karena bukan hanya tanggung jawab pemerintah, kami alumni santri juga punya kewajiban menjaga keutuhan bangsa," kata Didik kepada wartawan.

Didik menjelaskan, selain komitmen menjaga keutuhan bangsa, LSN juga bertekat untuk menjaga para kiai dan ulama di Indonesia dari upaya kriminalisasi dan pelecehan.

"Kami menjaga marwah kiai, kami bentengi beliau. Bukan hanya masalah Ahok (cagub DKI Jakarta yang juga petahana Basuki Tjahaja Purnama, -red), bukan hanya kepentingan DKI Jakarta, tapi juga kepentingan bangsa kita ke depan," tandasnya.

Berikut ini isi deklarasi "Laskar Santri Nusantara Siap Membentengi Kiai":

1. Kami LSN sangat mengecam tindakan yang kurang berakhlak dan beretika yang berupa pelecehan terhadap kiai dan ulama. Hal ini terbukti dengan banyaknya pelecehan yang beredar di media digital secara sistematis dan terstruktur,

2. Kami LSN siap menjadi tameng dan benteng para kiai dan ulama dari kezaliman dan kesewenangan pihak mana pun,

3. Kami LSN akan membentuk tim khusus untuk menangkal rencana yang mengancam harga diri kiai dan ulama. Tim khusus inilah yang nantinya akan menjadi barisan terdepan dalam pengawalan wibawa para kiai dan ulama,

4. Kami meminta kepada presiden Joko Widodo untuk turun langsung menyelasikan konflik dan fitnah-fitnah yang mengancam keutuhan bangsa,

5. Kami LSN berperan aktif menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,

6. LSN siap mengabdi untuk negeri dengan memperkuat santri nusantara demi kejayaan agama, bangsa, dan negara

LSN dibentuk pada tahun 2014. Organisasi ini beranggotakan para alumni pondok pesantren se Indonesia. LSN diklaim mempunyai 7,5 juta anggota.

Din Syamsuddin DIFITNAH, Ini Reaksi Keras Ketum PP Pemuda Muhammadiyah


[PORTAL-ISLAM]  Prof.Din Syamsuddin, mantan Ketum PP Muhammadiyah kembali disebut sebagai penyandang dana gerakan ISIS. Pemilik akun twitter @joxzin_jogja memposting capture gambar yang di dalamnya ada nama Prof. Din Syamsuddin.
Akun Twitter bernama Joxzin Jogja ini disinyalir sengaja memperkeruh situasi di Indonesia. Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah meng-ultimatum akan menemukan penyebar fitnah ini.

“Yakinlah, saya dan Kokam Pemuda Muhammadiyah akan menemukan Anda karena berani fitnah Prof.Din Samsuddin,” ungkap Dahnil.
Dahnil mengintruksikan kepada anggota KOKAM Pemuda Muhammadiyah untuk memburu pemilik akun yang melakukan fitnah tersebut.

“Saya instruksikan, semua anggota Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM untuk memburu pemilik akun Twitter @joxzin_jogja”,tegasnya .

Sabtu, 04 Februari 2017

GNPF MUI dan Ormas Islam Bersiap Aksi 112 (11-2-2017) Ini Penjelasan Lengkapnya


[PORTAL-ISLAM] Berlokasi di kantor Pusat MUI Jl. Proklamasi Nomor 51 Menteng Jakarta Pusat, hari Jum'at 3 Februari 2017, ratusan perwakilan Ormas Islam berkumpul di Lantai 4 Kantor Sekretariat Pusat MUI.

Agenda utamanya adalah penyampaian Pernyataan Sikap Ormas Islam yang tergabung di dalam GNPF MUI atas perilaku tidak beradab Ahok kepada Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin di persidangan ke-8 kemarin.

Hadir beberapa tokoh ulama Ummat Islam, seperti Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua GNPF MUI), KH. Zaitun Rasmin (Ketua Umum Wahdah Islamiyah), Muhammad Ismail Yusanto (HTI), Muhammad Al-Khattath (GNPF MUI). Tak ketinggalan pula, tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma dan yang lainnya. Mereka semua diterima jajaran Pimpinan Pusat MUI yang diwakili oleh Sekjen MUI, KH. Anwar Abbas.

Beberapa pernyataan yang dapat disarikan adalah:

A. Ustadz Muhammad Al-Khattath (GNPF MUI):

1. Ummat Islam akan melakukan Aksi Serentak Bela Ulama Bela NKRI. Pada tanggal 11 Februari 2017 (Gerakan 112). Rutenya dari Monas menuju Bunderan HI. Bentuknya jalan-jalan pagi. Dimulai sejak pukul 06.00 sampai selesai.

2. Momentum ini akan dimaksimalkan dengan pelibatan sebanyak-banyaknya peserta. Untuk mempersiapkan hal itu, GNPF MUI Senin (6/2) seluruh perwakian ormas Islam akan diundang untuk melakukan rapat-rapat persiapan.

3. Gerakan 112 ini mengajak seluruh ummat Islam, di manapun berada. Agar ikut terlibat dalam agenda ini. Poster akan dibuat dan disebar via media sosial.

4. Tema Besar Aksi ummat Islam yang dikoordinir oleh GNPF MUI pada 112 adalah "Berpegang Teguh Pada Fatwa MUI. Kita pilih Gubernur Muslim untuk DKI Jakarta"

B. Ustadz Zaitun Rasmin (GNPF MUI):

1. Meminta izin kepada KH. Anwar Abbas selaku Sekjen dan perwakilan MUI bahwa GNPF MUI menggunakan ruang pertemuan MUI ini.

2. Hari ini kita akan dibacakan Pernyataan Pers GNPF MUI atas sikap tidak beradab Ahok kepada Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin.

C. Anwar Abbas (Sekjen MUI):

1. Yang hadir di ruangan ini, ada Sekjen MUI dan beberapa Wasekjen MUI. Hari Jum'at ini, banyak sekali Pimpinan MUI yang menjadi Khatib, sehingga terlambat datang kesini. Yang bisa hadir ada Ustadz Najmuddin Ramli. Ada Kyai Misbah Wakil Sekjen. Kami siap menjadi penerima tamu.

2. Kami persilahkan kepada GNPF MUI untuk menggunakan ruangan MUI. Majelis Ulama Indonesia adalah milik Ummat Islam. Gedung ini milik rakyat dan ummat. Kami persilahkan apa yang menjadi hajat ummat hari ini.

D. Ustadz Bachtiar Nasir (GNPF MUI):

1. Kehadiran kita di sini bersama-sama kami ingin mempertegas dukungan kita kepada fatwa ulama dan juga kepada guru kita Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin.

2. MUI adalah tempat berkumpulnya para ulama dan zu'ama dari berbagai disiplin keilmuan. Berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Perwakilan dari ummat Islam yang jumlahnya 200 juta.

3. MUI memang bertugas untuk memberikan pandangan keagamaan atas peristiwa yang terjadi. MUI tidak pernah gegabah dalam mengambil fatwa. Ada banyak prosedur dan banyak hal yang harus dipertimbangkan.

4. KH. Ma'ruf Amin adalah ulama sepuh. Tapi mau hadir sebagai saksi ahli. Padahal beliau punya pilihan untuk tidak hadir. Tapi yang membuat kami kecewa, di sidang penodaaan agama itu, justru di situ ulama dinistakan.

5. Kami harus menyatakan dukungan bersama para tokoh bangsa. Tapi, sebelum bertambah gaduh, mari luruskan niat kita semua. Apa yang kita lakukan semata-mata untuk mempersatukan ummat dan bangsa

6. Kita berjuang untuk Indonesia yang lebih bersatu dan beradab ke depan. Kita tidak mau Indonesia dipecah belah oleh orang-orang yang hanya memiliki ambisi kekuasaan. Oleh segelintir orang yang memiliki hawa nafsu yang merusak tatanan kehidupan berbangsa kita.

7. Ummat Islam introspeksi diri. Memperbaiki diri. Dan menatap kedepan. Kehadiran kita di sini, selain mendukung, juga mengecam keras atas perilaku tak pantas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pengacaranya kepada guru kami KH. Ma'ruf Amin.

8. KH. Ma'ruf bukanlah pribadi. Tapi ia mewakili MUI. Mewakili ummat Islam.

9. Terkait kejadian di persidangan, kelakuan Ahok tidak perlu ada laporan dari masyarakat. Seharusnya bisa langsung ditangkap. Karena bukan delik aduan. Aparat jangan berlaku tidak adil kepada ummat Islam.

10. Tokoh dan ummat Islam tidak akan terpecah. Kami sudah bersepakat untuk bersatu. Kita akan mengawal negara Kesatuan Republik Indomesia. Yang damai dan bersatu

11. KH. Ma'ruf Amin sudah memaafkan. Karena itu hak beliau. Tapi beliau mengatakan, bahwa adalah hak ummat untuk bertindak dan bersikap. Karena KH. Ma'ruf memang milik ummat Islam Indonesia.

12. Hukum di Indonesia harus ditegakkan seadil-adilnya. Hukum yang berkeadilan. Percakapan di persidangan ada buktinya. Ada UU ITE. tinggal keseriusan aparat untuk menangkap Ahok dan memprosesnya. Demi memenuhi rasa keadilan dan tegaknya hukum.

13. Ummat Islam jangan selalu dituduh dengan berbagai macam penyudutan. Tapi juga sering diperlakukan tidak adil dalam hukum. Saatnya penegak hukum bersikap adil dan tegas.

14. Mari kita jaga jangan panjang dalam kegaduhan yang berkepanjangan. Mari kita bersatu dan membangun Indonesia kedepan. Kalau ada hal yang mengecewakan mari kita selesaikan lewat konstitusi.

15. Ummat jangan terpencing untuk anarkis. Ummat jangan terpancing untuk bergerak sendiri-sendiri. Karena ada Majelis Ulama Indonesia yang akanenjadi perwakilan kita.

16. Jangan ada konflik horisontal di tengah masyarakat. Tetaplah kita berjuang dengan kesabaran. Jangan termakan provokasi.

E. Anwar Abbas (Sekjen MUI):

1. Kami sudah dengar pemaparan GNPF MUI. Apa yang menjadi aspirasi, sama dengan apa yang kami pikirkan dan rasakan.

2. Kita berpikir bagaimana persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap kokoh. Kita berpikir bagaimana agar NKRI tetap utuh.

3. Perlu ada dialog bersifat nasional. Seperti kata KH. Din Syamsuddin, Ummat Islam disudutkan dan tersudut. Diposisikan sebagai ummat yang tertuduh.

4. Tuduhannya luar biasa. Anti NKRI. Anti Pancasila. Anti Kebhinnekaan. Anti Toleransi. Tuduhan yang sangat menyakitkan.

5. Kalo ummat islam sesuai tuduhan tersebut, maka negara ini tak akan ada. Tidak ada Indonesia. Tuduhan tersebut ahistoris. Tidak didukung bukti empirik.

6. Kalau keadilan dan kebenaran di negeri ini sudah hilang maka, implikasinya tinggal menunggu waktu. Negara ini akan hancur. Dan kita tidak mau begitu.

7. MUI menghimbau semua pihak untuk menghadapi semua masalah yang menimpa kita akhir-akhir ini, dengan arif bijaksana. Dengan pikiran yang lapang. Dan dada yang terbuka.

8. MUI menghimbau kepada pemerintah dan politisi untuk mengadakan dan membuka dialog bangsa dan memikirkan apa yang terjadi hari ini. Dan mari kita persiapkan masa depan Indonesia yang gemilang.

9. Mari kita bergandeng tangan seluruh pihak. Dan berbicara bersama-sama serta memberikan solusi. KH. Ma'ruf Amin memberikan tekanan tiga hal dari dialog yang akan kita lakukan.

10. Dialog itu yang pertama, memberikan dan menawarkan solusi atas masalah bangsa ini. Yang kedua merumuskan langkah antisipasi yang akan kita siapkan. Yang ketiga adalah rekonsiliasi, agar hubungan kebangsaan kita yang kusut bisa kembali rapi.

11. Mari kita berdo'a agar rakyat kita bisa terurus dengan baik. Hidupnya tentram dan damai. Kita berada dalam suasana damai, aman, tentram dan bahagia di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aamiin.

Intisari Konferensi Pers
Dibacakan oleh Ustadz Zaitun Rasmin (GNPF MUI):

1. MUI adalah organisasi Islam yang menghimpun organisasi Islam yang terdiri dari ulama dan zu'ama.

2. MUI menjadi sumber rujukan ummat Islam dalam kehidupan beragama.

3. Pemerintah RI selama ini menjadikan fatwa MUI sebagai rujukan.

4. Dalam mengeluarkan fatwa, MUI menempuh prosedur dan protap dan berbagai pertimbangan yang panjang.

5. Prasangka buruk dan ujaran tak beradab yang dilontarkan BTP atau Ahok dan pengacaranya kepada KH. Ma'ruf Amin sudah kelewat batas.

6. GNPF MUI memandang bahwa sikap dan kata-kata Ahok dan pengacaranya adalah sikap yang merendahkan marwah ulama.

Mari sukseskan Aksi Ummat Islam 112 dengan Tema Besar:
"Berpegang Teguh Pada Fatwa MUI, Kita Pilih Gubernur Muslim Untuk DKI Jakarta"

ALLAHU AKBAR!!!


Didoakan Aa Gym, Ahoker-Ahoker Ini Langsung BLINGSATAN Seperti Cacing Kepanasan


[PORTAL-ISLAM]  Aa Gym memanjatkan sebuah doa untuk orang-orang yang terus berkomentar buruk terhadap para ulama. Tidak berapa lama kemudian, sejumlah Ahoker menunjukkan gejala blingsatan seperti cacing kepanasan.

“Khusus kepada sahabatku yang terus menerus berkomentar buruk, semoga Alloh mengampunimu dan membimbing agar menjadi hamba yang baik hati,” tulis Aa Gym di akun Twitter pribadinya, @aagym, Sabtu, 4 Februari 2017.
Doa Aa Gym ini pun disukai ribuan pengguna twitter dan juga diretwit ribuan kali.

Namun, doa yang lembut itu ternyata membuat sejumlah pendukung Ahok blingsatan. Mereka pun segera menyerang pemimpin pesantren Daarut Tauhid itu.

“@aagym tidak usah malu kl memang anda tidak suka sama ahok..jgn seolah2 netral trs twit heboh kalau ada kaitannya dgn ahok..maaf aa,” kata @wijimoharwan yang kemudian dipertanyakan oleh pengguna Twitter lainnya, mengapa foto profilnya wanita berkerudung padahal namanya laki-laki.

“@aagym lagian ente agama islam ente pakai berpolitik ,Kena hisab nanti loh ... ahok gak salah ente serang,enteng blm tentu lbh baik dr ahok,” kata @cadarmerah.

“@aagym jagalah hati dengan tidak terus jualan "kompor", semoga Alloh mengampuni aa dan membimbing aa jd ustadz yg bkn adem bukan pemanas,” kata @ummirima.

“@aagym khusus kpd aa, jujur saja kalau mau memihak, ga usah gaya netral tapi ucapan tak berimbang. Semoga Allah mengampuni dan membimbing ..,” kata @IrwanAdi_N.