Tampilkan postingan dengan label Cara - Tips - Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara - Tips - Trik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

Cara Ampuh Dari Rasulullah SAW Untuk Menyelamatkan Diri dari Dajjal di Akhir Zaman



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3xcWEIZzNNPxlBJBdXp52UnGydyO0xDxge7rJWf0fzXE9t7pM8JaJ7MFazyW7kO3db_Vqwm3bYNakniDU1bmyk4uBkqPDkRqRiJGtRmucVlZ8mBfAuvMvixrrTQnzRYtqumOXPLjQKv0/s1600/dajjal.jpeg

TELAH dijelaskan sebelumnya bahwa menjelang kemunuculan Dajjal, kaum muslim memiliki kekuatan besar dan ikut serta dalam peperangan dan berhasil menang. Dajjal datang guna menghancurkan kekuatan Islam yang telah berhasil mengalahkan negara terkuat pada saat itu, yakni bangsa Romawi. Kaum muslim juga berhasil merebut kembali Konstantinopel.

Pada saat itu, setan berteriak bahwa ia telah menjamin (harta) anak keturunan kaum muslim, sehingga mereka meninggalkan harta ganimah dan kembali ke kampung halaman mereka. Kemudian Dajjal muncul, maka kaum muslim tidak meletakkan senjata mereka. Karena itu, pada saat Isa turun, ia melihat kaum muslim “bersiap-siap perang dan merapatkan barisan.” Tak ragu lagi, pada saat itu, setiap muslim bergabung dengan kekuatan Islam yang memanggul bendera jihad fi sabilillah dan siap teguh di atas kebenaran, apa pun ujian yang menimpa. Inilah yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW yang menceritakan kemunculan Dajjal, “Ia muncul di suatu daerah di antara Syam dan Iraq. Ia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah bersiteguhlah!”

Setiap muslim tidak diperbolehkan mendatangi Dajjal, walau pun ia percaya pada dirinya sendiri. Sebab, Dajjal memiliki tipu daya yang dapat mengguncangkan iman. Dalam Sunan Abi Dawud diriwayatkan dengan sanad sahih dari Imran ibn Hushain bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa mendengar ada Dajjal, hendaklah ia menjauhi dirinya. Demi Allah, seorang lelaki mendatanginya dengan rasa percaya diri sebagai seorang mukmin, namun akhirnya ia mengikuti Dajjal, karena tipu daya yang dilakukannya.”

Orang yang tidak mampu melawannya boleh lari. Inilah yang dilakukan oleh kebanyakan orang pada saat itu. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Ummu Syarik berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Orang-orang akan lari ke gunung karena (takut) Dajjal’.”

Bila seorang mukmin terpaksa menghadapinya, ia harus melawan dengan kebenaran dan hujjah (argumentasi yang kuat). Dalam hadits disebutkan, “Bila ia (Dajjal) muncul dan aku bersama kalian, aku akan berdebat dengannya. Bila ia muncul saat aku tidak bersama kalian, seseorang akan berdebat dengannya, dan Allah menjadi penggantiku atas setiap muslim.”

Rasulullah SAW memberikan pengetahuan tentang Dajjal. Dajjal memiliki fisik yang kasat mata, makan, minum, sedangkan Allah tidak dapat dilihat di dunia, suci dari makan dan minum. Dajjal memiliki cacat di matanya. Dalam hadits dinyatakan, “Ia adalah pemuda berambut keriting pendek, matanya menonjol seolah-olah ia mirip dengan Abdul ‘Uzza ibn Quthn.

http://www.muslimdaily.co/wp-content/uploads/2012/09/mengenal-dajal.jpg

Karenanya, klaim orang yang demikian sebagai Tuhan merupakan dusta dan kebohongan. Rasulullah SAW memerintahkan orang yang bertemu dengannya agar membaca awal surat al-Kahfi. Sabda Rasul SAW, “Siapa yang menemuinya, hendaklah ia membaca surat al-Kahfi.”

Dalam hadits Abu Umamah dinyatakan, “Sesungguhnya di antara fitnahnya, ia (Dajjal) memiliki surga dan neraka. Nerakanya adalah surga, surganya adalah neraka. Siapa diuji dengan nerakanya, hendaklah ia mohon pertolongan kepada Allah dan membaca awal surat al-Kahfi …”

Dalam hadits shahih disebutkan, “Orang yang hafal sepuluh ayat dari surat al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”

Menurut sebagian hadits, diterangkan bahwa yang dimaksud adalah awal surat al-Kahfi, dan menurut sebaian lagi adalah akhir surat al-Kahfi.

Kenapa membaca awal dan akhir surat al-Kahfi dapat melindungi kita dari Dajjal? Sebagian ulama menjawab: Itu karena Allah memberitahukan di awal surat ini bahwa Allah melindungi para pemuda al-Kahfi dari penguasa lalim yang hendak membinasakan mereka. Jadi, Allah menghubungkan bahwa keadaan orang yang membaca ayat-ayat ini sama seperti keadaan para pemuda itu, yakni diselamtkan dari Allah.

Ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa itu karena di awal surat al-Kahfi ada keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda yang meneguhkan hati orang yang membacanya, sehingga ia tidak terkena fitnah Dajjal, serta tidak merasa aneh, tidak tertipu dan tidak terpengaruh dengan apa yang di bawa Dajjal.

Di antara hal yang dapat melindungi kaum muslim dari Dajjal adalah berlindung ke Mekkah atau Madinah, karena Dajjal tidak masuk ke dalam kota tersebut.

Rasulullah SAW telah menyebutkan kepada kita bagaimana orang laki-laki yang shaleh itu menghadapi Dajjal dengan kebenaran dan ia bersikap dan berkata tegas kepada Dajjal, sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.

Hal lain yang dapat menyelamatkan diri dari Dajjal adalah berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal. Hadits-hadits nabi memerintahkan seorang muslim untuk berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan bahwa Aisya berkata, “Aku mendengar Rasulullah berlindung dalam shalatnya dari fitnah Dajjal.”

Rasulullah SAW selalu bertaawuz dari fitnah Dajjal setelah tasyahud. Beliau berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadaMu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitnah Almasih Dajjal.”

Sumber

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Kamis, 02 Februari 2017

Tujuh Pola Makan Rasulullah yang Bisa Dijadikan Teladan untuk Hidup Sehat

Mempunyai hidup yang sehat tentu menjadi hal yang senantiasa diinginkan oleh semua orang. Dengan hidup yang sehat tersebut, kita dapat melakukan segala aktivitas. Maka tidak heran jika mencari cara agar bisa hidup dengan sehat. 

Ternyata, kita tidak perlu jauh-jauh mencari referensi bagaimana cara hidup sehat. Rasulullah SAW dapat menjadi contoh untuk mendapatkan hal tersebut. Menurut pakar kesehatan pola makan serta gaya hidup Rasulullah sangat ideal dengan irama tubuh biologis manusia.


Maka tidak heran jika Rasulullah SAW dikatakan sebagai teladan bagi seluruh umat manusia. Tidak hanya dari segi ibadah dan agamanya, namun juga kesehariannya. Lantas, bagaimanakah pola hidup sehat dari Rasulullah SAW? Berikut informasi selengkapnya. 

1.Segelas Air Dingin Dicampur Madu Asli untuk Sarapan

Hal pertama yang dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk hidup sehat adalah ketika mengawali pagi harinya dengan sarapan. Menu sarapan beliau adalah segelas air dingin dicampur dengan madu asli. 

Ternyata, dari segi dunia medis madu berfungsi sebagai obat yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah dapat mengaktifkan usus-usus, membersihkan lambung. Tidak hanya itu, madu juga dipercaya dapat menyembuhkan peradangan, sembelit dan wasir. 

2. Tujuh Buah Kurma di Waktu Dhuha

Selain sarapan, Rasulullah SAW juga mengkonsumsi 7 kurma matang pada saat memasuki waktu shalat Dhuha yakni waktu pagi menjelang siang. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mengkonsumsi tujuh buah kurma, maka Ia akan terlindungi dari segala jenis racun”.

3. Roti dicampur Cuka dan Minyak Zaitun untuk Makan Siang


Pada waktu makan siang, Rasulullah SAW mengkonsumsi roti dicampur dengan cuka dan minyak zaitun. Ternyata, semua jenis makanan yang dikonsumsi oleh Rasulullah tersebut memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut di antaranya dapat mencegah kepikunan, lemah tulang hingga kanker. Bahkan juga dapat menjaga suhu tubuh tetap hangat saat musim dingin. 

4. Sayuran atau Tsarid di Malam Hari


Pola makan Rasulullah selanjutnya adalah ketika malam hari beliau suka makanan sayuran. Tidak hanya itu, beliau juga kerap mengkonsumsi tsarid yakni campuran daging dan roti dicampur dengan kuah air masak. Labu air merupakan buah kesukaan Rasulullah, ternyata bisa mencegah penyakit gula. Ternyata Rasulullah juga suka mengkonsumsi buah anggur dan juga susu. 

5. Tidak Langsung Tidur Setelah Makan

Rasulullah SAW juga tidak langsung tidur setelah makan. Adapun hal yang dilakukannya adalah beraktivitas secara ringan agar makanan dapat dicerna dengan baik oleh lambung. Biasanya aktivitas yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tersebut adalah dengan shalat. 

6. Berolahraga Ringan


Rasulullah juga menjaga kesehatannya dengan cara berolahraga. Biasanya beliau melakukan olahraga ringan seperti bermain dengan anak dan cucunya. Tidak hanya itu, beliau juga pernah lomba lari bersama istrinya Aisyah radiyallahu’anha. 

7. Tidur Lebih Awal dan Tidak Begadang

Pola hidup sehat yang terakhir adalah dengan tidu awal dan beliau paling tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Maka dari itu, beliau tidur lebih awal setelah shalat isya dan mengobrol sebentar. Tujuannya adalah agar beliau bisa bangun untuk shalat tahajjud dan subuh. 

Demikianlah pola hidup sehat yang dapat diteladani dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, alangkah lebih baik apabila kita mengikuti hal-hal kebaikan yang sudah dilakukan oleh Rasulullah tersebut. 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !