Senin, 30 November 2015

Tiga Khasiat Hebat Bawang Putih Yang Gampang Sekali Dipraktikkan

Tahukah kamu jika telapak kaki manusia adalah bagian tubuh yang memiliki ribuan syaraf? Diperkirakan terdapat lebih dari 7 ribu syaraf berbeda yang ternyata berhubungan dengan berbagai organ di dalam tubuh.

Di dalam pengobatan China, terdapat metode pengobatan penyakit yang dilakukan dengan memanfaatkan syaraf yang terdapat pada telapak kaki. Telapak kaki merupakan akses langsung ke beberapa organ dalam tubuh, yang disebut dengan “meridian." Meridian merupakan jalur syaraf yang menjadi akses menuju organ tubuh.

Hal ini yang membuat pengobatan China selalu menganjurkan untuk berjalan kaki tanpa alas kaki, agar syaraf yang terdapat pada telapak kaki mendapatkan rangsangan dari pijakan kaki dan agar telapak kaki dapat langsung menyentuh bumi yang memiliki ion negatif. Cara termudah untuk membuka jalur listrik meridian pada telapak kaki adalah dengan meletakan irisan bawang merah atau bawah putih pada telapak kaki saat tertidur.

Berikut ini beberapa manfaat jika menempelkan irisan bawang pada telapak kaki kamu:

Membunuh Bakteri
Bawang adalah herbal yang memiliki sifat anti bakteri, anti kuman dan jamur. Dengan meletakannya di telapak kaki ketika kamu tertidur, hal tersebut dapat menyerap bakteri dan racun.

Membersihkan Darah
Asam fosfat yang terdapat pada bawang akan diserap telapak kaki melalui trans dermal ketika kita sedang tertidur, Asam fosfat sendiri bermanfaat untuk memurnikan racun yang terkandung pada darah.

Menjernihkan Udara
Sebuah kebiasan meletakan potongan bawang di pojok kamar telah lama dilakukan oleh kebanyakan orang Inggris, mereka percaya bahwa potongan bawang tersebut dapat menangkal virus yang terdapat di udara sebagai penyebab flu sekaligus menjernihkan kandungan udara. Kebiasaan ini juga terdapat di beberapa daerah di Mesir.
(soy/ul)

Sumber : http://citizen6.liputan6.com/read/2378242/tiga-khasiat-hebat-bawang-putih-yang-gampang-sekali-dipraktikkan?p=1

4 Cara Tepat Memilih Produk Kecantikan Sebelum Membeli

Produk kecantikan asal Jepang dan Korea, saat ini begitu diminati. Biasanya, produk kecantikan tersebut menawarkan jenis perawatan yang menggiurkan, seperti mencerahkan wajah, dan membuat kulit tampak lebih muda. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari harga murah sampai super mahal. Seperti beberapa produk kecantikan populer, Kanebo, Sulwhasoo, SK-II dan produk kecantikan mewah lainnya, yang berkisar mulai dari harga ratusan sampai jutaan rupiah.

Merk produk kecantikan tersebut, tentu tidak asing lagi bagi kamu seorang beauty junky. Walaupun sebagian perempuan mengaku harga bukanlah masalah, namun nggak ada salahnya dong jika kita menjadi konsumen yang smart sebelum membeli. Karena harga dengan hasil yang diberikan tetaplah menjadi pertimbangan yang tak boleh diabaikan.



Sebelum kantong terkuras dengan percuma, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan sebelum membeli produk. Beberapa diantaranya, kami paparkan di bawah ini.

Baca review produk

Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk yang akan kamu beli. Pelajari cara pemakaian, komposisi, kekurangan dan kelebihan produk. Baca beberapa tanggapan dari orang yang sudah lebih dulu mencoba produk yang kamu inginkan. Jika perlu bertanyalah kalau kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk tersebut.

Masa Kadaluarsa

Cari tahu berapa lama produk ini dapat disimpan. Ini berguna untuk mengetahui kualitas produk setelah dibeli. Jika lingkungan kamu lembab, dan produk yang digunakan berbentuk krim, dan cara penggunaan menggunakan jari saat mengambilnya, mungkin masa kadaluarsa akan menjadi lebih pendek, karena rentan terhadap kontaminasi bakteri dari jarimu yang belum tentu hygienis.

Coba Produk

Menggunakan sample atau trial kit adalah cara terbaik untuk memutuskan apakah produk tersebut layak dibeli. Jika kamu kesulitan menemukan sample atau trial kit produk tersebut, cobalah beli dalam kemasan paling kecil yang tersedia. Jangan malu untuk menanyakan dan meminta izin untuk mencobanya jika ternyata saudara atau teman dekat kamu memiliki produk yang kamu inginkan.

Perbandingan Harga

Sekarang ini, produk kecantikan tidak hanya dijual langsung di counter resmi, tapi juga banyak yang menjualnya secara online. Pelajari perbandingan harganya, siapa tahu kamu juga bisa mendapatkan promo yang sedang berlangsung.

Sumber : http://www.fimela.com/beauty-health/4-cara-tepat-memilih-produk-kecantikan-sebelum-membeli-150706l.html

Minggu, 29 November 2015

AJAIB! Kombinasi Jus Ini Mampu Kurangi Berat Badan Anda Tiap Malam

Anda selalu bermimpi jus yang bisa menurunkan berat badan dan Anda terus mencari-cari jus apa yang cocok sambil duduk dan membaca buku Anda? Sekarang ini hanya mungkin jika Anda menggunakan sifat penyembuhan kayu manis dan madu.



Meski sampai saat ini Anda banyak makan madu dan kayu manis secara terpisah, namun Anda tidak pernah meminumnya secara bersama-sama. Coba siapkan jus yang akan menurunkan berat badan Anda, hanya perlu 2 sendok makan madu, 1 sendok bubuk kayu manis dan 250 ml air.

Jumlah yang disarankan dapat bervariasi, tapi ini adalah jumlah minimum yang harus digunakan. Ingat bahwa itu adalah minuman terbaik untuk minum, guna menurunkan berat badan.

Mulailah dengan merebus air, sehingga ketika sedang panas, tambahkan kayu manis. Kemudian tunggu sampai air menjadi dingin. Ketika minuman sudah dingin, tambahkan madu , karena jika tidak Anda akan kehilangan semua sifat yang berguna. Setengah dari ramuan itu minum sebelum tidur, sementara separuh lainnya harus minum sebelum sarapan. Dan itu saja! Dan jangan lupa bahwa minuman ini bertindak pada waktu perut kosong.

Sumber : http://cariuntuktau.blogspot.co.id/2015/11/ajaib-kombinasi-jus-ini-mampu-kurangi.html

Sabtu, 28 November 2015

Pemuda Aceh Hafal Quran dalam 2 Minggu

Akbar rela jauh-jauh datang dari Turki ke Belitung untuk mengikuti Karantina 30 Hari Hafal Alquran. Prosesi setoran terakhir hafalan itu berlangsung haru. 

NIKUNIK - Ini kisah luar biasa dari seorang penghafal Alquran asal Aceh. Teuku Akbar Maulana. Pemuda yang belajar di Turki ini mampu menuntaskan hafalan Alquran dalam waktu 14 hari saja. Akbar rela jauh-jauh datang dari Turki ke Belitung untuk mengikuti Karantina 30 Hari Hafal Alquran.

Saat datang, dia sudah berbekal hafalan 7 juz. Sisanya, dia libas hanya dalam 14 hari. Hafalannya komplit 30 juz. Prosesi setoran terakhir hafalan itu berlangsung haru. Dilakukan di tepi pantai itu, dia anugerahi syal putih untuk menggantikan syal merah, sebagai tanda lulus dan bisa menjadi pembimbing siswa lain yang ingin menghafal Alquran. Bagaimana kisah selengkapnya? Tonton video berikut ini.




Keren! Pemuda Putus Sekolah Buat Pesawat di Halaman Rumah

Saat mempersiapkan ujian akhir SMA, ayahnya dipanggil Yang Maha Kuasa. Hal itu membuatnya tak bisa membayar biaya sekolah. Ia tidak punya pilihan lain selain meninggalkan bangku sekolah.

NIKUNIK -  George Mel bermimpi bisa menerbangkan pesawat sejak ia masih anak-anak. Tetapi ketika ayahnya meninggal, dia harus merelakan studinya dan kesempatan pelatihan untuk menjadi pilot.



Namun George tidak patah arang. Kini dia telah berhasil membuat sebuah pesawat sederhana. Karyanya tersebut mengundang simpati dari Angkatan Udara Sudan Selatan sehingga dia direkrut kerja di bagian Teknologi Informasi (TI).

George sekarang hanya bisa berharap mengambil pendidikan teknik penerbangan di luar negeri.

"Aku sangat ingin sekali menjadi insinyur penerbangan sejak lama," kata George, 23 tahun. George mengaku sangat suka membuat pesawat di rumahnya Juba, ibukota Sudan Selatan.

"Waktu masih kecil, aku ingin bisa terbang seperti burung. Aku naik ke atap rumah, memakai kain gorden dan lembaran besi di kedua tangan sebagai sayap. Aku kemudian melompat, kakiku hampir patah," kenang George dikutip Dream.co.id dari laman BBC, Selasa 17 Februari 2015.

George pergi ke Uganda untuk melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas. Namun pada 2011 saat mempersiapkan ujian akhir, ayahnya dipanggil Yang Maha Kuasa.

Hal itu membuatnya tak bisa membayar biaya sekolah. George tidak punya pilihan lain selain meninggalkan bangku sekolah dan pulang ke kampung halaman.

Namun kecintaan George terhadap dunia penerbangan sangat besar. Kehilangan ayah dan tidak pergi ke sekolah justru memacu semangat George mempelajari ilmu merancang pesawat.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan, George mulai mengerjakan proyeknya membangun pesawat sederhana.

Dia tak lelah keliling Juba untuk membeli komponen yang bisa dirakit menjadi kerangka pesawat. Tak lupa, dia membeli dua mesin dengan tenaga kecil untuk menghidupkannya.

Menggunakan kursi kebun sebagai tempat duduk pilot, George akhirnya bisa membuat pesawat dengan melakukan perbaikan di sana sini menggunakan informasi yang didapatnya dari buku dan internet.

Pada akhir 2013, Sudan Selatan tenggelam dalam perang saudara. Namun George tak pernah berhenti bereksperimen dengan pesawat ciptaannya meski terjadi perang di jalanan dekat rumahnya.

Dia bahkan bisa mendengar suara tembakan di sekitar rumahnya. "Aku tidak berhenti mengerjakan proyek pesawat," katanya.

"Saat semua orang pergi mengungsi, aku tetap di dalam kamarku yang berfungsi sebagai 'pusat penelitian'," katanya.

George kemudian membawa pesawat rancangannya itu ke markas AU Sudan Selatan. Tak disangka, pejabat di AU mengagumi karya George dan memberinya pekerjaan di bagian TI.

Meski mendapat pujian dari pejabat AU, pesawat rancangan George tidak mendapat izin uji terbang. Pesawat itu kini terparkir di halaman rumahnya.

Tapi George tetap bertekad untuk mewujudkan ambisinya, bagi dirinya dan bagi masa depan negaranya.

"Aku sangat berharap. Apa yang terjadi telah terjadi dan kita harus melanjutkan hidup," kata George.

Salah satu harapan George adalah membuat drone (pesawat tak berawak) yang bisa menyemprot tanaman pertanian. Namun dia sangat ingin merancang dan membangun pesawat sungguhan.

Sumber : http://www.dream.co.id/orbit/keren-pemuda-putus-sekolah-buat-pesawat-di-halaman-rumah-150216u.html

Sabtu, 21 November 2015

Nubuat Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Hindhu

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.
Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.


Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH”. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH”. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya AMINAH.


Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.
Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.

Sebenarnya dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang dapat dijadikan acuan bahwa Nabi Muhammad mungkin saja adalah juga seorang Nabi yang ramalan kedatangannya terdapat dalam kitab-kitab suci umat agama lain, diantaranya :


1. Dalam surat Asy-Syu’ara(26) ayat 196 : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu”. Jadi dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur’an juga terdapat wahyu Tuhan
2. Dalam surat Fatir(35) ayat 24 dinyatakan bahwa tidak ada suatu kaum di masa lalu tanpa seorang pemberi peringatan
3. Dalam surat Al-Ahzab(33) ayat 40 dinyatakan bahwa Muhammad adalah utusan Tuhan dan merupakan penutup para nabi (utusan terakhir)
4. Dalam surat Al-Anbiya(21) ayat 107 dinyatakan bahwa Nabi Muhammad tidak diutus melainkan untuk seluruh semesta alam.
5. Dalam surat Saba’ (34) ayat 28 dinyatakan bahwa Tuhan mengutus Muhammad untuk seluruh umat manusia, pemberi kabar gembira, dan peringatan akan dosa, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
Juga dalam hadits Bukhari vol 1. dalam kitab Shalat bab 56 hadits no 429, nabi Muhammad bersabda :
“Semua rasul yg diutus sebelumku hanya berlaku untuk umat/bangsanya saja, tapi aku diutus untuk semua umat manusia”.


Sekarang akan kita lihat dalam kitab suci agama Hindu. Ada banyak kitab dalam agama Hindu yang diakui sebagai kitab suci mereka. Dari semuanya yang dianggap paling suci adalah kitab Veda (Weda). Bila diantara kitab-kitab itu ada yang bertentangan, maka yang harus menjadi rujukan utama adalah Weda yg juga masih terbagi lagi menjadi beberapa kitab. Kitab-kitab lain selain Weda adalah : Upanishad, Smriti, Dharma Sastra, Bhagavat Gita, Puranas, dll.


Ayat-ayat ramalan kedatangan Nabi Muhammad


Disebutkan dalam Bhavisa Purana –; dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :
“Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yang berada di lingkungan itu, yang kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dengan tanaman semak-semak/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”


Kalau anda baca tulisan diatas dengan baik, maka anda akan melihat bahwa ciri-ciri dari pengikut agama kebenaran yg disebutkan adalah ciri-ciri yang umum terdapat pada umat Islam.
Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yang mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.
– Mantra 1 mengatakan : ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yang terpuji”. Jadi Narasangsa artinya : orang yang terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti : orang yang terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dg Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yang sama dengan Nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yang bisa berarti : pangeran kedamaian, dan bisa berarti : orang yg pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yang akan dikalahkannya yang berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.
– Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yang naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.
– Mantra 3 mengatakan : ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dengan Nabi agung umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW.
– Mantra 4 mengatakan : ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yang terpuji. Nabi Muhammad yang juga dipanggil dengan nama Ahmad adalah berarti juga “orang yang terpuji” yang terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.


Beberapa ramalan lainnya :
– Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 6 dinyatakan bahwa di sana disebutkan dengan istilah : “akkaru” yang artinya : “yang mendapat pujian”. Dia akan mengalahkan 10.000 musuh tanpa pertumpahan darah. Hal ini merujuk pada perang Ahzab yang mana Nabi Muhammad mengalahkan musuh yang berjumlah 10.000 orang tanpa pertumpahan darah.
– Dalam Atharvaveda book 20 hymn 21 : 7 dinyatakan bahwa Abandu akan mengalahkan 20 penguasa. Abandu juga berarti seorang yatim atau seorang yang mendapat pujian. Ini mengarah pada nabi Muhammad yang seorang yatim sejak lahir dan arti kata Muhammad/Ahmad yang berarti yang terpuji, yang akan mengalahkan kepala-suku-suku dari suku-suku di sekitar Makkah yg berjumlah sekitar 20 suku.
– Dalam Rigveda book 1 Hymn 53 : 9 nabi dipanggil dg sebutan “Suslama” yg artinya lagi-lagi adalah : orang yg terpuji yg merupakan arti dari nama Muhammad.
– Dalam Samaveda Agni Mantra 64 dinyatakan bahwa ia tidak disusui oleh ibunya. Hal ini persis dengan Nabi Muhammad yang tidak disusui oleh ibunya tapi oleh seorang wanita bernama Halimah.
– Dalam Samaveda Uttararchika Mantra 1500 dinyatakan bahwa Ahmad akan dianugrahi undang-undang abadi, yang jelas mengacu pada Nabi Muhammad yang akan dianugrahi kitab suci Al-Qur’an. Tapi karena orang India yang berbahasa sansekerta tidak paham kata Ahmad, maka diterjemahkan menjadi “a” dan “mahdi” yaitu “saya sendiri”, jadi diartikan “saya sendiri yang menerima undang-undang abadi”. Padahal seharusnya “Muhammad sendiri yang dianugrahi undang-undang abadi”.


Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Ahmad pada banyak bagian dalam kitab-kitab Weda. Juga diramalkan pada tak kurang dari 16 tempat yang berbeda dalam kitab weda dg nama Narasangsa artinya adalah sama dengan arti dari nama Muhammad, yaitu “yang terpuji”.

Kalky Autar
Salah satu ramalan kedatangan nabi Muhammad yg sangat terkenal yang juga telah membuat seorang professor bahasa dari Alahabad University India mengajak kepada umat Hindu untuk segera memeluk agama Islam, adalah terdapatnya sebuah ramalan penting dalam kitab suci Hindu tentang kedatangan yang ditunggu-tunggu dari seorang Kalky Avtar (baca : autar). “av” artinya : turun. “tr” artinya melewati. Jadi arti kata Avtar adalah “diturunkan atau diutus untuk turun”. Kalky Avtar artinya adalah : “utusan terakhir”.

Pundit Vaid Parkash – sang professor (yang menulis buku berjudul “Kalky Avtar”), secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, karena menurutnya, sebenarnya Nabi Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual dalam agama Hindu.


Disebutkan dalam Nashpropesy, Nabi Muhammad diramalkan dengan nama Kalky Avtar (Autar terakhir) dan Amtim Rishi. Sedangkan dalam kitab Puranas disebutkan tentang Kalky Autar dan kedatangannya. Diantara ayat-ayat yang menyebutkan adalah :
– Dalam Baghavata Purana Khand 12 Adhyay 2 Shloka 18-20 disebutkan dalam rumah Visnuyash akan dilahirkan Kalky Avtar yang diramalkan akan menjadi penguasa dunia, yang terkenal dengan sifat-sifatnya yang baik & menonjol. Dia akan diberi tanda-tanda. Dia akan diberi oleh malaikat sebuah kendaraan yang cepat. Dia akan menaiki kuda putih sambil memegang pedang. Dia akan mengalahkan orang-orang jahat dan dia akan terkenal di dunia.
– Dalam Baghavata Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 disebutkan akan ada juru selamat di rumah Visnuyash
– Dalam Kalki Purana (2) : 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin – kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar
– Dalam Kalki Purana (2) : 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang-orang jahat
– Dalam Kalki Purana (2) : 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh malaikat di medan perang
– Dalam Kalki Purana (2) : 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah Summati Kalki Autar akan lahir
– Dalam Kalki Purana (2) : 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop
– Semua ramalan yg disebut diatas tadi tiada lain merujuk pada Nabi Muhammad SAW. Penjelasannya demikian :
– Dirumah Visnuyash berarti dirumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari Nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yang artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sebagai Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sebagai Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.
– Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yang sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yang dalam bahasa arab artinya juga orang yg setia.
– Sambala bahasa arabnya adalah tempat yang aman & damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman & damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa Nabi akan lahir diantara kepala suku di Makkah.
Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal
Sebagai Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan nabi-nabi yang dikirim Tuhan seperti yang terdapat pada QS. Al- Ahzab : 40.
– Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.
– Dia akan memiliki sifat-sifat yang sangat mulia. Persis seperti nabi Muhammad seperti terdapat pada QS. Al-Qalam : 14 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.
– Kalki Autar akan diberi 8 kemampuan spiritual, yaitu : bijaksana, punya kendali diri, keturunan yg terhormat, punya pengetahuan wahyu, pemberani, perkataannya bertarget kurikulum, sangat dermawan, dan sangat ramah. Semuanya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Muhammad
– Dia akan diberi kendaraan yg sangat cepat oleh Shiva. Nabi Muhammad juga diberi bouraq yang sangat cepat oleh Allah yg membawanya ke langit dalam peristiwa Mi’raj.
– Dia akan naik kuda putih dengan tangan kanannya memegang pedang. Nabi Muhammad juga ambil bagian dalam peperangan termasuk dengan menunggang kuda dan bertempur dengan memegang pedang dengan tangan kanannya.
– Dia akan menjadi penyelamat umat manusia. Dalam QS. Faatir(35) ayat 24 dan QS. Saba(34) ayat 28 disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa berita gembira & peringatan bagi seluruh umat manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Dia akan menjadi pembimbing ke jalan yang benar. Nabi Muhammad hidup pada jaman jahiliyah yang penuh kegelapan dimana ia membawa umatnya ke jalan yang terang benderang.
– Dia akan dibantu oleh 4 sahabat dalam menyebarkan misi. Kita tahu ada 4 orang khalifah sahabat nabi yaitu : Sayyidina Abubakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
– Dia akan ditolong oleh malaikat di medan pertempuran. Dalam perang Badr Nabi Muhammad dibantu oleh para malaikat Allah seperti tersebut dalam QS. Ali Imran (3) ayat 123 & 125 : “Jika kamu bersabar dan bertaqwa dan mereka menyerang kamu dengan seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan 5000 malaikat yang memakai tanda”. Juga QS. Al-Anfal(8) ayat 9 yang berbunyi “…. sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yg datang berturut-turut.”


Subhanallah..

Ternyata sekian banyak ayat tersebut (yang sebenarnya belum semuanya ditampilkan) yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang ditunggu-tunggu oleh umat Hindu, begitu cocok dengan gambaran Nabi Muhammad, umat Islam, dan sejarahnya. Mungkin saja ini juga merupakan pembuktian yang diberikan Allah bahwa Nabi Muhammad memang diutus Allah untuk seluruh umat manusia.

Hal ini juga dapat membuka diskusi yg menarik tentang agama Hindu, kitab suci umat Hindu, dan syariat-nya. Benarkah agama Hindu memang merupakan agama yang diturunkan oleh Allah jauh sebelum Nabi Muhammad lahir? Kalau ya, apakah berarti umat Hindu bisa disebut “muslim”, atau juga bisa disebut “ahlul kitab”? Bagaimana sesungguhnya ajaran agama Hindu itu, dan sesuaikah dengan ajaran Islam? Bagaimana pendapat anda sendiri?

Kamis, 21 Mei 2015

Al-Qur'an Dan Kembalinya Sang Jenderal

Pada suatu sore, tahun 1525 di sebuah penjara Spanyol, suasana terasa hening mencengkam. Jenderal Adolfo Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika kepala penjara itu melintas di hadapan mereka. Karena jika tidak, sepatu ‘boot keras’ milik Jenderal Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. “Hai…hentikan suara jelekmu! Hentikan…!” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil memelototkan matanya. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang kemudian menghampiri kamar tahanan yang luasnya hanya cukup untuk satu orang.

Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulutkan wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib, tak terdengar sekecil pun keluh kesakitan.  Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Jenderal. Bibir keringnya hanya berkata lirih "Robbi, wa-ana 'abduka ...". Tahanaan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, “Bersabarlah wahai ustadz…Insha Allah tempatmu di Syurga.”

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, bertambah memuncaklah amarahnya. Ia memerintahkan sipir penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu sekeras-kerasnya hingga terjerembab di lantai.

“Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Spanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan Jesus. Kamu telah membuat aku benci dan geram dengan ‘suara-suara’ yang seharusnya tidak terdengar lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta maaf dan masuk agama kami.”

Mendengar “khutbah” itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap,

“Sungguh…, Aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.”

Sekejap saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, tersembul sebuah ‘buku kecil’. Adolfo Roberto berusaha
memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. “Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!” bentak Roberto.

“Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!”ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah.

Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan ‘algojo penjara’ itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya tertegun. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

“Ah…seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bilamana? Ya, aku pernah mengenal buku ini.”

Suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan “aneh” dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol.

Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.

Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekacauan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa gugur di bumi Andalusia.

Inkuisisi Spanyol
Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para pendeta.

Seorang anak laki-laki lucu dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan inkuisisi yang telah sepi. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semuanya. Anak laki-laki itu menangis menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan anak itu mendekati tubuh sang ibu yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti kakinya. Sang anak itu berkata dengan suara parau, “Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa….? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi…”

Anak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika ibunya tak juga menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus diperbuat . Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya anak itu berteriak memanggil bapaknya, “Abi…Abi…Abi…” Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat petang kemarin bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

“Hai…siapa kamu?!” teriak sekelompok orang yang tiba-tiba mendekatinya. “Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi…” jawabnya memohon belas kasih. “Hah…siapa namamu, coba ulangi!” bentak salah seorang dari mereka. “Saya Ahmad Izzah…” dia kembali menjawab dengan agak kasar. Tiba-tiba “Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. “Hai bocah…! Wajahmu tampan tapi namamu hodoh. Aku benci namamu. Sekarang ku rubah namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang ‘Adolfo Roberto’…Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!” ancam laki-laki itu.”

Anak itu mengigil ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Dia hanya menurut ketika orang-orang itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah ‘tanda hitam’ ia berteriak histeris, “Abi…Abi…Abi…” Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai ‘tanda hitam’ pada bagian pusar.

Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, “Abi… aku masih ingat alif, ba, ta, tsa…” Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini sedang memeluknya. “Tunjukanlah aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu…” Terdengar suara Roberto meminta belas.

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, setelah puluhan tahun lamanya, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang bapak dengan susah payah masih dapat berucap. “Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,” Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah “Asyahadu an laailaahailallah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah…’. Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Syeikh Ahmad Izzah Al-Andalusy. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya.