Tampilkan postingan dengan label Kabar FPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar FPI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Habib Muchsin Imam FPI DKI Bikin Ahok Dan Pengacaranya Mati Kutu Di Persidangan



FPI Online, Jakarta - Imam Daerah FPI DKI Jakarta Habib Muchsin bin Zeid Alatas menjadi saksi pelapor dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama oleh Zhong Wan Xie alias Ahok. 

Dalam persidangan, Habib Muchsin menjelaskan bahwa pihak Ahok merasa menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 untuk lawan politik.

"Mereka merasa bahwa Surat Al Maidah digunakan melawan politik-politik yang busuk. Saya katakan dia tidak menyebutkan lawan politik di Kepulauan Seribu, tetapi jangan mau dibohongi Surat Al Maidah," terang Habib Muchsin setelah memberikan kesaksian di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

"Kecuali kalau dia sebutkan, ini surat untuk lawan politik busuk, itu boleh. Kenapa saya melaporkan dia? Dia menghina Alquran," sambungnya.
Dalam persidangan, Habib Muchsin mengatakan tim kuasa hukum merasa Ahok dilaporkan atas nama kebencian. Tetapi Habib Muchsin menegaskan tidak memiliki masalah dengan Ahok.

"Kuasa hukum merasa kami ini melaporkan dengan kebencian. Secara pribadi, saya tidak ada masalah dengan Ahok, tetapi dia telah menista agama. Terdakwa sepertinya tidak suka, bahkan dia katakan banyak yang tidak suka FPI, saya katakan bahkan di Jakarta sendiri banyak yang tidak suka Anda," demikian tutur Habib Muchsin, yang sangat menohok Ahok dan tim pengacaranya.

Memang seperti kita ketahui, di Jakarta sendiri Ahok jadi Gubernur bukan karena dipilih oleh warga Jakarta, tetapi semata karena mewarisi kursi lowong peninggalan Jokowi yang maju jadi presiden. Jadi Ahok itu diangkat oleh pemerintah dalam hal ini Jokowi dan Mendagri Tjahjo Kumolo, bukan dipilih rakyat. Warga Jakarta tak pernah memilih Ahok untuk menjadi Gubernur mereka.

Maka itu tak aneh apabila Ahok sering diusir warga Jakarta saat hendak kampanye. Bahkan sampai terpaksa dievakuasi lewat kebon seperti yang terjadi di Penjaringan Jakarta Utara 23/6/2016, dan dilarikan naik Angkot M-24 di Rawa Belong Jakarta Barat pada 2/11/2016 demi untuk menyelamatkan nyawa Ahok dari amukan warga Jakarta.

Terbukti pula begitu dahsyatnya aksi-aksi penolakan warga Jakarta terhadap Ahok terakhir Aksi Bela Islam III atau Aksi Super Damai 2 Desember 2016 yang lebih terkenal dengan sebutan Aksi 212.

Dimana pada aksi super damai itu delapan juta lebih umat Islam berkumpul untuk berdzikir dan Sholat Jum'at bersama di Monas dan sekitarnya menuntut supaya Ahok sang penghujat agama Islam segera ditangkap.

Habib Muchsin menjelaskan mengetahui ucapan Ahok melalui rekaman video di YouTube Pemprov DKI Jakarta. "Hari ini saya melaporkan masalah Al Maidah. Saya tahu dari rekaman video dari YouTube Pemprov DKI. Seakan Al Maidah dijadikan alat berbohong," beber Habib Muchsin.

Dia pun melapor atas nama pribadi hingga FPI DKI Jakarta. "Saya melapor sebagai pribadi karena ayat suci kami dihina. Kemudian atas nama FPI DKI Jakarta, dan juga atas nama 39 ormas saat itu di Bareskrim Polri," pungkasnya.

Ini merupakan sidang keempat Ahok terkait dengan kasus tersebut. Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU). Sidang Ahok digelar secara tertutup. Saksi lain yang diketahui telah memberikan keterangan adalah Sekjen Dewan Syuro DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin dan Gus Joy. Pemeriksaan saksi selanjutnya akan diadakan Selasa depan 10/1/2017.

Diluar ruang sidang ada sekitar 150an massa pendukung Ahok yang jumlahnya seusai dzuhur langsung menyusut menjadi hanya 70an orang dan pada sore hari menghilang. Sementara massa umat Islam mencapai hampir 15 ribu orang dan terus setia mengawal jalannya persidangan sampai sore hari.

Sumber: detik dot com

Senin, 19 Desember 2016

Datangi Mal dan Pusat Perbelanjaan, Polisi: Aksi FPI Bukan Sweeping

FPI Online, Surabaya - Polisi kembali menegaskan bahwa kegiatan atau aksi Front Pembela Islam (FPI) DPD Jatim ke mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya adalah sosialisasi fatwa MUI, bukan sweeping.

Penegasan ini terkait masih banyaknya ujaran di media sosial yang mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan aksi sweeping.

"Di media sosial masih banyak yang menulis bahwa aksi FPI hari ini ke mal dan pusat perbelanjaan adalah sweeping. Saya tegaskan bahwa aksi yang dilakukan FPI hari ini adalah taaruf atau sosialisasi fatwa MUI, bukan sweeping," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Muhammad Iqbal kepada detikcom, Minggu (18/12/2016).

Aksi yang dilakukan FPI, kata Iqbal, berjalan lancar tanpa ada yang perlu dikhawatirkan. Polisi mengawal aksi FPI ke 8 lokasi mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya. FPI tak langsung menyosialisasikan sendiri ke dalam mal dan pusat perbelanjaan. Hanya lima perwakilan yang diizinkan masuk untuk menyosialisasikan melalui pihak manajemen.

"Saya ikut sendiri dan turut mengawal. Aksinya lancar," tandas Iqbal.

Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD FPI Jatim Ali Fahmi juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan pihaknya adalah sebuah sosialisasi dan bukan sweeping. FPI murni mensosialisasikan fatwa MUI No 56 tahun 2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non muslim.

"Kalau sweeping, ngapain bawa-bawa polisi. Kalau sweeping polisi nggak ikut," kata Ali.

Bahkan Ali mengapresiasi apa yang dilakukan polisi hari ini, sehingga kegiatan atau aksi FPI berjalan lancar. Polisi diaku Ali sangat memediasi jalannya aksi sehingga berjalan lancar, aman dan tertib.

"Sangat bagus sekali. Kami dimediasi polisi, mal menyediakan tempat sehingga kami bisa menentukan sikap dan membuat kesepakatan," tandas Ali. (news.detik.com)                      

Senin, 12 Desember 2016

Penyaluran Bantuan HILMI FPI Kepada Warga Pidie Jaya Dan Bireun Terus Berlanjut

FPI Online, Aceh - Tidak mengenal lelah, kalimat itulah yang pantas disematkan kepada Relawan Front Pembela Islam (FPI) baik laskar ataupun yang tergabung dalam tim medis FPI yaitu Hilal Merah Indonesia (HILMI).

Sejak Rabu 7/12 lalu dimana Aceh terjadi gempa bumi 6,5 skala richter, hingga Senin 19/12 Laskar FPI bersama HILMI-FPI bekerja keras untuk mengevakuasi para korban dan membangun kembali sejumlah Masjid dan rumah warga yang telah hancur akibat gempa bumi.

Penyaluran bantuan selimut, beras, sembako, mie instan, pampers, baju dan susu bayi, obat-obatan dan lain-lain oleh FPI kepada warga Aceh korban gempa bumi terus berlanjut.

Kali ini, Senin 19 Desember Relawan FPI kembali menyalurkan bantuan kepada warga Kabupaten Pidie Jaya dan Bireun, Nangroe Aceh Darussalam.

Tidak hanya menyalurkan bantuan berupa makanan, selimut dan lain-lain, tetapi Laskar-Laskar FPI juga membangun rumah-rumah warga dan tempat ibadah yang hancur akibat gempa.









Selasa, 29 November 2016

Sepuluh Ribu Warga Ciamis Berjalan Kaki Menuju Jakarta

SEPULUH RIBU WARGA CIAMIS
BERJALAN KAKI MENUJU JAKARTA

WARGA TASIK, GARUT DAN BANDUNG SIAP BERGABUNG DI JALAN

WARGA JAKARTA SIAP MENYAMBUT PARA PEJUANG

KAMI SIAP IKUT AKSI WALAU HARUS JALAN KAKI

KAMI SIAP BELA QUR'AN
WALAU HARUS BERJALAN

MUSUH TAK BISA HENTIKAN LANGKAH KAMI

MUSUH TAK BISA PADAMKAN SEMANGAT KAMI

MUSUH TAK BISA BUNGKAM PERJUANGAN KAMI

ALLAAHU AKBAR ... !!!